2026 Pasar Properti Tumbuh Moderat, Apartemen Sewa Termasuk yang Terkerek

Bagikan

proper

Demikian salah satu hasil survei Knight Frank tentang pasar properti 2026. Property Outlook Survey tersebut dilakukan pada akhir tahun lalu, untuk mendapatkan pandangan dari para pemangku kepentingan dalam menatap pertumbuhan sektor properti di tahun ini.

Survei tersebut didasarkan pada kondisi tahun 2026 yang menurut prediksi Knight Frank ditandai dengan berbagai transisi penting, seperti perubahan pola permintaan, tren keberlanjutan lingkungan hidup, dan resiliensi jangka panjang.

Hasil survei itu memberikan indikasi dalam menavigasi pertumbuhan properti, yaitu dengan memetakan arah pergerakan pasar di tengah derap perekonomian nasional yang bergerak cukup agresif saat ini. Beberapa temuan yang didapat bahwa pada tahun 2026 pasar diprediksikan akan tetap akan tumbuh bahkan meningkat. Meski demikian, sebagian besar pemangku kepentingan (61%) menyatakan bahwa investasi properti diperkirakan akan tumbuh moderat saja.

Responden juga menyebutkan bahwa subsektor Industri dan Pergudangan diperkirakan akan terus meningkat. Tidak hanya itu, pun dengan subsektor Hotel dan Apartemen Sewa. Proyeksi ini didapat dari responden pengembang. Namun memang pertumbuhan permintaan belum signifikan.

Hal ini juga didukung oleh riset Knight Frank pada kinerja pasar apartemen sewa pada semester 2-2025. Walaupun sedikit tapi terlihat kenaikan tingkat hunian yang mana hingga periode tersebut berada di posisi 66,5%. Dengan penambahan pasok tahunan sekitar 7% (saat ini ada sebanyak 10.131 unit (termasuk apartemen servis), sebanyak 31% proyek apartemen sewa ini sudah menaikkan harga, sebesar 5,4% (kenaikan tahunan). Bahkan untuk apartemen servis, tarif sewa rata-rata naik sampai 7,1%. Penyerapan pasar pada pasok baru pun, dalam kondisi saat ini, terhitung cukup baik, dengan keterisian sampai 40%.

Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor – Research Knight Frank memaparkan, meski meningkat, secara umum pasar subsektor Hotel dan Apartemen Sewa tetap stabil. Demikian pila dengan subsektor ritel dan rumah tapak. Sementara itu yang masih stagnan adalah subsektor Perkantoran, Villa Resort, dan Apartemen Strata.

Lifestyle Property

Menurut Knight Frank, ada beberapa sektor yang memiliki daya ungkit pertumbuhan properti tahun ini, di antaranya yaitu lifestyle, e-commerce, energi terbarukan, pariwisata dan fnb. Selain juga pengembangan pusat data hijau, mixed use di sekitar TOD serta rumah tapak di pinggir kota.

“Dari segi lifestyle contohnya, lapangan padel yang sedang ramai saat ini dan masih akan tumbuh terus di tahun 2026. Permintaan masih tinggi, salah satu indikatornya, sudah adanya transaksi court booking di aplikasi khusus pesan jadwal penggunaan lapangan,” papar Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia.

proper

Trennya masih tumbuh, imbuh Syarifah, dan masa jenuhnya juga masih lama. Yang juga menarik dari pertumbuhan lapangan padel ini, pendapat positif tidak hanya dari responden konsultan, tapi juga pengembang dan perbankan/institusi finansial. Mereka sepakat menyatakan kalau lapangan padel ini adalah peluang bisnis yang moncer di tahun 2026.

baca juga: Siap Ekspansi, RISE Tingkatkan Modal Hingga Rp 3 Triliun

Namun, hasil survei itu juga mengingatkan bahwa, pelemahan daya beli, harga tanah yang tinggi, dan inflasi diperkirakan akan menjadi tantangan dalam pertumbuhan properti di tahun 2026. Karena itu, Willson menyimpulkan, “Pasca menghadapi dinamika pasar sepanjang tahun 2025, sektor properti nasional optimistis memasuki tahun 2026 dengan outlook yang lebih konstruktif. Resiliensi pasar tercermin dari meningkatnya penetrasi green-office buildings di tengah pasokan yang berlimpah, transformasi ritel yang menjadi catalyst bagi traffic konsumen, serta ekspansi sektor pergudangan yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai growth engine dalam lansekap properti saat ini.”

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *