
Kinerja PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) sepanjang 2025 makin moncer. Perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, dan telah beroperasi sejak 2003 ini, mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba tahun berjalan yang signifikan, mencerminkan keberhasilan strategi bisnis dan optimalisasi portofolio proyeknya.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun 2025, Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp410,72 miliar, meningkat sekitar 12,35% dibandingkan Rp365,59 miliar pada 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi penjualan properti, serta kinerja segmen operasional yang lebih optimal. Penjualan apartemen menunjukkan kenaikan yang tinggi di 155% YoY dan menyumbang 37% dari total pendapatan di 2025, naik dari 16% di 2024. Namun pendapatan dari segmen perhotelan menurun, sejalan dengan kebijakan pengetatan pemerintah, sehingga kontribusinya menurun menjadi 44% dari total dari 60% di 2024.
Laba Naik Signifikan
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, perusahaan yang masuk bursa sejak 2018 ini juga berhasil mencatatkan lonjakan profitabilitas yang kuat. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp92,21 miliar, meningkat signifikan sekitar 165% dibandingkan Rp34,81 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini ditopang oleh peningkatan laba usaha serta efisiensi beban operasional yang berkelanjutan. Selain itu, laba usaha Perseroan meningkat menjadi Rp85,90 miliar dari Rp46,66 miliar pada 2024, mencerminkan perbaikan margin dan efektivitas pengelolaan biaya.
“Pencapaian kinerja sepanjang 2025 menunjukkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan yang konsisten serta lonjakan laba tahun berjalan mencerminkan keberhasilan kami, dalam mengelola proyek secara selektif dan meningkatkan efisiensi operasional.” ujar Presiden Direktur RISE, Budi Agusti.
Dari sisi struktur pendapatan, segmen pengembangan real estat masih menjadi kontributor utama dengan kontribusi hingga 54% atau Rp220,9 miliar, sejalan dengan fokus bisnis Perseroan sebagai pengembang properti. Di sisi lain, kontribusi dari segmen perkantoran dan hospitality mulai menunjukkan peran yang semakin penting dalam memberikan pendapatan berulang (reccuring income) yang lebih stabil, terutama seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
baca juga: Tanrise Property Akan Luncurkan Sekaligus 3 Proyek Premium di 2 Kota
2026 Fokus Pendapatan Berulang
Memasuki tahun 2026, Perseroan akan tetap berfokus pada pengembangan proyek-proyek yang memiliki daya serap pasar yang kuat, sekaligus mempercepat monetisasi proyek eksisting untuk mendukung arus kas yang lebih sehat. Di saat yang sama, Perseroan juga terus mendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang, khususnya dari segmen hospitality dan aset komersial, guna memperkuat stabilitas kinerja jangka panjang. Kombinasi tersebut akan menjadi fondasi yang kuat bagi Perseroan dalam menjaga kesinambungan kinerja di masa mendatang.
“Dengan landasan kinerja yang kuat di 2025, Perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada tahun-tahun mendatang. Melalui strategi pengembangan proyek yang terukur serta diversifikasi portofolio sekaligus menjaga disiplin keuangan untuk memastikan keberlanjutan kinerja di tengah dinamika industri properti,” tutup Budi.

Perusahaan yang lebih dikenal dengan jenama Tanrise ini telah mengembangkan berbagai portofolio unggulan, termasuk KYO Apartemen Surabaya, Taman Dayu, Tritan Point Warehouse, Grand Sunrise, Voza Tower dan Vasa Suite Surabaya termasuk beberapa proyek strategis yang siap dikembangkan seperti Tanrise City Lingkar Timur Sidoarjo, Tanrise City Bandung dan Tanrise Industrial Estate Banjarbaru.












