Matera Community Club Paramount Gading Serpong Resmi Dibuka

Bagikan

 

Guna melengkapi hunian elit Matera Residences yang diluncurkan pada akhir 2022, Paramount Land membangun fasilitas utamanya, Matera Community Club (MCC). Sesuai dengan konsep serta karakter dan profil pembeli hunian di Matera Residence, MCC dirancang sebagai fasilitas eksklusif, yang tidak saja memberi kenyamanan pun peningkatan investasi. Sekaligus, “Memperkuat posisi Matera Residence sebagai hunian mewah dan elit yang memiliki fasilitas dan kenyamanan berbeda dengan kawasan hunian lain,” papar M Nawawi, Direktur Utama Paramount Land, pada peresmian pembukaan MCC, di Tangerang, (23/5).

Paramount menyebutnya sebagai klub komunitas, karena fasilitas ini akan melayani penghuni Matera Residences (20 ha) yang akan terbagi dalam tiga cluster (tahap pengembangan). “Juga penghuni Paramount Gading Serpong lain dalam jumlah terbatas, dengan pola membership,” ucap Awi, sapaan karib Nawawi. Dengan pola tersebut diharapkan kenyamanan dan keunggulan fasilitas yang ada di klub ini juga bisa dinikmati penghuni di luar Matera Residence, namun terseleksi, agar eksklusivitasnya tetap terjaga, dan mengutamakan penghuni kawasan.

High-end Profile

Beroperasinya fasilitas ini meski rumah-rumahnya belum rampung, ucap Norman Daulay, Direktur Paramount Land, adalah, “Sebagai salah satu wujud komitmen Paramount Land dalam mendukung gaya hidup konsumen high-end, dengan menyediakan fasilitas terbaik.”

Klub ini didesain oleh tim biro arsitek Sonny Sutanto Architects, dalam gaya desain modern kontemporer, sementara interiornya oleh konsultan interior Grahacipta Hadiprana. Digandengnya mereka, ungkap Henry Napitupulu, Direktur Planning and Design Paramount Land, mengingat kedua biro konsultan desain tersebut sudah berpengalaman merancang hotel dan resor bintang lima, serta bangunan high-end hospitality lain, juga memiliki karakter desain yang kuat.

“Matera Community Club kami desain dengan mengutamakan bentuk geometris yang kuat, seperti kotak, segitiga dan lingkaran yang dipadukan secara dinamis, membentuk massa bangunan yang terintegrasi dengan fungsi-fungsi ruang di dalamnya, sebagai fasilitas publik bagi penghuni dengan high-end profile,” terang Sonny.

Koneksi Visual

Pandemi Covid-19, imbuh Sonny, memberi pengaruh besar pada arsitektur, di mana faktor kesehatan menjadi hal yang sangat diperhatikan. “Sinar matahari dan ruang terbuka untuk berkegiatan menjadi kebutuhan, sesuatu hal yang dicari,” ucapnya. Untuk itu, kami tempatkan kolam renang di sisi timur, sehingga saat sore pun tepi kolam renang tidak terlalu panas, karena ternaungi oleh massa bangunan.

Pada area entrance drop off, ditempatkan water fountain dan area terbuka dengan atap segitiga miring yang ikonik, sekaligus memperlihatkan karakter khas Sonny. Area kolam renang bisa didapat setelah melewati area foyer, yang dibuat terbuka dengan void yang tinggi, sehingga tidak membatasi vista dan melancarkan aliran udara dan sinar matahari. Pada foyer ini, kita juga bisa melihat dinding transparan berupa jendela dari lounge, sehingga menciptakan koneksi visual antara ruang luar dan dalam, terlihat menyatu.

Sekat semi transparan juga dipakai pada beberapa bagian dinding indoor sport hall yang bisa menjadi lapangan basket, futsal dan tenis. Sekat demikian, membuat ruang tetap tertutup, namun udara tetap mengalir bebas.

Community club ini dibangun menggunakan material dari kelas tinggi, baik jenis maupun mereknya. Seperti digunakannya marble slab pada lantai utama bangunan, serta detil dekorasi yang juga ikonik. “Kami menggunakan pendekatan hotel bintang lima, seperti ada transisi antar ruang: publik-semi-privat. Pada ruang duduknya, kami lakukan grouping seating arrangement, namun juga ada area dengan loose arrangement. Lalu ada sudut-sudut yang bisa dijadikan sebagai working space, sebagai respon atas pola kerja masa kini. Interiornya mengadopsi gaya American Classic namun lebih modern dan elegan, yang ditampilkan dengan desain furnitur yang lebih terstruktur, dan penggunaan warna bernuansa hangat. Juga memasukkan kearifan lokal pada desain art works-nya, tapi dalam bentuk yang kontemporer,” papar William K Patty, Design Principal Grahacipta Hadiprana, tentang pengolahan ruang interiornya.

Selain fasilitas-fasilitas yang sudah disebut di atas, bangunan dua lantai ini juga dilengkapi dengan tiga function room, di mana dua di antaranya bisa disatukan, sehingga bisa berkapasitas lebih besar, bowling alley yang akan beroperasi kemudian, put put golf, roof deck yang bisa dijadikan yoga outdoor studio, dan gym dengan dinding kaca yang mengarah ke kolam renang. Juga restoran dengan konsep fine dining yang dibangun di sisi seberangnya.

Matera Community Club kelak akan dikelola oleh Parador Hotel & Resorts, operator hotel di bawah PT Paramount Enterprise International. Dan setiap anggota klub ini akan mendapat special price dan servis dari Seraphim Medical Center – Holistic Life Center, unit usaha lain dari PT Paramount Enterprise International di bidang kesehatan.

Artikel Terkait

Leave a Comment