
Gedung-gedung besertifikasi hijau makin mendapat tempat di pasar properti di Indonesia. Walau jumlahnya masih relatif sedikit dibandingkan dengan negara-negara lain, namun pertumbuhannya cukup pesat dalam lima tahun terakhir. Banyak hal yang membuat pengelola properti komersial di Indonesia seakan tak mudah untuk memenuhi kriteria sesuai dengan standar hijau.
Menurut Colliers Indonesia, pengelolaan gedung komersial di Indonesia menghadapi tiga tantangan, yakni biaya operasional yang terus meningkat, target pengurangan emisi karbon, dan tuntutan kenyamanan penghuni. Tantangan ini semakin kompleks karena sertifikasi bangunan hijau kini menjadi standar gedung-gedung di perkotaan.
Pasar properti komersial yang belum pulih sepenuhnya dari dampak Covid-19 dan keterbatasan peningkatan pendapatan aset, menjadikan fokus pengelolaan kini beralih ke efisiensi biaya operasional, terutama biaya konsumsi listrik yang mencapai 25%-30% dari total Opex (operational expenditure) bulanan gedung komersial.
Untuk itu pengelola gedung perlu mencari sistem atau pola kerja baru terkait dengan hal tersebut. Memahami pengeluaran apa yang bisa dihemat atau perihal efisiensi apa yang bisa dilakukan, adalah hal penting.
“Sistem HVAC pada bangunan komersial menyerap hingga 60% dari total konsumsi listrik gedung dan secara langsung mendorong emisi Scope 2,” jelas Christina Ng, Head of Facility Management Colliers Indonesia, yang disampaikan pada acara diskusi bertajuk “Zero Capex, Maximum Impacts: Energy Efficiency & Carbon Reduction Solutions”, di Jakarta, (4/2).
Bersama dangan Recoolit, acara tersebut memperkenalkan pendekatan inovatif untuk mencapai efisiensi energi, khususnya sistem HVAC, tanpa memerlukan investasi modal awal (capex). Solusi yang ditawarkan menggunakan model berbasis biaya operasional (opex) seperti skema bagi hasil berdasarkan kesuksesan penghematan.
“Kami membuktikan bahwa tantangan ini dapat diatasi tanpa beban capex melalui pengelolaan sistem gedung yang lebih cerdas dan berkelanjutan,” ujar Christina lagi,
Kelola HVAC
Dari pemaparan disampaikan berbagai solusi yang dapat diterapkan di berbagai tahap operasional, yakni: Optimasi Otomatis Sistem HVAC melalui Building Management System (BMS), Teknologi AI untuk pengendalian kompresor DX yang lebih efisien dan Solar-as-a-Service untuk transisi energi bersih tanpa investasi awal. Lalu Cooling-as-a-Service dengan sistem HVAC efisien berbasis kontrak layanan dan Pengelolaan refrigeran bertanggung jawab dengan program insentif.
“Developer dan pemilik gedung dapat mengakses teknologi terkini tanpa harus menanggung risiko investasi di awal,” ungkap Zyotty, Senior Manager – Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia. “Dengan pendekatan success-based, pembayaran Opex hanya dilakukan ketika hasil efisiensi energi telah terverifikasi dan penghematan benar-benar terealisasi.”

”Selaras dengan pendekatan oleh Colliers, kami juga membangun ekosistem bersama yang bertujuan untuk terus membantu menurunkan emisi karbon dari refrigerant yang sering terlupakan. Upaya ini didukung penuh oleh Recoolit, sehingga tidak dikenakan biaya sama sekali, bahkan ada nilai ekonomisnya” ungkap Erik Cahyanta, Senior Business Development Manager Recoolit.
Tak Perlu Capex
Pendekatan tanpa Capex ini memungkinkan pemilik dan pengelola properti komersial segera merasakan manfaat ganda: penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi karbon, tanpa perlu terlebih dahulu mengalokasikan anggaran investasi besar.
Berbagai solusi yang disosialisasikan dapat menurunkan hingga 20% penggunaan listrik gedung setiap bulannya, berdampak signifikan bagi profitabilitas dan keberlanjutan gedung komersial di Indonesia.
Seperti tertera pada lamannya, Recoolit adalah perusahaan yang menciptakan kredit karbon berkualitas tinggi, menawarkan solusi sederhana dan efektif bagi perusahaan dan individu yang ingin mengurangi jejak karbonnya. Teknologi Recoolit mengoordinasikan ekosistem mitra untuk menangkap limbah refrigeran berbahaya dan memusnahkannya, secara permanen mencegah dampak lingkungan. Bagi pemilik gedung, Recoolit bisa membantu untuk “mengubah” bangunan melampaui standar ramah lingkungan dengan sertifikasi manajemen refrigeran berkelanjutan.












