
IndoBuildTech Expo Part 1 2026 kembali menjadi ajang yang menghadirkan beragam inovasi di sektor material bangunan, arsitektur, desain interior, dan teknologi konstruksi. Berlangsung di Hall 2 ICE BSD City, Tangerang, hingga 12 Juli 2026, pameran ini mempertemukan lebih dari 550 peserta dari 11 negara untuk menampilkan produk dan solusi terbaru yang mendukung pembangunan hunian maupun proyek komersial.
Sebagai salah satu pameran industri bangunan terbesar di Indonesia, IndoBuildTech Expo Part 1 2026 menghadirkan peserta dari Indonesia, China, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Singapura, Vietnam, Kanada, Malaysia, India, Hong Kong, dan Filipina. Ratusan perusahaan tersebut membawa inovasi yang menjawab kebutuhan pasar, mulai dari material bangunan, teknologi konstruksi, perlengkapan interior, hingga solusi pembangunan berkelanjutan.
Pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai produk dari merek-merek ternama seperti TACO, DEKKSON, KOHLER, RB SHERA, IN-LITE, TOSTEM, PALOMA, HELLENOZ, serta ratusan peserta lainnya yang menawarkan solusi untuk hunian, bangunan komersial, hingga proyek konstruksi berskala besar.
Pembukaan pameran dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Ketua Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Erie Heryadi, Ketua Umum Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKINDO) Rikardo B. Manurung, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten Ar. Shri Chandra Satryotomo, serta Direktur PT Debindo International Trade and Exhibition Rafidi Iqra Muhammad.
Rafidi mengungkapkan bahwa IndoBuildTech telah berkembang menjadi lebih dari sekadar pameran produk. Menurutnya, ajang ini menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, dan kolaborasi yang menghubungkan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, hingga profesional untuk mendorong pertumbuhan industri bangunan nasional.
Kolaborasi yang dimaksud antara lain dengan IAI yang menghadirkan pameran seni instalasi bertajuk National Architecture Installation Festival (NAIFEST). Atas kolaborasi ini Shri Chandra Satryotomo menyebut, kehadiran NAIFEST dapat menjadi wadah yang mempertemukan kreativitas dengan perkembangan material dan teknologi. Hal itu karena didasarkan pada penilaian bahwa arsitektur tidak hanya berbicara mengenai bentuk bangunan, tetapi juga bagaimana sebuah ruang mampu memberikan pengalaman dan menjawab kebutuhan masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup.
Atas itu semua Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa disapa AHY mengapresiasi penyelenggaraan IndoBuildTech Expo ini, karena bisa menjadi sebagai ruang kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berhasil, tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari kualitas, keberlanjutan, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Industri Konstruksi

Selain menghadirkan ratusan inovasi produk, IndoBuildTech Expo Part 1 2026 juga menyelenggarakan berbagai program yang memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat kolaborasi di industri bangunan.
NAIFEST yang menampilkan instalasi arsitektur berskala nyata karya para arsitek dan desainer Indonesia, menjadi salah satu daya tarik pameran ini. Melalui eksplorasi ruang dan material, setiap instalasi menghadirkan pengalaman yang interaktif sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat, arsitek, maupun desainer interior.
Aspek edukasi diperkuat melalui Archilab, ruang diskusi yang menghadirkan seminar, workshop, panel discussion, dan presentasi studi kasus bersama para praktisi, akademisi, serta pelaku industri. Berbagai sesi tersebut membahas tren arsitektur, perkembangan teknologi konstruksi, hingga isu pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, program Inception menjadi wadah bagi berbagai perusahaan untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, melalui presentasi bisnis maupun peluncuran produk. Porgram ini membuka peluang kolaborasi sekaligus mempercepat adopsi inovasi di sektor building material, arsitektur, dan desain interior.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku industri, penyelenggara kembali menghadirkan “IndoBuildTech Awards”, yang diberikan kepada developer, kontraktor, dan desainer interior. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan mereka menghadirkan inovasi dan kualitas dalam setiap produk atau proyeknya. Wujud apresiasi lain yang diadakan adalah IndoBuildTech Architecture Prize 2026, yang menjadi ajang penghargaan bagi biro arsitektur dan praktisi yang menghasilkan karya visioner dan memberikan konstribusi terhadap perkembangan lingkungan binaan di Indonesia.
Selama penyelenggaraan pameran juga berlangsung berbagai agenda strategis, seperti Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional (Rakorpimnas) INKINDO, Talkshow Nasional Urban Forum Kementerian PU PKP, ASEAN Seminar & Archinesia MasterTalk, rangkaian kegiatan AP3I, hingga Musyawarah Nasional (Munas) INTAKINDO. Berbagai forum tersebut, menjadi wadah bertukar gagasan, memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, sekaligus mendorong inovasi di sektor konstruksi, arsitektur, dan desain interior.
Melalui kombinasi pameran produk, forum edukasi, instalasi arsitektur, hingga ajang penghargaan tersebut, IndoBuildTech Expo Part 1 2026 tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan inovasi terbaru, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi masyarakat yang tengah merancang atau membangun hunian serta bagi para profesional yang ingin mengikuti perkembangan material bangunan, desain interior, dan teknologi konstruksi terkini.












