Garuda, Seri AC Terbaru dari Sharp yang Diproduksi di Pabrik Baru

Bagikan

Sharp baru saja memperkenalkan rangkaian produk AC yang seluruh bagiannya diproduksi di Indonesia. Diberi label ‘Garuda Series’, seri ini terdiri dari beberapa tipe yaitu AC Split Basic Standard, AC Split Standard with Plasmacluster, AC Split Basic Inverter, dan AC Split Inverter with Plasmacluster. Kapasitas yang tersedia mulai dari  ½ PK hingga 1 PK.

Peluncuran seri Garuda ini bersamaan dengan peresmian pabrik AC-nya, yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Pembukaan pabrik AC Sharp tersebut merupakan langkah Sharp Indonesia guna memenuhi permintaan pasar domestik dan juga ekspor. Tingginya permintaan akan produk penyejuk udara di Indonesia, tidak terlepas dari posisi geografis Indonesia yang terletak pada garis khatulistiwa. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki iklim tropis, di mana Matahari terus bersinar sepanjang tahun dengan suhu yang relatif tinggi.

Menyesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal, seri ini menyematkan beberapa fitur yang lebih spesifik, di antaranya adalah teknologi Ion Plasmacluster, yang merupakan teknologi ion yang ditemukan dan dipatenkan oleh Sharp, yang dapat menghasilkan ion positif dan negatif. Ion ini terbukti secara aktif dapat melumpuhkan virus, bakteri, jamur dan bau tak sedap yang menyebar ke seluruh ruangan sehingga udara ruangan lebih bersih dan sehat.

Lalu Garuda Wing Airflow, fitur yang mampu memberikan hembusan udara langsung yang lebih kuat menyebar ke seluruh ruangan. Kemudian Super Jet Mode, yang mana dengan fitur ini, AC mampu beroperasi pada kecepatan extra high untuk menurunkan suhu 5 derajat Celcius dalam 5 menit, artinya mendinginkan ruangan lebih cepat.

Seri paling baru ini juga sudah ada fitur Sleep Mode, program otomatis yang akan mengatur operasional AC agar pengguna ruang dapat membuat tidur lebih nyaman, yakni lampu LED akan dibuat redup dan kecepatan kipas dan temperatur ruangan akan disesuaikan. Lalu ada Coanda Airflow dengan louver yang lebih besar, yang bisa mengarahkan hembusan udara dingin ke atas dan dapat menghasilkan sejuk yang merata di dalam ruangan, sehingga hembusan udara dingin tidak mengenai tubuh secara langsung.

Baca jugaPlacemaking: Tolerance jadi Tema ARCH:ID 2024

Elemen kondesor dan evaporatornya menggunakan material tembaga, sehingga lebih kuat dan tahan lama, juga akan lebih mudah dalam pemeliharaannya. Lalu memakai Freon 32 yang merupakan jenis freon terbaik saat ini, karena, selain lebih cepat dingin, freon ini juga lebih ramah lingkungan dan memiliki suhu yang lebih baik.

President & CEO Sharp Corporation, Robert Wu, mengatakan, “Misi kami adalah meningkatkan kehidupan konsumen Indonesia modern, dengan menyediakan produk ramah lingkungan yang menawarkan kenyamanan dan kemewahan dengan standar kualitas merek Jepang yang luar biasa. Hal ini sejalan dengan aspirasi masyarakat yang menginginkan standar hidup yang lebih tinggi”.

Harga produk AC ‘Garuda Series’ berkisar Rp.2,750,000 – Rp.3,600,000 dan dapat diperoleh di seluruh kanal penjualan online dan offline, seperti toko-toko di e-commerce, Cocoro Life hingga toko tradisional.

Selain pasar domestik, Sharp Indonesia juga akan mengekspor AC ‘Garuda Series’ ke negara–negara di Asia Tenggara, Timor Leste, Kepulauan Fiji, Timur Tengah dan Papua Nugini.  “Kami pun meningkatkan layanan purna jual kami yang tersebar di lebih 600 titik di seluruh penjuru Indonesia sebagai bukti keseriusan kami dalam melayani konsumen,” terang Shinji Teraoka Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia.

Pabrik Baru

“Saat ini Sharp menempati posisi pertama di pasar AC Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 24%. Memiliki kapasitas produksi sekitar 900.000 unit per tahun untuk tahun pertama dan akan terus menambah kapasitas produksi sejalan dengan perkembangan bisnis kami hingga 1,2 juta unit pertahunnya, kami optimistis dapat meningkatkan pangsa pasar menjadi 30%,” ungkap Teraoka. Demikian dikutip dari pers rilis dari peresmian pabrik terbaru AC Sharp Indonesia, di Karawang, (23/8).

(ki-ka) Andry Adi Utomo (National Sales Senior GM PT Sharp Electronics Indonesia), Shinji Teraoka (Presiden Direktur, PT Sharp Electronics Indonesia), Taufik Bawajier (Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Transportasi dan Elektronika), Robert Wu (President & CEO PT Sharp Electronics Indonesia), Kenji Kanasugi (Dubes Jepang untuk Indonesia) & Wo Ko Hsien (Vice President, Sharp Corporation).

Di dalam kata sambutannya, mewakiliki Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Taufik menyampaikan, “Penanaman Modal Asing (PMA) masih berkontribusi paling besar pada realisasi semester ini, yaitu mencapai Rp 363,3 triliun, atau tumbuh 53,5% secara tahunan (yoy).

Kepercayaan investor, baik dari dalam dan luar negeri terhadap kebijakan pemerintah di bidang investasi, maupun iklim industri, menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan realisasi investasi di Indonesia. Sebab itu, Taufik berharap, dengan semakin lengkapnya struktur industri elektronik baik hilir maupun komponen di dalam negeri, mampu menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk elektronika yang dapat memasok kebutuhan, baik di dalam negeri maupun pasar internasional.

Baca juga: Unilever Pasang Panel Surya Terbesar di Pabriknya di Jababeka, Bekasi

Pabrik baru khusus produk AC Sharp ini dibangun sejak Februari 2022, dengan nilai investasi sebesar Rp 582 miliar. Mengusung konsep ramah lingkungan, pabrik AC (3,5 Ha) adalah bagian dari pabrik Sharp Indonesia (31 Ha) yang berlokasi di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC).

“Saat ini Sharp Indonesia telah memperkerjakan sebanyak 700 karyawan dan kemungkinan akan terus bertambah serta menggunakan 60% komponen lokal yang berasal dari 30 supplier,” ucap Teraoka.

Artikel Terkait

Leave a Comment