Konsisten Terapkan Prinsip Berkelanjutan, The Nusa Dua Raih Penghargaan pada 10th BTA 2025

Bagikan

berkelanjutan

The Nusa Dua kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan kelas dunia. Hal ini ditandai dengan diraihnya penghargaan bergengsi dalam ajang 10th Bali Tourism Award 2025, yang berlangsung di Bali, (22/08).

Dalam ajang bergengsi ini, kawasan pariwisata terintegrasi yang dikembangkan dan dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut dianugerahi penghargaan kategori “Bali Leading Sustainable Tourism – Destination Management”. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi ITDC dalam mengembangkan kawasan pariwisata terintegrasi dengan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai diferensiasi utama, sekaligus menghadirkan pelayanan terbaik bagi wisatawan dan pengunjung.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. “Penghargaan ini merupakan cerminan dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari tenant, masyarakat desa penyangga, hingga stakeholder pariwisata, yang bersama-sama berkomitmen menciptakan kawasan pariwisata berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kawasan The Nusa Dua, agar tetap menjadi pilihan utama wisatawan untuk berkunjung, beraktivitas, maupun menginap, dengan dukungan fasilitas lengkap dan sistem keamanan terintegrasi yang kami miliki.”

Penghargaan ini semakin mempertegas positioning The Nusa Dua sebagai pionir pengembangan kawasan wisata berkelanjutan di Indonesia. Saat ini, ITDC tengah fokus pada peningkatan sistem pengelolaan limbah terintegrasi, penerapan moda transportasi ramah lingkungan, serta pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai langkah nyata mendukung pariwisata hijau di Bali.

Bali Tourism Award yang diselenggarakan setiap tahun oleh Indonesia Travel Tourism Awards Foundation (ITTA Foundation) merupakan salah satu ajang penghargaan paling prestisius di industri pariwisata Bali. Ajang ini memberikan pengakuan kepada para pelaku industri yang menunjukkan performa luar biasa dalam pelayanan, inovasi, dan kontribusi bagi pengembangan pariwisata. Tahun ini, BTA 2025 memberikan 50 penghargaan dalam berbagai kategori, mulai dari hotel, resort, villa, agen perjalanan, maskapai, hingga destinasi wisata, dengan proses penjurian melalui kombinasi riset pasar dan penilaian dewan juri independen.

baca juga: Kawasan Nusa Bali Kini Dilayani dengan Shuttle Bus Listrik

Selain The Nusa Dua, beberapa tenant ITDC di kawasan juga turut meraih penghargaan dalam ajang ini, yang semakin menunjukkan sinergi positif kawasan dengan para pelaku industri pariwisata. Di antaranya, Ayodya Resort Bali meraih penghargaan sebagai Bali Leading Family Resort, dan Nusa Dua Beach Hotel and Spa – Handwritten Collection sebagai Bali Leading Thematic Resort.

“Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran ITDC dalam pengelolaan kawasan pariwisata premium di Bali yang tidak hanya menghadirkan fasilitas berstandar internasional, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mengimplementasikan filosofi Tri Hita Karana sebagai dasar pengelolaan kawasan,“ tutup Dwiatmika.

Program Berkelanjutan ITDC

Selain di the Nusa Dua, sejatinya program keberlanjutan ini juga diterapkan di kawasan-kawasan wisata lain yang ada di bawah kelolaan ITDC. Seperti yang dilaksanakan di the Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 15-17 Agustus 2025 lalu, melalui aktivitas Program Relawan Bakti Batch VIII BUMN 2025.

Membawa semangat kolaborasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat semangat kemerdekaan Indonesia di usia ke-80, aksi nyata ini dilaksanakan pada bidang pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMKM.

Human Capital Development & Sustainability Group Head, Robby Saputra mengatakan, “Relawan Bakti BUMN 2025 di The Mandalika menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dapat diwujudkan melalui program kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan yang terintegrasi di bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan UMKM, kami ingin memastikan kehadiran BUMN memberikan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal.”

Rangkaian kegiatan tersebut antara lain kegiatan integrated farming system bersama kelompok tani Hydroku, serta edukasi manajemen keuangan kepada kelompok tani di Dusun Lengser, Kuta. Lalu, penanaman 80 pohon di area Pertamina Mandalika International Circuit, dan dilanjutkan dengan program BUMN Mengajar di SDN Ngolang, Pujut.

berkelanjutan

Aksi nyata terkait program keberlanjutan itu juga dilaksanakan di tengah gelaran internasional The Lake Toba GP 2025, yang berlangsung pada 23-24 Agustus lalu. Di sela-sela ajang lomba perahu motor tersebut, ITDC melaksanakan aksi Parade Clean Up, (22/8). Melibatkan 50 relawan, kegiatan ini berupa pembersihan sampah di sekitar area venue balap di Balige, Danau Toba.

Organizing Committee Chairman The Lake Toba GP/Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyatakan “Melalui ESG Waste Management Campaign, kami ingin memastikan bahwa keindahan Danau Toba terjaga dan dapat terus dinikmati generasi mendatang. Kami bangga melihat antusiasme relawan yang ikut terlibat langsung dalam aksi ini. Hal ini membuktikan bahwa sport tourism dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.”

Selain itu, ITDC juga menggelar edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat mengenai cara memilah, mengurangi, serta membuang sampah dengan benar. Untuk memperkuat pesan ini, berbagai signage dan media edukasi dipasang di sekitar venue, menjadi pengingat bagi seluruh pengunjung tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *