Akan Transformasi Kota Makkah, Arab Saudi Bangun Mega Proyek Seluas 12 Juta m2

Bagikan

kota

Sebuah proyek mega berlabel “Pintu Raja Salman” sedang dibangun di Kota Makkah, Arab Saudi. Peluncurannya dilakukan langsung oleh Yang Mulia Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota/ Perdana Menteri sekaligus Ketua Dewan Direksi RUA AlHaram AlMakki Company, (15/10).

Proyek ini digadang-gadang akan mentransformasi kota suci umat muslim dan dikembangkan dengan konsep multifungsi. Dengan luas lantai (kotor) hingga 12 juta m2, proyek ini akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan Makkah dan area intinya. Sekaligus menetapkannya sebagai tolok ukur global dalam perencanaan kota modern.

Transformasi pengembangan kota dan infrastruktur Pintu Raja Salman akan berkontribusi dalam meningkatkan akses ke AlMasjid AlHaram. Selain juga untuk meningkatkan kualitas layanan, dan memperkaya “pengalaman” perjalanan para pengunjung kawasan tujuan utama perjalanan ibadah jemaah.

Terletak secara strategis di sebelah AlMasjid AlHaram (Masjidil Haram), kawasan pengembangan terpadu ini akan mengutamakan peningkatan layanan ke jenjang yang lebih tinggi. Merangkum fungsi, perhotelan, komersial, dan budaya, dalam bentuk gedung-gedung tinggi.

kota

Pengembangan baru ini juga menambah kapasitas sekitar 900,000 ruang salat, di dalam maupun luar ruangan. Ruang-ruang baru ini ada dalam berbagai bentuk, seperti plaza, praying balcony, mezzanine, dan skywalk. Termasuk dalam pengembangan ini perluasan plaza yang berorientasi pada jalur pejalan kaki, di depan jalan Jabal Al Kaaba dan Zamzam Plaza, yang menjadi gerbang utama Masjidil Haram.

Dengan konektivitas tanpa hambatan ke jaringan transportasi umum, Pintu Raja Salman akan memastikan akses yang mudah dan kenyamanan. Proyek ini juga akan memulihkan dan mengembangkan sekitar 19,000 m2 situs warisan, serta melestarikan warisan budaya dan sejarah Kota Makkah, untuk memperkaya perjalanan jemaah.

Namun tentunya dengan tetap memberikan penghormatan tertinggi terhadap identitas Makkah, dengan memadukan warisan arsitektur yang kaya dengan gaya hidup modern kelas dunia untuk menciptakan pengalaman yang benar-benar unik. Penghormatan tersebut diwujudkan dengan membuat semua orientasi bangunan dan perjalanan ke Kabah, sebagai pusat ibadah umat Muslim.

baca juga: Address Walkway, Akses Baru dari Hotel Address Jabal Omar Langsung ke Masjidil Haram

kota

Pintu Raja Salman dikembangkan oleh RUA AlHaram AlMakki Company, sebuah perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF), pengelola dana kekayaan kerajaan. Pengembang utama asal Arab Saudi yang berfokus pada pengembangan proyek-proyek di sekitar AlMasjid AlHaram di Makkah.

Perusahaan ini juga berkomitmen terhadap pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan melalui solusi inovatif yang menciptakan dampak positif bagi penduduk, jemaah, dan pengunjung, sambil melestarikan kekayaan budaya Makkah. RUA AlHaram AlMakki berkomitmen pada praktik terbaik global dalam pengembangan real estat dan memastikan pengalaman luar biasa, terutama bagi jemaah kota suci tersebut, dengan meningkatkan infrastruktur Makkah ke standar internasional tertinggi, guna memenuhi kebutuhan komunitas Muslim global, sambil tetap melestarikan kekayaan warisan kota tersebut.

Transformasi Kota dan Ekonomi Negara

kota
Masterplan of King Salman Gate by RUA AlHaram AlMakki Company

Pengembangan proyek ini seiring dengan tujuan transformasi ekonomi Visi Arab Saudi 2030 melalui penciptaan lebih dari 300,000 lapangan kerja pada tahun 2036.

Mengutip dari the NationalNews, Arab Saudi saat ini sedang meningkatkan perekonomiannya dari sektor non-minyak, dan menarik lebih banyak investasi asing secara langsung (foreign direct investment). Hal ini kemudian diikuti dengan reformasi kebijakan dan peraturan di banyak sektor, termasuk propertu, investasi dan perusahaan pengelola dana.

Di tahun ini, peraturan baru Kerajaan Arab Saudi membolehkan orang asing membeli properti di kawasan-kawasan khusus di Kota Riyadh dan Jeddah, dan kepemilikan rumah dengan “persyaratan khusus” di Kota Makkah dan Madinah. Kebijakan baru ini juga mengijinkan orang asing untuk berinvestasi di perusahaan publik lokal yang memiliki real estat di kedua kota suci tersebut, sebagai upaya kerajaan menarik investasi asing.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *