
Konsisten menjalankan kebijakan dan mampu mempertahankan kinerja keberlanjutannya, serta dan kredibel dalam jangka panjang, Schneider Electric kembali mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) internasional.
Pemimpin global di bidang teknologi energi ini, mencatatkan hasil yang sangat baik dalam penilaian terbaru World Benchmarking Alliance (WBA), sebuah pemeringkatan berbasis undangan ke sekitar 2.000 perusahaan terpilih secara global. Perusahaan menempati peringkat pertama dalam Social Benchmark dan peringkat ketiga dalam Gender Benchmark, yang mencerminkan kinerja unggul dalam praktik kerja yang layak, etika, representasi, sistem remunerasi dan tunjangan, serta pencegahan kekerasan dan perilaku tidak pantas di tempat kerja.
Selain itu, Schneider Electric juga menjadi salah satu dari hanya sembilan perusahaan di dunia yang memperoleh nilai ‘A’ dalam metodologi ACT Core WBA, sebagai pengakuan atas kemampuan perusahaan dalam menjalankan transisi karbon secara efektif. Di tahun ini, perusahaan pun meraih skor EcoVadis sebesar 87 dari 100, memperoleh medali Platinum, serta menempatkan Schneider Electric dalam jajaran 1% teratas dari seluruh perusahaan yang dinilai secara global selama enam tahun berturut-turut.
baca juga: EcoStruxure Building Operation 7.0 dari Schneider, Solusi Terbaru untuk Kelola Gedung Hijau
Keberlanjutan Inti Strategi
Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, mengatakan, “Pengakuan ini mencerminkan konsistensi pendekatan kami serta kemajuan nyata yang telah dicapai dalam perjalanan keberlanjutan Schneider Electric. Di Indonesia, komitmen ini kami wujudkan dengan menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi dan operasional, sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan standar, sekaligus berkolaborasi erat dengan pemerintah, pelanggan, dan mitra untuk mendorong transformasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak nyata.”
Hasil ini semakin diperkuat dengan peringkat teratas dalam berbagai penilaian ESG utama lainnya, yang mencerminkan konsistensi kinerja Schneider Electric di bidang iklim, tata kelola, dan manajemen risiko.
Tak hanya itu, perusahaan di sektor teknologi eletronik dan informasi ini kembali masuk dalam indeks Global 100 Most Sustainable Corporations yang dirilis oleh Corporate Knights. Hal ini menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan di dunia yang diakui atas praktik lingkungan yang unggul.
Schneider Electric pun meraih penghargaan Best Communication of Sustainability pada ajang “IR Society Awards”, yang menyoroti komunikasi ESG perusahaan yang transparan, konsisten, dan berorientasi ke depan, serta perannya dalam memperkuat kepercayaan investor dan ketahanan jangka panjang.
Baru-baru ini, Schneider Electric juga masuk dalam daftar Fortune’s World’s Most Admired Companies™ 2026, yang mencerminkan reputasi perusahaan yang kuat di mata para eksekutif, direktur, dan analis atas eksekusi strategi, kepemimpinan, serta visi jangka panjangnya.
Selama lima tahun terakhir, strategi keberlanjutan Schneider Electric dipandu oleh program Schneider Sustainability Impact (SSI), yang menetapkan target terukur di bidang iklim, pengelolaan sumber daya, kepercayaan, serta kesetaraan peluang, guna mendukung ambisi perusahaan sepanjang 2021–2025. Melalui program ini, Schneider Electric dua kali dinobatkan sebagai “Most Sustainable Company” oleh Corporate Knights serta oleh TIME Magazine dan Statista.
Kepemimpinan Schneider Electric di bidang keberlanjutan semakin ditegaskan melalui capaian skor terbaru dari sejumlah lembaga pemeringkat ESG terkemuka, yakni:












