Kampong Reklamasi Selinsing, Bekas Lahan Tambang yang Kini Jadi Edu-EcoTourist Park

Bagikan

Kampong Reklamasi Selinsing besutan PT Timah Tbk kini makin menarik. Lahan bekas tambang ini disulap menjadi kawasan wisata terpadu dan dirancang dengan konsep edu ecotourism. Terletak di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Kampong Reklamasi Selinsing ini ditujukan sebagai pilihan masyarakat sebagai tempat berlibur sambil menikmati keindahan alamnya.

Memiliki banyak wahana dan pilihan aktivitas, antara lain dermaga, rumah panggung, fishing villa, area hortikultura, kupi tumpa, pencil signage, giant brand, concrete keyboard serta area peternakan. Juga ada rumah adat dan gazebo serta floating cafe. Kampong Reklamasi ini juga punya beberapa spot menarik untuk menjadi lokasi swafoto. Area hortikulturanya diisi oleh berbagai budidaya tanaman buah, seperti durian, mangga, jambu mete, nangka dan buah naga. Selain itu, ada juga beberapa jenis pohon lokal yang ikut dilestarikan, seperti pohon bulian, gaharu, dungun dan bambu kuning.

Menurut Ketua BUMDes Selinsing, Diki Apriansyah, saat ini fasilitas yang tersedia di Kampong Reklamasi sudah cukup lengkap. Dan yang terbaru PT Timah Tbk telah membangun area pemancingan. Menurut Diki, ide dibuatnya area pemancingan itu berasal dari permintaan pengunjung, mengingat sudah ada kolam atau tambak yang bisa digunakan. “Berawal dari masukan dari masyarakat yang berkunjung ke reklamasi ini, dan kami sambut baik masukan itu,” katanya.

baca juga: Wonderful Indonesia Hadir di Pameran Pariwisata CAExpo-TE 2023, Tiongkok

Area pemancingan ini masih dalam pembangunan dan, “Rencananya akan dibuka untuk umum, di sekitar akhir tahun bulan Desember tahun ini,” ucap Diki. Pihaknya berharap, penambahan fasilitas ini bisa menambah jumlah kunjungan ke Kampong Reklamasi tersebut. “Dengan adanya penambahan aset ini mudah-mudahan bertambah juga masyarakat yang datang ke kampung reklamasi ini,” harapnya.

Diki mengungkapkan, pihaknya bersama PT Timah Tbk akan terus melengkapi fasilitas, guna menambah kenyamanan pengunjung. Seperti wahana permainan anak , kolam renang dan lainnya.

Demi Keberlanjutan Lingkungan

Kampong Reklamasi Selingsing dibangun di atas lahan bekas tambang seluas 17,7 hektare. Dikembangkan oleh PT Timah Tbk (Grup MIND ID), pengelolaan kawasan wisata ini dikerjasamakan dengan BUMDes Selinsing.

Harga tiket masuk Kampong Reklamasi Selingsing sangat terjangkau, berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per orang. Diki menyebut kunjungan wisatawan berkisar 500 orang setiap bulan. Menurutnya, jumlah kunjungan itu cukup stabil dan menjadi tanda tingginya animo masyarakat terhadap Kampung Reklamasi Selinsing.

Pembangunan Kampong Reklamasi Selinsing sendiri merupakan wujud komitmen anggota BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID PT Timah Tbk, dalam menjaga lingkungan dan mengembangkan masyarakat sekitar wilayah tambang. Selain itu, pembangunan tempat wisata edukatif ini merupakan salah satu bentuk kontribusi PT Timah Tbk dalam mendukung pembangunan pariwisata di Kabupaten Belitung Timur.

baca juga: Sharp Luncurkan Penjernih Udara Purefit Seri Baru

Sekretaris Perusahaan MIND ID Heri Yusuf mengatakan, MIND ID melalui PT Timah Tbk ingin memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Melalui Kampong Reklamasi Selinsing ini Grup MIND ID ingin memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, khususnya di kawasan operasional perusahaan,” katanya.

Kampong Reklamasi Selinsing telah diresmikan pada Desember 2022 lalu. Sejak saat itu telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Belitung Timur.

Untuk diketahui, MIND ID (Mining Industry Indonesia) adalah BUMN Holding Industri Pertambangan, berlabel PT Mineral Industri Indonesia (Persero). Memiliki mayoritas saham pada empat perusahaan industri tambang terbesar di Indonesia; PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

MIND ID berkomitmen untuk terus membangun ekosistem pertambangan berkelanjutan, menjadi pelopor Program Dekarbonisasi, sekaligus ujung tombak Hilirisasi Produk Pertambangan. MIND ID mengelola sumber daya alam untuk peradaban, kemakmuran, dan masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Artikel Terkait

Leave a Comment