Erajaya Group Serahkan Kembali Wana Erajaya Kepada KemenLHK

Bagikan

Erajaya Group secara resmi menyerahkan kawasan Wana Erajaya di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Sabtu (11/11). Pengembangan kawasan ini dimulai sejak 2018, setelah terjalinnya kesepakatan antara Erajaya Group dengan Balai Pelatihan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPLHK) dari KLHK, untuk melakukan rehabilitasi lahan hutan seluas enam hektar.

Acara penyerahan berjudul “Wana Erajaya Green Legacy” dihadiri oleh Keith Ardy Hady Wijaya, Direktur Erajaya Group, Jimmy Perangin Angin (Chief Human Capital, Legal, GA, dan CSR ErajayaGroup), bersama Ade Palguna Ruteka (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KLHK), dan Kusdamayanti (Kepala Pusat Diklat SDM LHK).

Erajaya adalah perusahaan importir, distribusi dan perdagangan ritel perangkat telekomunikasi selular, dan produk Internet of Things (IoT). Pada tahun 2021, PT Erajaya Swasembada Tbk mendirikan Yayasan Erajaya Peduli Bangsa sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan untuk mengelola kedermawanan dan aktivitas sosial perusahaan secara terpadu, terintegrasi, fokus, danberdampak luas serta berkesinambungan. Perusahaan kemudian membentuk LENTERA Erajaya Peduli, yang menjadi platform kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, yang mana program-programnya bertujuan untuk dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s), berfokus pada kegiatan-kegiatan yang memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan.

baca juga: Mandiri Capital Indonesia dan Investible Kerjasama Investasi Pada Climate Tech

Wana Erajaya ini adalah salah satu program Yayasan Erajaya Peduli Bangsa. Kelompok Tani Binaan diberikan akses dan kesempatan untuk mengelola tanaman hortikultura dengan metode tumpang sari di kawasan penghijauan tersebut. Berbagai komoditas seperti jagung, kacang tanah, lengkuas, terong, cabai, dan lainnya ditanam oleh kelompok tani yang hasilnya digunakan untuk keperluan pangan rumah tangga dan menambah pendapatan dari hasil panen.

Jimmy Perangin Angin, mengatakan, “Selama lima tahun terakhir, kami telah mengembangkan Kawasan Wana Erajaya sebagai wujud komitmen kami untuk berkontribusi pada lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar. Program yang kami jalankan tidak hanya mencakup penanaman pohon, melainkan juga usaha maksimal dalam memanfaatkan lahan dan hasil kawasan hutan, guna menggali potensi ekonomi lokal bagi masyarakat sekitar. Meskipun kawasan ini sudah resmi diserahkan ke KLHK, Erajaya akan terus berupaya secara berkelanjutan untuk mengembangkan dan membina agar kegiatan ekonomi UMKM di Kawasan Wana Erajaya tetap optimal.”

Sementara itu, Kusdamayanti menyampaikan, “Kami ucapkan terima kasih kepada Erajaya Group yang sudah berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BPLHK dalam lima tahun sejak tahun 2018, dalam upaya bersama untuk berkontibribusi dalam merehabilitasi kawasan hutan diklat dan juga memberdayakan masyarakat sekitar, untuk turut menjaga dan merawat pertumbuhan tanaman, masyarakat pun bisa mendapatkan manfaat dalammemanfaatkan keberdaaan hutan ini.”

Kusumadayanti berharap, Hutan Wana Erajaya ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar, seiring dengan pertumbuhan beberapa puluh tahun ke depan.

Lebih Dari 6.000 Pohon

Selama proses pengembangan kawasan Wana Erajaya, Erajaya Group bersama BPLHK telah melakukan penanaman pohon secara bertahap dari 2018-2020 dan pemeliharaan yang dilakukan hingga saat ini. Sebanyak 6.368 pohon telah ditanam di kawasan tersebut dengan jenis yang beragam seperti mahoni, agatis, jenitri, dan lainnya. Penamanan pohon ini berpotensi menghasilkan oksigen 1.833,47 ton per tahun dan mengurangi setidaknya 16.385,36 ton karbon dioksida per tahunnya.

Selain menanam pohon, Erajaya Group juga fokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar agar bisa meningkatkan perekonomian lokal. Hal ini dilaksanakan melalui program seperti Wanatani, di mana sekitar 60% dari lahan tersebut, digunakan untuk menanam berbagai tanaman, seperti sayuran, buah-buahan, rumput untuk hewan ternak, bahan baku minyak atsiri, dan lainnya.

Baca juga: Sekarang Cek Sertipikat Tanah Bisa Lewat Aplikasi

Saat ini, ada lima kelompok masyarakat yang terlibat dalam berbagai jenis produksi seperti agroforestri, madu, minyak atsiri, jamur tiram, dan kerajinan bambu. Erajaya Group memberikan bantuan di sisi pelatihan, modal, peralatan, dan bantuan dalam pengembangan produksi setelah panen, dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Sampai saat ini, sekitar 120 keluarga di wilayah Rumpin aktif terlibat dalam usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta turut merawat tanaman di Wana Erajaya.

Bersamaan dengan seremoni penyerahan “Wana Erajaya Green Legacy” tersebut, para hadirin yang terdiri antara lain karyawan beserta Direksi Erajaya Group, perwakilan BPLHK, dan masyarakat umum Rumpin, bersama mengikuti berbagai kegiatan, seperti aktivitas dengan kelompok tani, penyemprotan eco-enzyme, eco print, bazar UMKM, camping, dan pelepasan fauna.

Artikel Terkait

Leave a Comment