
Tahun baru saja berganti. Tak hanya kalender saja yang diganti, tampilan ruang di rumah pun waktunya diubah. Selain untuk mendapatkan suasana baru yang lebih segar, tak sedikit orang yang menata ulang demi untuk mengikuti tren.
Nah, agar tak salah membaca tren—walaupun tak harus sepenuhnya diikuti—berikut ini beberapa gaya yang akan disuka di sepanjang tahun 2026. Beberapa sudah terlihat dari tahun lalu dan masih akan berlanjut di tahun ini.
-
Gaya Tradisional yang Hangat
Tapi bukan yang formal atau kaku, melainkan yang terasa lebih hangat, membumi dan elegan. Demikian tulis Houzz. Mengambil inspirasi dari pedesaan Inggris dan pengaruh Tudor modern, bentuk lengkung dan tepian bergelombang akan banyak hadir, melembutkan ruangan. Selain juga akan banyak hadir perabot built-in, dinding berlapis panel, serta detil ukiran kayu, menambahkan nuansa dan karakter pada ruang.
Warna-warna alami seperti hijau zaitun, abu-abu kecoklatan, dan cokelat tua—dipadukan dengan kayu yang diwarnai dan warna biru atau merah anggur yang lembut—memperkuat pesona abadi gaya ini.
-
Art Deco Beri Tampilan Glamor

Houzz juga menyebut kalau gaya Art Deco akan kembali populer. Hadir dengan geometri yang berani, material mewah, dan keanggunan nan abadi akan mengisi rumah-rumah modern dengan gaya glamornya.
Gaya ini dikenal dengan motif chevron, pola sinar matahari, dan detil bertingkat. Dipadukan dengan material marmer nan mewah, atau permukaan yang dipernis serta aksen metalik yang didapat dari kuningan, emas, atau krom. Gaya ini diperkaya dengan permainan warna-warna permata dan nuansa tanah, seperti zamrud, oker, dan arang yang memberi kesan dalam, sementara cermin dan lapisan mengkilap memperkuat pencahayaan dan kesan dramatis.
Agar lebih kekinian, padukan dengan sentuhan kontemporer, guna menciptakan ruang yang terasa mewah dan modern.
-
Skandinavia, Terang Tapi Lembut
Kurator Archiproduct menyebut furnitur bergaya Skandinavia masih akan terus mendominasi di tahun 2026. Gaya ini tetap disuka, karena mampu menciptakan ruang dengan nuansa damai, nyaman, dan wellness.
Awalnya dikembangkan untuk memaksimalkan cahaya alami selama musim dingin yang panjang dan gelap, gaya interior Skandinavia berakar pada minimalisme dan fungsionalitas, dengan koneksi yang mendalam terhadap alam. Desainnya ditandai dengan palet warna putih dan netral yang lembut—seperti abu-abu mutiara, krem pasir, dan hijau sage—yang memantulkan cahaya dan memberikan kesan luas. Kayu dalam balutan warna alami yang terang menjadi hal utama, terutama pada lantai dan furnitur dengan garis-garis bersih dan finishing alami yang menekankan pada tekstur. Semua itu menciptakan ruang tampil dengan nuansa yang nyaman, teratur, dan menenangkan.
-
Japandi yang Meditatif dan Tenang
Gaya Japandi juga masih disuka, menurut Archiproduct. Mewakili perpaduan harmonis antara filosofi desain Jepang dan Skandinavia, menghasilkan gaya desain yang mewujudkan keseimbangan, ketenangan, dan penghormatan terhadap material alami.
Rumah bergaya Japandi dikenal karena kesederhanaannya yang tampil dalam palet berwarna lembut dan alami, seperti abu-abu kecoklatan, pasir, dan antrasit. Pun dengan furniturnya yang berprofil rendah, menghadirkan suasana meditatif, tenang dan penuh kesadaran (mindful living) serta mewah sekaligus bersahaja. Dianggap sebagai salah satu tren furnitur paling relevan tahun 2026, Japandi terus menginspirasi dengan kemampuannya untuk menggabungkan kedalaman budaya dan minimalisme kontemporer.
Material seperti kayu mentah, linen, kertas beras, dan keramik bertekstur merupakan inti dari gaya desain interior Japandi. Ketidaksempurnaan tidak ditutupi sesuai dengan filosofi wabi-sabi. Meski menggunakan furnitur berukuran besar, tapi ruang tidak terkesan penuh sesak. Sebaliknya, ruang terlihat ditata dengan cermat bahkan berani menghadirkan “area kosong”, sebagai elemen desain yang bermakna dan aktif. Pencahayaannya menyebar dan lembut, dirancang untuk memandu indera mata dengan lembut tanpa memaksa .
-
Smart Home, Modern dan Praktis
Penataan ruang yang terbuka dan multifungsi masih akan hadir, menginspirasi desain yang lebih cerdas dan lebih tersembunyi. Perangkat rumah tangga yang siap pasang dengan panelnya, tudung asap yang tak terlihat kentara, lemari-lemari dengan pintu geser, dan unit penyimpanan dengan sistem hidrolik, menyatukan teknologi dan kebutuhan hidup dalam arsitektur.
Pencahayaan dan pengendalian perangkat rumah tangga berbasis sistem rumah pintar makin mengemuka, dan dalam bentuk tak terlihat (seamless), seperti TV yang muncul dari atas/bawah kabinet, soket pengisi daya yang ada di balik ceruk/kotak. Memberikan kesan ruang dengan estetika yang rapi, mengalir dan menampilkan craftsmanship yang sangat baik.
-
Keberlanjutan Jadi Pedoman
Keberlanjutan menjadi panduan dalam pemilihan pengisi interior. Mengutamakan material alami, tahan lama, dan ramah lingkungan akan menggantikan barang-barang yang berumur pendek dan sekali pakai. Kayu, batu, logam, dan tekstil berkualitas tinggi yang menua dengan anggun atau dapat diperbaiki, dipadukan dengan furnitur vintage atau bekas, menghasilkan karakter dan jejak karbon yang lebih kecil. Praktis berpadu dengan nilai estetis, memberikan tampilan ruang yang terasa kokoh dan elegan, serta ditata dengan cermat.
Kesadaran akan hal ini mencerminkan pergeseran gaya dan pola konsumsi menjadi lebih bijaksana, sehingga keindahan, fungsi, dan kesadaran lingkungan hidup akan berdampingan dengan harmonis di seluruh rumah.












