
Ruang ritel dan komersial berkonsep alfresco retail sedang naik daun. Data Knight Frank Indonesia (2024) menyatakan dalam tiga tahun terakhir telah dibangun 13 mal atau ritel berkonsep alfresco retail di Jakarta. Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas konsep ritel ruang terbuka meningkat pascapandemi COVID-19, seiring perubahan perilaku masyarakat yang lebih memilih aktivitas di luar ruangan.
Inilah yang mendasari Sinar Mas Land menyiapkan ruang ritel baru berkonsep semi terbuka, yang diberi label Wander Alley. Produk komersial terbaru yang disebut sebagai jawaban kebutuhan ruang warga urban ini berlokasi di kawasan TOD Intermoda, BSD City.
Sebagai kawasan yang menyatukan terminal bus, stasiun KRL Commuter Line, serta zona komersial dan kuliner, jumlah penumpang kuartal pertama 2025 di Terminal Bus dan Stasiun Cisauk mencapai 582.622 penumpang. Jumlah penumpang ini atau naik sekitar 39,71% dibandingkan jumlah pada kuartal pertama 2024, sebesar 431.088. Kenaikan mobilitas urban ini menegaskan pentingnya kawasan Transit-Oriented Development (TOD) sebagai simpul utama bagi mobilitas perkotaan.
Prosesi groundbreaking secara simbolis sudah dilakukan oleh jajaran Sinar Mas Land, (17/9), yang dihadiri oleh Harry Ramaputra (CEO Project Support & Services Sinar Mas Land), Perry P. Handjaya (Managing Director Business Development Sinar Mas Land), Razna Adella (Vice President of Business Development Retail Sinar Mas Land), Dhany Herlambang (Vice President Finance Commercial BSD Sinar Mas Land) dan Surianto Chandra (Vice President Commercial BSD Sinar Mas Land).
Dibangun di atas lahan seluas 1,7 ha, Wander Alley merupakan katalis dari pengembangan kawasan TOD Intermoda BSD City yang memiliki total keseluruhan lahan seluas 25 ha. Area komersial ini menyasar para commuters, transit user, komunitas, hingga masyarakat di BSD City dan sekitarnya. Proyek tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada kuartal-IV 2026.
Dalam sambutannya, Perry P. Handjaya, mengatakan, “Wander Alley kami hadirkan sebagai alfresco retail sekaligus urban hangout place yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik, mulai dari Stasiun KRL Commuter Line Cisauk hingga terminal bus BSD Link. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga menjadi destinasi hangout yang menawarkan beragam pengalaman, mulai dari kuliner, olahraga, hingga hiburan keluarga dalam satu lokasi.”
Sinar Mas Land menjadi satu-satunya pengembang yang menghadirkan kawasan terpadu dengan fungsi hunian, komersial, dan ruang publik dalam satu radius yang dapat diakses dengan berjalan kaki dari pusat transportasi massal. Demikian klaim Perry.
Diadopsinya konsep tersebut, imbuh Perry, sejalan dengan pengembangan TOD Intermoda BSD City. “Pada tahap pertama, kami akan mengembangkan alfresco retail sebanyak 39 unit dengan berbagai tipe ukuran, mulai dari 30 m2 hingga 1.000 m2 yang cocok untuk berbagai jenis usaha, seperti restoran, bakery, kafe, dan bisnis lainnya.
Alfresco Retail Ala Jepang dan Korea
Dibangun di atas lahan seluas 1,7 hektare, Wander Alley merupakan katalis dari pengembangan kawasan TOD Intermoda BSD City dengan konsep kawasan alfresco retail sekaligus urban hangout place yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik, mulai dari Stasiun KRL Commuter Line Cisauk hingga terminal bus BSD Link.
Terinspirasi dari ikon jalanan di Jepang dan Korea, Wander Alley menghadirkan konsep ruang indoor dan outdoor yang menghadirkan berbagai fasilitas, mulai dari area makan tenant F&B, gerai cepat saji (grab&go), playground, hingga communal event space. Sejumlah international brand ternama telah memastikan kehadirannya dengan membuka cabang di lokasi ini.
Area baru ini didesain oleh konsultan master planner internasional, yakni Siura Studio dari Singapura. Menggunakan pendekatan urban planning yang ramah lingkungan, nyaman, dan mendukung interaksi komunitas.
Aksesibilitas Tinggi
Sebagai urban hangout place yang menawarkan pengalaman bersantai dan berkumpul bersama, produk komersial ini hadir di tengah kawasan residensial padat penduduk BSD City, serta dikelilingi pusat perkantoran, bisnis, hingga fasilitas pendidikan maupun rekreasi.
Wander Alley juga disiapkan untuk mendukung pengembangan proyek rekreasi berskala besar di BSD City. Salah satunya BSD Secret Zoo yaitu taman wisata modern hasil kolaborasi Sinar Mas Land dengan Jawa Timur Park Group yang mengusung konsep Urban Zoo Safari Adventure dan kini tengah dalam tahap pembangunan.
baca juga: Apartemen GDL Surabaya Tambah Fasilitas Baru, Area Kuliner Seluas 5 Ribu m2
Selain sebagai bagian dari area TOD, pencapaian Wander Alley juga bisa menggunakan jalan tol, yakni jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, jalan tol Jakarta – Serpong yang terintegrasi dengan toll JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta – Kunciran – Serpong – Cinere – Cimanggis – Cibitung – Cilincing), tol Japek dan tol Jagorawi.
Ke depan, konektivitas akan semakin optimal dengan hadirnya Stasiun Jatake pada kuartal IV-2025, serta rencana pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong. Inisiatif strategis ini menegaskan komitmen Sinar Mas Land dalam menghadirkan infrastruktur terintegrasi di BSD City.












