
Steel Architectural Awards ASEAN 2026 secara resmi diluncurkan pada acara simposium regional di Jakarta, (27/11). Bertema “Shaping Resilient Futures: Timeless Design with Coated Steel”, 190 perwakilan dari lima negara ASEAN dan Australia, simposium tersebut menjadi forum dinamis bagi para desainer untuk bertukar ide. Peluncuran ini menandai komitmen regional yang kuat terhadap desain abadi dengan baja berlapis.
Melanjutkan kesuksesan edisi perdana tahun 2024, yang menyoroti lima pemenang unggulan dari seluruh ASEAN, penghargaan tahun 2026 bertujuan untuk meningkatkan standar keunggulan arsitektur dengan baja.
“Kami sangat senang meluncurkan program ‘Steel Architectural Awards ASEAN 2026’ di Indonesia, negara dengan warisan desain yang kaya dan berpengaruh. Merupakan suatu kehormatan yang luar biasa untuk menyambut begitu banyak rekan sejawat yang terhormat dari seluruh kawasan hari ini, semuanya disatukan oleh hasrat yang sama untuk keunggulan desain dengan solusi baja,” ujar Ar. Georgius Budi Yulianto, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).
Gelaran ini dipersembahkan oleh BlueScope, bermitra dengan The Association of Siamese Architects under Royal Patronage (ASA) in Thailand, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), the University of Architecture Ho Chi Minh City (UAH) in Vietnam, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan AustCham Singapore.
Panel juri terkemuka yang ditunjuk oleh para mitra akan menyeleksi karya-karya terbaik dan memilih pemenangnya. Para juri tersebut adalah Ar. Asae Sukhyanga, Presiden ASA, Ar. Firman Setia Herwanto (Wakil Presiden IAI/Pemimpin Pavilion 95 Architect), Ar. Dr. Truong Nguyen Hoang Long (Kepala Divisi Lingkungan dan Desain Berkelanjutan UAH), Ar. Dr. Serina Hijjas (Pemimpin dan Direktur Kreatif Hijjas Kasturi Associates Sdn. Bhd. Malaysia) dan Ar. Geoff Croker (Pemimpin fjcstudio Australia).
Pakai Produk Steel Bluescope
“Mengacu pada momentum acara tahun 2024, program tahun depan akan memberikan platform yang lebih luas bagi para arsitek di empat negara ASEAN, termasuk Thailand, untuk mempelajari praktik terbaik internasional, mendorong batasan kreatif, dan memamerkan ‘desain abadi’ mereka dengan menggunakan material bangunan berkualitas tinggi,” kata Ar. Asae Sukhyanga, President ASA.
baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Besar Arsitek-Arsitek ASEAN, Bahas Material Baja dalam Desain

Penghargaan ini terbagi dalam empat kategori, yakni Industri, Komersial, Residensial; dan Institusional Publik & Lainnya. Kompetisi ini terbuka untuk proyek-proyek konstruksi di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang menggunakan material baja BlueScope.
“Produk-produk BlueScope sudah dipercaya di seluruh ASEAN, dan pelanggan kami merupakan pendukung bagi banyak struktur indah, berwawasan ke depan, dan abadi di kawasan ini. Penghargaan ini mengakui pencapaian mereka dan memperdalam kolaborasi kami dengan komunitas desain Australia, untuk semakin memperkuat pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pertumbuhan profesional di seluruh kawasan,” ucap Connell Zhang, Chief Executive, NS BlueScope and BlueScope China.












