RUPSLB RISE Tetapkan Budi Agusti Jadi Direktur Utama

Bagikan

RISE

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (“RISE”) yang digelar di Surabaya, (27/11), menyetujui perubahan susunan direksi. Hal ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dan mendukung rencana ekspansi perseroan. Penyegaran manajemen ini menjadi bagian dari upaya emiten properti dengan portofolio residensial, kawasan industri, dan proyek mixed-use Tanrise City tersebut, serta meningkatkan efektivitas operasional dan tata kelola perusahaan.

Perusahaan yang juga dikenal dengan nama Tanrise Property ini secara resmi menetapkan Budi Agusti sebagai Direktur Utama menggantikan Belinda Natalia. Budi merupakan lulusan Sarjana Akuntansi Universitas Airlangga, Surabaya, dan sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Tancorp Abadi Nusantara, Sidoarjo. Pengalaman tersebut dinilai memperkuat kapasitas perseroan dalam aspek keuangan, governance, dan pengembangan bisnis.

Selain itu, RUPSLB juga mengangkat Samuel Adhiputra Bunjamin sebagai Direktur Perseroan. Samuel merupakan lulusan Bachelor of Architecture (Architectural Science), Ryerson University, Toronto (2011), dengan pengalaman lebih dari satu dekade dalam pengembangan proyek properti. Jabatan terakhirnya adalah Deputi Direktur Project, Mostaff Enterprise Jakarta (2025–Present). Kompetensi teknis dan pengalaman manajemen proyek Samuel menjadi nilai tambah bagi Perseroan dalam mengakselerasi eksekusi pengembangan aset.

“Dengan dukungan pemegang saham dan formasi manajemen yang baru, kami optimis dapat menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat recurring income, dan meningkatkan posisi kompetitif RISE di industri properti dan kawasan industri,” terang Budi Agusti.

baca juga: Dorong Likuiditas Saham, Tanrise Property Bagi Saham Bonus

Ekspansi RISE

Dalam agenda yang sama, perseroan juga mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue.

Dalam aksi korporasi tersebut, Perseroan akan menerbitkan maksimum 1.330.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

RISE

Rencananya, dana yang diperoleh dari rights issue ini akan digunakan untuk melakukan ekspansi dan pengembangan proyek-proyek strategis, termasuk Tanrise City Bandung dan Sidoarjo, Kawasan Industri di Banjarbaru, serta Resor Taman Dayu. Selain untuk penguatan modal kerja dan perbaikan struktur permodalan, aksi korporasi ini juga diarahkan untuk memperkuat basis recurring income perseroan, terutama dari segmen hospitality dan pengelolaan aset berkelanjutan.

Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan PMHMETD I akan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan, arus kas masa depan, serta kapasitas pengembangan proyek. Meski terdapat potensi dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya, Perseroan menegaskan bahwa aksi ini dirancang untuk memberikan nilai tambah jangka panjang melalui penguatan fundamental keuangan.

Direktur Utama RISE, Budi Agusti, menyampaikan “Rights Issue ini bukan hanya tentang pendanaan, tetapi langkah strategis untuk memantapkan fondasi pertumbuhan RISE ke fase yang lebih agresif. Dengan struktur modal yang lebih sehat, kami dapat memperluas portofolio aset yang menghasilkan recurring income dan memperkuat kinerja operasional secara berkelanjutan,” tandasnya

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *