
Berkolaborasi dengan Happy Hearts Indonesia, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) membangun sekolah PAUD Syamsul Huda di Lombok Utara, menggunakan eco-brick, yakni bata yang terbuat dari sampah plastik. Ini merupakan langkah inovatif bank ini untuk mengurangi limbah dan emisi karbon.
Biaya pembangunan sekolah tersebut didapat dari kegiatan SPARTA (Gerakan Berjalan, Berlari, Bersepeda, dan Berenang) yang sudah berlangsung dari 28 Oktober hingga 17 November 2024. Melibatkan karyawan OCBC di Indonesia, kegiatan ini berhasil mengumpulkan total 22.757 km. Jarak yang ditempuh tersebut dikonversi menjadi donasi untuk pembangunan kembali sekolah PAUD Syamsul Huda. Sekolah PAUD ini adalah salah satu fasilitas yang terdampak gempa bumi pada tahun 2018, dan belum diperbaiki hingga akhir 2024.
Donasi yang terkumpul dari kegiatan SPARTA digunakan untuk pembangunan kembali fasilitas sekolah PAUD Syamsul Huda, yang meliputi dua ruang kelas, satu toilet, furnitur, serta area bermain untuk anak-anak. Selain itu, upaya ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, di mana sebanyak 3,3 ton plastik berhasil didaur ulang dan emisi karbon dapat dikurangi sebanyak 7,7 ton.
SPARTA adalah inisiatif OCBC yang sudah dilakukan dua kali, sebagai bagian dari upaya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Julie Anwar, Head of Human Resources OCBC, menjelaskan bahwa inisiatif ini sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan dan keberlanjutan lingkungan. Memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan yang sejalan dengan prinsip #OCBCVolunteer, mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam kegiatan CSR.
“Melalui kegiatan SPARTA, kami ingin menunjukkan bahwa langkah kecil dapat menghasilkan dampak besar. Pada kesempatan ini, kami mengajak karyawan bank tersebut atau yang kerap disebut “TAYTB Warriors” untuk turut berpartisipasi dalam aktivitas yang mengedepankan wellbeing, yaitu berenang, berlari, berjalan, dan bersepeda. Di saat yang bersamaan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.”
baca juga: Pipa uPVC JIS Vinilon Raih Predikat “Gold” Green Label Indonesia
Komitmen OCBC Bagi Lingkungan
Julie mengungkapkan, “Tahun ini, kami menargetkan pengumpulan 18.000 km dari aktivitas yang dilakukan oleh karyawan kami atau TAYTB Warriors. Kami dengan bangga mengumumkan bahwa kami berhasil melebihi target tersebut. Selain berolahraga, para karyawan juga berkontribusi dengan mendonasikan barang-barang layak pakai, seperti buku bacaan untuk anak-anak usia PAUD, mainan, dan alat tulis untuk anak-anak di NTB.”
Data dari BPS dan Statistik Pendidikan Provinsi NTB tahun 2023 menunjukkan bahwa hampir 50% sekolah tingkat SD di NTB masih dalam kondisi yang tidak baik dan memprihatinkan. Salah satu sebabnya, wilayah tersebut pernah dilanda gempa bumi berkekuatan 6,4 Mw, pada 28 Juli 2018 lalu, dan salah satu wilayah terparah adalah Lombok Barat.
PAUD Syamsul Huda adalah salah satu sekolah yang terdampak, di mana akibat gempa tersebut, bangunan sekolah menjadi tidak lagi dapat digunakan. Karena belum diperbaiki, anak-anak terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar di masjid terdekat dan di dalam bangunan sementara.
baca juga: Gedung OCBC Space Raih EDGE Advanced dari IFC dan GBC Indonesia, Setara dengan Tanam 24.000 Pohon
Jenny Hartanto, National Network Head OCBC, salah satu karyawan yang turut serta dalam kegiatan SPARTA di kategori Berlari, mengatakan, “Setelah berpartisipasi di program SPARTA dua tahun berturut-turut, saya senang sekali karena bank ini mendukung saya untuk melakukan hal yang sangat saya sukai yaitu berlari, sekaligus tahun ini ikut berkontribusi untuk membantu adik-adik di PAUD Syamsul Huda Lombok, agar bisa digunakan kegiatan belajar mengajar dengan kondusif. Saya berharap program SPARTA ini akan terus ada, karena saya dan TAYTB Warriors lainnya tidak sabar untuk mengikuti program ini lagi tahun depan.”
Pada kegiatan SPARTA perdana, OCBC melakukan penanaman 5.000 pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata di dua lokasi Ekowisata Mangrove PIK dan Pulau Tidung Kecil. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan menciptakan ekosistem yang seimbang, menjadi tempat hidup bagi berbagai spesies laut, melindungi pantai dari abrasi, dan menyediakan sumber daya alam berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Didirikan di Bandung pada 1941 dengan nama Nederlandsch Indische Spaar en Deposito Bank, OCBC kini sudah berusia lebih dari 83 tahun. Selama perjalanannya, bank ini mengalami beberapa kali perubahan nama; menjadi ‘Bank NISP’, kemudian ‘Bank OCBC NISP’, hingga pada 14 November 2023 lalu, nama merek dan logo menjadi ‘OCBC’. Kini merupakan salah satu bank dengan peringkat kredit tertinggi di Indonesia yakni peringkat AAA(idn)/stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia.












