Di tengah kompetisi yang kian ketat, ruang-ruang ritel Jakarta (baca: pusat-pusat belanja, red.) harus mampu menyesuaikan diri dengan tuntunan terkini dari pasar. Berorientasi pada pengalaman kini menjadi fokus pengelolaan (dan penataan) ruang ritel, juga harus mampu menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Sebab saat ini, pusat perbelanjaan tidak lagi hanya dilihat sebagai sekadar tempat untuk berbelanja, tetapi juga sebagai destinasi gaya hidup. Perubahan tersebut membuat kurasi tenant semakin penting dalam menjaga relevansi tersebut, selain juga untuk memperkuat daya saing, dan meningkatkan daya

Design