Kohler dan Flamingo Estate Hadirkan Instalasi Multisensorik di Milan Design Week 2026

Bagikan

instalasi

Pada ajang Milan Design Week 2026 yang akan digelar pada 21-26 April mendatang, Kohler bekerja sama dengan Richard Christiansen, pendiri Flamingo Estate, mempersembahkan instalasi multisensorik. Karya ini drancang untuk mengundang pengunjung memasuki dunia elemen di mana arsitektur, lansekap, dan ketenangan yang dianggap merupakan satu pengalaman yang saling bergantung, yang berfungsi sebagai sarana untuk refleksi dan pembaruan diri.

Untuk diketahui Flamingo Estate kediaman Richard Christiansen, yang berlokasi di ketinggian perbukitan Los Angeles, AS. Sebelumnya, pada tahun 1940-an, ini adalah situs tempat pemujaan pada Matahari, mitologi rakyat, dan pengobatan psikedelik. Menjadikan alam sebagai hal yang paling berharga, sumber kemewahan yang luar biasa, untuk mendapatkan bahan-bahan langka berasal lebih dari 125 pertanian dan kolaborator. Christiansen mendasarkan pengembangan karyanya tidak menggunakan bahan-bahan komoditas, tetapi sedekat mungkin menggunakan bahan alami dengan pengolahan sesedikit mungkin, serta memastikan bahwa setiap bahan dapat ditelusuri kembali ke petani yang menanamnya. Menciptakan ritual padat nutrisi untuk kesenangan sehari-hari, dengan alam sebagai pemandu.

Hal itu jugalah yang mendasari desain instalasi seni ini yang akan ditempatkan di halaman Padiglione d’Arte Contemporanea selama Fuorisalone tersebut. Pameran berpusat pada bathhouse yang dirancang dengan gaya brutalist yang berani dan terinspirasi oleh desain bathhouse terkenal di perbukitan California di properti Flamingo Estate tersebut. Menampilkan ekspresi baru bak mandi berbahan besi cor berlapis enamel ikonik dari Kohler, dengan penutup logam asli dan disajikan secara mencolok dengan finishing tembaga.

Karya yang menyejukkan ini menggunakan warna logam yang sudah terpapar cuaca, seolah muncul secara alami dari lingkungan sekitar dan tidak tampak dipaksakan. Menjulang dari hamparan bunga liar, instalasi ini mencerminkan filosofi desain yang berakar pada hubungan timbal balik dengan alam.

Instalasi Seni Dalam Ritual Mandi 

The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler menjadikan aktivitas mandi sebagai pengalaman yang memulihkan dan tempat ritual serta tempat menyepi, untuk relaksasi tubuh, ketenangan pikiran, dan meningkatkan kesadaran akan cahaya, air, dan materi. Pada intinya adalah bak mandi Kohler Reverie terbaru yang terbuat dari besi cor berlapis enamel ini dilengkapi penutup tembaga asli, dan menghadirkan presisi arsitektur dan kekayaan elemen pada material warisan, sekaligus memperluas bahasa desainnya.

Bak mandi menjadi pusat utama di ruangan bercahaya dengan permukaan hangat yang memantulkan cahaya matahari melalui jendela kaca patri berukuran besar, sementara 200 lilin Flamingo Estate menghiasi dinding bathhouse dan memperkuat kilau cahaya serta membuat suasana menjadi lebih damai.

instalasi

Struktur berlapis tembaga yang dipamerkan di Milan ini melambangkan keahlian sejati dari Kohler selama 153 tahun, sekaligus menandai babak baru yang berani dalam inovasi material. Yakni, ketika teknik warisan dalam hal pembentukan, pengelasan, dan penyelesaian akhir yang dikerjakan dengan tangan, bertemu dengan seni kontemporer untuk membentuk masa depan desain kamar mandi.

Di seluruh taman liar ini terdapat empat pollinator bath yang unik, konsep yang dicetuskan oleh Christiansen, dirancang oleh Kohler, dan dicetak di pabrik pengecoran bersejarahnya di Wisconsin, AS. Setiap obyek yang dibentuk dengan unik memperkuat narasi instalasi tentang timbal balik antara kerajinan tangan manusia dan dunia alam, sebagai tempat perlindungan bagi burung, lebah, dan berbagai spesies penyerbuk lainnya.

baca juga: 5 Inspirasi Kamar Mandi Bak Resort Mewah Ala KOHLER

Melalui material yang dibuat tahan lama dan gestur yang mendukung keanekaragaman hayati, pollinator bath mencerminkan keyakinan bersama Kohler dan Flamingo Estate, bahwa kehidupan berkelanjutan dan kesejahteraan terwujud bila desain menghormati ritme, kebutuhan, dan kecerdasan puitis alam.

Lingkungan bersama yang imersif ini menekankan kecintaan pada kerajinan, budaya, dan cara hidup yang menemukan keberlanjutan dalam kesederhanaan dan kesejahteraan abadi melalui keharmonisan dengan alam.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *