Stasiun Kereta Jatake Resmi Beroperasi, Tegaskan Pengembangan Berkelanjutan

Bagikan

kereta

Dibangun dengan pola kerja sama antara dua institusi, yakni Sinar Mas Land dan PT Kereta Api Indonesia, Stasiun Kereta Api Jatake resmi beroperasi. Peresmiannya dilakukan oleh Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan Republik Indonesia), Andra Soni (Gubernur Banten), Allan Tandiono (Direktur Jenderal Perkeretaapian), Bobby Rasyidin (Direktur Utama PT KAI), Irawan Harahap (CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land) dan Christopher Siswanto (CEO Strategic Land Bank, Sinar Mas Land), di Stasiun Jatake (28/1).

Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, menyatakan apresiasinya atas kolaborasi kedua institusi tersebut, atas inisiatif dan peran aktifnya dalam pembangunan Stasiun Jatake. “Peresmian Stasiun Jatake hari ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan transportasi nasional yang semakin kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Dudy, yang disampaikan dalam sambutannya.

Stasiun ini memiliki luas bangunan sebesar 3.1982  m2 dengan kapasitas pelayanan hingga 20.000 penumpang per hari, serta didukung frekuensi perjalanan Commuter Line dengan selang waktu (headway) 5–10 menit. Dilengkapi dengan fasilitas peron, parkir, integrasi antarmoda, serta ruang pengembangan lanjutan yang disiapkan untuk mendukung keberlanjutan mobilitas masyarakat sekitar.

“Stasiun ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh, khususnya di kawasan Serpong, BSD City dan sekitarnya. Beroperasinya Stasiun Jatake tentu menambah pilihan, meningkatkan kenyamanan, dan kualitas layanan bagi masyarakat. Inilah esensi transportasi publik: terjangkau, teratur, dan memberi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Dudy.

Menteri Perhubungan juga menyampaikan bahwa pembangunan transportasi publik diarahkan untuk membentuk ekosistem mobilitas yang terhubung, efisien, dan tertata. Pendekatan ini mendorong sinergi antara pemerintah pusat, KAI Group, pemerintah daerah, dan badan usaha swasta agar transportasi massal berkembang sejalan dengan pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Stasiun Jatake dibangun melalui skema kolaborasi tanpa menggunakan dana APBN. Model ini mencerminkan dorongan pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur transportasi yang akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan.

TOD Berbasis Kereta

Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI, menyampaikan, ”Pembangunan dan pengoperasian Stasiun Jatake merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung kebijakan Kementerian Perhubungan terkait penguatan ekosistem transportasi massal berbasis kolaborasi dan integrasi kawasan. Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan pendekatan Transit Oriented Development (TOD).”

Inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem transportasi yang terintegrasi dengan pertumbuhan wilayah. Bobby mengungkapkan, pada 2025 jumlah pengguna Commuter Line rute Tanah Abang–Rangkasbitung mencapai 77,55 juta orang. “Ini menunjukkan peran strategis kereta api perkotaan dalam menopang ekosistem pergerakan ekonomi harian masyarakat penyangga Jakarta,” tuturnya.

baca juga: Botanic Villa, Hunian untuk Kalangan Super High End Terbaru di NavaPark, BSD City

Hal senada juga dinyatakan Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, bahwa kehadiran Stasiun Jatake memperkuat konektivitas regional, sekaligus meningkatkan daya saing kawasan BSD sebagai aglomerasi berbasis TOD. Menurutnya, pengalaman Provinsi Banten menunjukkan bahwa pengembangan jaringan perkeretaapian berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap dukungan pemerintah pusat dan KAI untuk mendorong pemerataan pembangunan perkeretaapian hingga wilayah selatan Banten, termasuk pengaktifan kembali jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan, guna membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan memperluas akses ke kawasan pariwisata.

“Kereta api memiliki pengaruh besar bagi pertumbuhan wilayah. Setiap simpul perkeretaapian yang aktif berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Andra Soni.

kereta

Pembangunan Berkelanjutan

Bagi Sinar Mas Land menegaskan pembangunan Stasiun Jatake tersebut menegaskan komitmennya dalam membangun kawasan berkelanjutan, sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem kawasan terintegrasi di BSD City dan Kabupaten Tangerang.

Christopher Siswanto Adisaputro menyatakan, “Bagi kami, konektivitas adalah fondasi utama dalam membangun kota yang berkelanjutan. Kehadiran Stasiun Jatake menjadi bagian strategis dalam ekosistem transportasi terpadu yang mendukung BSD City sebagai kawasan hunian, bisnis, dan inovasi, sekaligus masyarakat di Kabupaten Tangerang secara umum untuk terhubung dengan pusat-pusat aktivitas di Jabodetabek. Keberhasilan peresmian Stasiun Jatake hari ini merupakan hasil dari kolaborasi yang erat antara sektor swasta dan pemerintah. Bagi Sinar Mas Land, kerja sama ini mencerminkan semangat yang sama yakni menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.”

Keberadaan Stasiun Jatake turut meningkatkan nilai dan fungsi kawasan hunian di sekitarnya, termasuk Hiera, salah satu kawasan residensial terdekat yang dikembangkan Sinar Mas Land. Dengan akses yang dekat ke stasiun, Hiera menawarkan pilihan hunian yang mendukung gaya hidup modern, di mana mobilitas berbasis transportasi massal menjadi bagian dari keseharian penghuni.

Hiera merupakan proyek mixed-use yang dikembangkan dalam kolaborasi Mitbana yang merupakan joint venture Mitsubishi Corporation (Jepang) dan Surbana Jurong (Singapura) dengan Sinar Mas Land. Mengusung konsep TOD, kawasan ini terdiri atas klaster perumahan, apartemen, dan mall.

Melalui kolaborasi ini, Sinar Mas Land menegaskan perannya tidak hanya sebagai pengembang properti, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan infrastruktur publik. Kehadiran Stasiun Jatake diharapkan menjadi katalis bagi pengembangan wilayah yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *