Agung Podomoro Group Rilis Kawasan Super Premium di Kaltim

Bagikan

Setelah berfokus pada wilayah lain, Agung Podomoro Group (APG) kembali menghadirkan proyek prestisius di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur. Diberi label “The Premiere Hills”, proyek baru ini dirancang sebagai area hunian prestisius super premium, yang ditujukan bagi kelas menengah atas.

“Kami bersyukur The Premiere Hills sudah dapat diperkenalkan ke masyarakat luas. Hal ini mencerminkan bahwa Agung Podomoro Group memiliki komitmen tinggi dalam menghadirkan hunian eksklusif yang modern, elegan dan sophisticated. Apalagi kawasan ini berada di area proyek kami yang sudah existing dan sudah dikenal dengan baik di wilayah Kalimantan Timur. Praktis kehadirannya akan semakin memperkuat kawasan dan memiliki efek berganda untuk lingkungan sekitarnya,” jelas Direktur Agung Podomoro Paul Christian, saat pengenalan proyek tersebut, (25/9). Adapun proyek existing yang dimaksud adalah Bukit Mediterania Samarinda.

Resor Kelas Dunia

GM Marketing The Premiere Hills Yoga Gunawan menjelaskan, The Premiere Hills memiliki beberapa keunggulan. Yakni berada di ketinggian 135 meter DPL, dikelilingi tropical forest, serta memiliki tiga danau dengan pemandangan yang indah, dan satu-satunya area yang berada di puncak tertinggi di Samarinda. Wajar jika membuat udara di area ini masih terasa segar dan memiliki cityview terbaik.

Dengan kelebihan lokasinya tersebut, The Premiere Hills dirancang serupa area resor yang mewah berkelas internasional. “Sebanyak 73 persen dari area seluas 14 ha akan merupakan area terbuka hijau,” jelas Yoga.

Hunian premium ini hanya menawarkan dalam jumlah terbatas, 189 unit. Terdiri atas empat tipe, yakni Ulin dengan luas tanah mulai dari 200 sampai 240 m2, lalu tipe Bengkirai (LT 128-165 m2), Balau (LT 128-225 m2) dan yang terbesar, tipe Gaharu (LT 1.100-1.300 m2). Harga perdananya mulai dari Rp 900-an juta.

Sebuah club house mewah yang akan melengkapinya dengan fasilitas eksklusif, antara lain kolam renang, jacuzzi, private cinema, open lawn, dan multifunction hall. Beragam taman tematik juga akan dibangun di beberapa sudutnya, seperti linear garden, hilltop forrest, flower terrace dan flower hills, plus sebuah taman besar seluas 1,8 ha.

Lokasi Premiere Hills ada di Jl MT Haryono, Rawa Indah, dekat dengan Bandara APT Pranoto, serta jalan tol Samarinda-Balikapapan dan jalan utama penghubung ke Ibu Kota Negara baru, Nusantara. “Dari Samarinda ke Nusantara, hanya sekitar 1,5 jam,” ungkap Yoga. Area ini pun dekat dengan pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya seperti rumah sakit, sekolah, dan universitas. The Premiere Hills akan punya dua jalan masuk, pertama berada di jalan MT Haryono dan alternatif kedua melalui Bukit Mediterania Samarinda fase 1. Sebagai penanda kawasan, akan dibangun gerbang mewah dan ikonik.

Investasi Aman

Paul mengatakan sebagai katalisator kebangkitan properti tanah air, APG terus adaptif, solutif dan inovatif menghadirkan kawasan yang memiliki nilai investasi tinggi. “Investasi properti selalu menjadi aset fundamental bagi investor. Selain meminimalisasi risiko, berinvestasi properti memiliki keuntungan besar di kemudian hari karena harga properti selalu naik,” kata Paul.

Kembali hadirnya APG di Samarinda, seperti disampaikan Paul, karena kota itu sebagai Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur, juga jadi penghubung kota besar lain di propinsi tersebut. Yakni Balikpapan, Tenggarong, Bontang dan Berau, dengan basis ekonomi pertambangan yang mana saat ini harganya sedang kembali naik.

Selain itu juga sebagai langkah awal antisipatif pembangunan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim. Pembangunan tersebut, kata Paul, dipastikan akan menambah populasi yang membutuhkan hunian dengan konsep dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Hal senada dinyatakan oleh Presiden Direktur Era Indonesia Darmadi Darmawangsa, “Dengan adanya IKN mau tidak mau ekonomi akan bergerak dari sini dan orang yang paling diuntungkan adalah orang yang mengambil kesempatan sebelum bergerak. Sebelum ketapelnya ditarik lebih dalam, orang sudah ambil posisi dulu. Dan setelah bergerak, mereka mendapatkan imbal balik yang diuntungkan nantinya. Jadi ini waktu yang tepat beli,” tuturnya.

Menurut Darmadi, secara makro, daya tahan industri properti yang telah teruji waktu, membuktikan bahwa investasi di sektor ini paling menjanjikan. “Properti justru menjadi aset investasi yang anti-inflasi, yang menjaga dana atau aset lebih aman bahkan terus mengalami pertambahan nilai,” ujarnya.

Namun meski dinilai sebagai elemen investasi yang aman, konsumen tetap harus hati-hati. Sebab, imbuh Darmadi, kenaikan harga properti sangat bergantung pada komitmen developer dalam merealisasikan janjinya. Hal mudah yang bisa dilihat adalah dari pembangunan dan perawatan infrastrukturnya. Darmadi menilai area the Premiere Hills memiliki infrastruktur yang baik, dan pengembangnya sudah punya pengalaman lebih dari 50 tahun.

Artikel Terkait

Leave a Comment