ITDC Raih 2 Penghargaan pada Ajang THK Tourism Awards 2026

Bagikan

ajang

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih dua penghargaan dalam ajang Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards 2026, (9/1). BUMN sektor pariwisata ini menerima penghargaan THK Awards “Lifetime Achievement”, yaitu penghargaan atas keikutsertaan ITDC selama 10 tahun berturut-turut dan telah mendapat penghargaan super platinum sebanyak dua kali. Penghargaan lainnya adalah THK-CSR Awards, ialah penghargaan atas sinergi ITDC dan petani organik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dan pariwisata hijau.

Dua penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi ITDC dalam mengelola kawasan pariwisata berkelas dunia, yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana, yakni menyeimbangkan harmoni antara manusia, alam, dan budaya. Selain itu, sebagai capaian ITDC yang merefleksikan komitmen perusahaan, dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan dan juga berdampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat sekitar serta lingkungan, khususnya di kawasan The Nusa Dua, Bali.

Director of Commercial & Marketing ITDC, Febrina Mediana, menyatakan, capaian yang diraih pihaknya, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Tri Hita Karana dalam mengembangkan dan mengelola kawasan. “Penghargaan ini jadi motivasi kami untuk terus memperkuat pengelolaan kawasan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif, dengan menempatkan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sebagai fondasi utama dalam setiap pengembangan kawasan,” ujarnya.

Sementara itu General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menambahkan, capaian THK-CSR Awards adalah hasil kolaborasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan kawasan. “Penghargaan ini merupakan buah dari komitmen bersama dalam menjalankan program tanggung jawab sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar kawasan,” ungkapnya.

Didapatnya dua penghargaan tersebut pada ajang ini menegaskan posisi ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata nasional yang mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, serta selaras dengan tanggung jawab sosial dan pelestarian nilai budaya lokal. Capaian ini mendorong perusahaan untuk terus memperkuat pengelolaan kawasan pariwisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, pemangku kepentingan, dan perekonomian nasional.

Ajang Ke-25

THK Awards tahun ini adalah yang ke-25 tahun. Mengutip dari ATNews, pada penyelenggaraan tahun ini, THK Awards membawa visi baru dengan menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Bali untuk menyambut era wellness tourism. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan standar keamanan wisata.

Selain dua penghargaan yang diterima ITDC, THK Tourism Awards memberikan untuk tiga kategori utama lain, yakni THK-Innovation Awards, THK-PR Awards dan THK Awards and Accreditation. Pada penyelenggaraan tahun ini, THK Tourism Awards memberikan penghargaan kepada 47 hotel dan Daerah Tujuan Wisata (DTW).

baca juga: Konsisten Terapkan Prinsip Berkelanjutan, The Nusa Dua Raih Penghargaan pada 10th BTA 2025

Penilaian ajang penghargaan ini didasarkan pada tiga unsur utama dalam prinsip Tri Hita Karana, yaitu Parahyangan (hubungan harmonis manusia dengan Tuhan), Pawongan (hubungan harmonis manusia dengan sesamanya), dan Palemahan (hubungan harmonis manusia dengan alam atau lingkungannya).

Mengutip dari BaliTropik, menurut Ketua Yayasan Tri Hita Karana, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, selama 25 tahun perjalanan Tri Hita Karana Awards, sudah memberikan kepada lebih dari 500 hotel dan DTW. Sepanjang masa penyelenggaraan tersebut, Yayasan Tri Hita Karana secara konsisten melalui para asesor yang mumpuni, menelisik hotel-hotel dan DTW di Bali, agar para pelaku industri pariwisata tersebut tetap menjaga nilai-nilai Tri Hita Karana.

Sebagai bentuk pelestarian budaya, panitia tengah menyiapkan THK-Melapa-Melapi Awards yang mulai kembali diberikan pada ajang penyelenggaraan tahun depan. “Ini adalah wujud penghormatan bagi para Chef yang menjaga cita rasa warisan leluhur, agar tetap bertahta di meja perjamuan dunia,” ujar Wisnu.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *