Perumnas Optimistis Kembangkan 9 Proyek Highrise di Tahun 2024

Bagikan

Pada tahun 2023, Perum Perumnas berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan lebih dari 30%. “Tahun 2023 merupakan tahun di mana Perumnas mengepakkan sayap yang lebih luas dengan perancangan strategi yang mengikuti pergerakan pasar properti yang semakin dinamis,” ujar Budi Saddewa Soediro, Direktur Utama Perum Perumnas, pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2024, seperti dikutip pada rilis kepada media (15/2).

Pencapaian tersebut atas hasil dari berbagai program dan inovasi yang telah Perumnas jalankan sepanjang tahun lalu, di mana berperan aktif pada ekosistem perumahan bersama stakeholder terkait. Beberapa di antaranya peluncuran “Hunian Milenial untuk Indonesia” yang peresmiannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada April 2023, program “Sekarang Gampang Rumah” untuk memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam membeli hunian, secara lebih simple, fleksibel, terjangkau dan instan. Lalu sederet kerja sama dengan berbagai instansi dalam menyediakan hunian bagi karyawan, dalam rangka mendorong keterserapan hunian.

“Melalui berbagai inovasi dan kinerja positif tersebut, telah memberikan dampak pada peningkatan kinerja pembangunan hunian Perumnas secara YoY 2022-2023 lebih dari 19%. Hal ini pun kami dorong dengan dihadirkannya hunian Perumnas yang semakin kekinian, guna menyasar pada milenial, seperti membuat rumah dengan fasad yang ciamik, memadukan elemen natural pada eksterior dan interior yang memanjakan mata,” papar Budi.

baca juga: IKN Kerjasama dengan Finlandia Bikin Smart and Happy City

Di tahun 2023, Perumnas juga sangat mendukung konsep Environmental, Social, and Corporate Governance (ESG) dengan penerapan hunian berbasis green building. Di mana penerapannya tidak hanya fokus pada vertical housing khususnya mengembangkan hunian berkonsep transit oriented development (TOD), juga pada pengembangan rumah tapak.

Dua proyek pengembangan perumahan terbarunya, yakni Samesta Dramaga dan Samesta Parayasa telah mendapat sertifikat Bangunan Hijau, karena penggunaan material bangunan yang minim emisi karbon dan ramah lingkungan.

“Tidak hanya berfokus pada aspek yang mendukung proses bisnis, Perumnas juga persisten menjaga keseimbangan pada aspek sosial melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Di mana sepanjang 2023, Perumnas telah melaksanakan program tanggung jawab sosial sebanyak 40 program yang menyasar pada aspek lingkungan, sosial dan ekonomi,” terang Budi lagi.

Bangun 7.400 Unit Hunian

Melanjutkan capaian di tahun lalu, di tahun 2024 ini Perumnas akan melakukan serangkaian inisiasi strategis. Antara lain mengoptimalkan peran sebagai pengembang hunian masyarakat, dan terus berupaya untuk bertransformasi dengan melakukan penguatan model. Hal ini sebagaimana arahan Menteri BUMN, yaitu pada kebijakan pengadaan tanah, melalui revitalisasi rumah susun eksisting dan kerja sama pengembangan lahan idle milik pemerintah/BUMN/Bank Tanah. Bersamaan dengan itu, turut pula dilakukan kebijakan refinancing dan kebijakan produk yang memfokuskan pada pengembangan hunian, di antaranya adalah yang terintegrasi dengan transportation hub.

“Di tahun 2024, Perumnas menargetkan pendapatan sebesar Rp 2,5 Triliun. Angka ini setara dengan sekitar 7.400 unit hunian yang tersebar di 22 proyek rumah tapak dan sembilan proyek highrise di seluruh Indonesia, serta dukungan dari anak perusahaan,” ungkap Budi.

baca juga: Perum Perumnas Kolaborasi dengan ITJ Kelola Aktivasi Ruang di Proyek TOD

Bila melihat RPJMN perumahan di Indonesia, porsi BUMN dalam menyediakan perumahan sekitar 700 ribu unit. Tentunya Perumnas mempunyai misi yang sejalan pada program-program pemerintah, khususnya pada upaya menurunkan angka backlog perumahan di Indonesia.

“Perumnas menjadi satu-satunya pengembang BUMN yang tidak hanya menyediakan perumahan bagi masyarakat Indonesia, tapi juga memiliki misi sosial untuk masyarakat dengan penyediaan rumah subsidi terjangkau, yakni sebanyak minimal 20% pada setiap proyeknya,” ucap Budi.

4 Fokus

Budi pun menegaskan bahwa terdapat empat parameter utama yang menjadi fokus Perumnas, di antaranya optimalisasi bisnis eksisting, menciptakan bisnis baru dengan membangun rangkaian teknologi manajemen dan organisasi yang terstruktur, serta transformasi yang didukung penuh oleh talenta yang tidak hanya resilient, tetapi juga berkelanjutan.

Untuk itu, Budi berpesan kepada seluruh jajarannya, “Seluruh hal yang kita targetkan tentu merupakan pekerjaan rumah kita semua di tahun ini. Seluruh lini bisnis harus dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik di tahun 2024, termasuk induk usaha maupun anak usaha dan entitas, guna mencapai pertumbuhan kinerja Perumnas yang jauh lebih agresif ke depannya,” tutup Budi.

Artikel Terkait

Leave a Comment