
Desain kini tidak lagi hanya dipandang sebagai elemen estetika dalam sebuah ruang. Lebih jauh, desain turut memengaruhi cara manusia bergerak, beraktivitas, hingga menjalani kehidupan sehari-hari. Perspektif tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Indonesia Design Week 2026 yang berlangsung di Indonesia Design District (IDD), PIK 2.
Memasuki penyelenggaraan ketiga, Indonesia Design Week 2026 mengangkat tema The Collective Culture. Ajang ini mengeksplorasi desain dari berbagai perspektif dengan mengedepankan kolaborasi, keberagaman, dan kurasi berbasis budaya.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar, mengatakan desain memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, perkembangan desain tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah produk atau ruang terlihat, tetapi juga bagaimana desain dapat membentuk pengalaman dan perilaku manusia.
“Banyak orang mungkin melihat desain hanya dari sisi estetika. Padahal, kita tahu bahwa sains turut membentuk dan memengaruhi perilaku manusia, termasuk bagaimana kita bertindak, bergerak, makan, hingga menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Irene saat membuka Indonesia Design Week 2026, pada Jumat (18/9).
Menurut Irene, pemahaman tersebut menunjukkan bahwa desain memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan desain lokal juga perlu diikuti dengan upaya memperkuat nilai ekonomi dan perlindungan terhadap karya yang dihasilkan desainer Indonesia.
Indonesia Design Week 2026 Perkuat Potensi Kekayaan Intelektual Desain

Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pembukaan Indonesia Design Week 2026 adalah pentingnya perlindungan kekayaan Intelektual bagi karya desain lokal. Pemerintah mendorong agar karya desainer Indonesia tidak hanya memiliki nilai kreatif, tetapi juga dapat dikomersialkan dan memiliki perlindungan hukum yang memadai.
Irene menilai komersialisasi dan paten desain dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing karya lokal. Langkah tersebut juga dinilai dapat membantu mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih tersebar di dalam negeri.
“Kami ingin mendorong kekayaan intelektual atas desain agar kita dapat menciptakan perubahan yang lebih baik dan memanfaatkan desain lokal, bukan hanya untuk pasar dunia, tetapi juga untuk Indonesia sendiri. Dari situlah kita dapat melihat kekuatan desain lokal, termasuk dalam arsitektur,” ujarnya.
Penguatan ekosistem desain dalam IDW 2026 juga terlihat dari kolaborasi internasional yang untuk pertama kalinya menggandeng Salone del Mobile.Milano dari Italia. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan desainer muda global dengan ekosistem desain di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas peluang bagi industri kreatif lokal untuk terhubung dengan rantai pasok global. Dengan demikian, pameran desain tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga menjadi titik temu antara kreativitas, industri, dan peluang bisnis.
CEO Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Ipeng Widjojo, mengatakan IDW dibangun sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan desainer, jenama, manufaktur, dan institusi.
“Kami berharap pameran ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga memunculkan percakapan, kolaborasi, dan gagasan baru di dalam komunitas desain Indonesia,” ujar Ipeng.
Indonesia Design Week 2026 berlangsung pada 18-27 September 2026 di IDD PIK 2. Selain menampilkan perkembangan desain, penyelenggaraan tahun ini menjadi ruang untuk mempertemukan potensi desain Indonesia dengan jejaring internasional melalui kolaborasi lintas negara.












