2026, Alam Sutera Group Fokus Pengembangan di Proyek Eksisting

Bagikan

sutera

Pada tahun 2025, PT Alam Sutera Tbk. mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,93 triliun.  Kondisi ini lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 3,43 triliun. Kontributor terbesar penjualan pada tahun lalu masih dari segmen real estat, sebesar Rp 2,1 triliun, walaupun dibandingkan tahun sebelumnya menurun Rp 2,6 triliun. Sebaliknya walau hanya sebesar Rp 690 miliar, namun segmen hospitality dan prasarana mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya sebesar Rp 626 miliar. Segmen ini merangkum penjualan dari pengelolaan kota, township management, rekreasi dan olahraga serta sewa dan fasilitasnya. Demikian seperti yang tertuang pada Laporan Keuangan Konsolidasian PT Alam Sutera Tbk. pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024.

Walaupun demikian, secara total perusahaan pengembang ini berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp313,18 miliar, atau meningkat sebesar 467,19% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp55,22 miliar). Dengan kondisi perusahaan yang meraih laba tinggi, membuat Alam Sutera optimistis pada tahun ini untuk merilis produk-produk baru.

Untuk proyek Alam Sutera, menyusul sudah dirilisnya ruang bisnis baru berlabel Domain di kawasan Downtown pada awal 2026, pengembang ini akan meluncurkan tipe baru Gramercy. Dengan ukuran lebih besar dan desain yang berbeda dari sebelumnya, tipe baru Gramercy ini akan diluncurkan pada kuartal tiga 2026. Disampaikan bahwa fase 1 cluster premium seluas 7,5 ha di Alam Sutera yang dikenalkan November 2023 ini sudah terjual habis, sementara fase 2 (Juni 2025) belum semua unitnya terjual.

Sementara di proyek Suvarna Sutera, Pasar Kemis, pengembang masih memfokuskan pada penjualan cluster Akeno yang sudah dilansir sejak Agustus 2025. Hunian modern berkonsep Jepang ini tawarkan tiga tipe, yakni Aoi (100/105 m²) yang memiliki 3 kamar tidur dan 3 kamar mandi, lalu Akari (124/120 m2) yang mempunyai 3+1 kamar tidur dan 3+1 kamar mandi, serta Aozuki (147/135 m²) dengan 4+1 kamar tidur dan 3+1 kamar mandi. Rumah-rumah dua lantai di cluster ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,6 miliar.

Kemudian cluster Bayleaf, yang menawarkan empat tipe hunian, yaitu Brix (54/48 m2), Brava (69/72 m2), Balmore (78/84 m2) dan Barkwood (102/96 m2). Semuanya berupa rumah dua lantai, merangkum dua kamar tidur di unit dengan lebar 6 meter, dan tiga kamar tidur di unit dengan lebar 7 meter. Rumah-rumah ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 597 juta.

sutera

Lalu fase dua cluster Virtu, yang berada di supercluster Sutera Nexen, bagian dari Suvarna Sutera. Fase dua ini tawarkan tiga tipe, yaitu Mono (88/105 m2) memiliki 3+1 kamar tidur, 3+1 kamar mandi, 2 carport, lalu Nano (76/67 m2) dengan 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, serta 1 carport dan Pico (56/65 m2) yang dilengkapi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 powder room, serta 1 carport. Rumah-rumah ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 656 juta, sesuai dengan sasaran pasarnya yakni generasi milenial.

Selain hunian, pada kuartal dua akan dibuka penjualan kompleks ruko perdana, guna melengkapi perumahan seluas 35 ha ini. Alam Sutera merencanakan dapat menyerahkan unit-unit di dua cluster residensial pertamanya, yaitu Byte dan fase 1 Virtu (2025) pada tahun depan.

suteraFokus pada pengembangan ruang komersil pun akan dilakukan pada proyek kota Ayodhya, yang berada di tengah Kota Tangerang. Berupa kompleks ruko berlabel Ollo, dengan tinggi hanya dua lantai yang bisa dimanfaatkan secara fleksibel; menggunakan dua lantai seluruhnya, atau bisnis berbeda di setiap lantai. Hanya ada 12 unit dipasarkan mulai dari harga Rp 1,9 miliar.

Lanjutan atau besutan produk-produk tersebut adalah demi mencapai target marketing sales di tahun 2026 yang dicanangkan setinggi Rp 2,8 triliun, di mana yang terbesar didapat dari segmen residensial. Pada segmen ini, kontribusi terbesar direncanakan datang dari proyek Alam Sutera yang memberi hasil sebesar Rp 1,6 triliun, sementara dari proyek Suvarna Sutera sebanyak Rp 600 miliar. Adapun lainnya didapat dari produk perkantoran, commercial land sales, dan ruko/rukan sebesar Rp 500 miliar.

Untuk mendukung rencana-rencana tersebut, Alam Sutera Group terlibat dalam pengembangan infrastruktur yang melewati atau berada dekat dengan lokasi proyek-proyeknya. Seperti modifikasi Simpang Susun Kunciran yang akan semakin memudahkan pencapaian Alam Sutera dan pengembangan MRT Lin Timur Barat rute Kembangan – Balaraja. Seperti diketahui, beberapa stasiun MRT kelak dibangun di dekat area proyek-proyek tersebut di atas, seperti Suvarna Sutera (stasiun Balaraja), Sutera Nexen (stasiun Cibadak), serta Alam Sutera dan Sutera Rasuna (stasiun Panunggangan dan stasiun Kunciran).

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *