Fit-out Berkelanjutan, Strategi Cerdas Pilih Ruang Kantor Tak Besertifikasi Hijau

Bagikan

strategi

Dalam strategi menentukan tempat kerja (baca: ruang kantor), banyak perusahaan saat ini mempertimbangkan kembali bagaimana tempat kerja mendukung karyawannya, tujuan perusahaan, dan kesejahteraan. Perusahaan pun harus menghadapi tantangan dalam memilih ruang yang mencapai keseimbangan yang tepat antara keberlanjutan, efisiensi operasional, dan biaya.

Untuk itu Colliers telah melakukan survei yang dituangkan pada 2026 Asia Pacific Workplace Insights. Temuan survei mengungkapkan bahwa ada sejumlah hal yang memainkan peran sentral dalam membentuk strategi tempat kerja, dengan organisasi semakin fokus pada perancangan lingkungan yang mendukung efektivitas karyawan dan memajukan tujuan strategis jangka panjang. Hal paling penting (dipilih paling tinggi) dari strategi pemilihan tempat kerja itu adalah produktivitas kerja yang meningkat.

Di lain sisi, Colliers juga menangkap bahwa permintaan terhadap gedung bersertifikasi hijau diproyeksikan akan semakin meningkat. Hal ini seiring kepatuhan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi persyaratan dasar bagi banyak perusahaan, terutama perusahaan multinasional.

Bagus Adikusumo, Head of Office Services Colliers Indonesia, mengatakan bahwa, “Tren ini diperkirakan akan mempercepat inisiatif peningkatan aset dan reposisi, menegaskan semakin pentingnya keberlanjutan dalam membentuk permintaan perkantoran.”

Seiring dengan bisnis yang menyeimbangkan antara biaya dengan prioritas, seperti kesejahteraan, produktivitas, kerja hybrid, keberlanjutan, dan akses menarik talenta, gedung bersertifikasi hijau telah menjadi pilihan yang penting. Dengan biaya listrik yang terus meningkat, menempati gedung hemat energi memberikan penghematan listrik sekitar 20–40% bagi penyewa dibandingkan gedung konvensional.

“Efisiensi energi bukan lagi pilihan, ini adalah kebutuhan strategis bagi penyewa yang berfokus pada pengendalian biaya dan keberlanjutan,” ujar Zyotty Thamsil, Senior Manager – Energy Efficiency & Environmental Solutions Colliers Indonesia.

Gedung berkinerja tinggi umumnya menawarkan konsumsi listrik yang lebih rendah, kenyamanan termal yang lebih baik, kualitas lingkungan dalam ruang yang lebih sehat, serta pengurangan emisi karbon yang dapat diukur. Dengan memilih berlokasi di gedung berkinerja tinggi, penyewa dapat mencapai jalur pengurangan emisi yang terukur dan hemat biaya.

Sayangnya tidak semua perusahaan berhasil mendapatkan ruang di gedung bersertifikasi hijau. Namun, penyewa di gedung non-sertifikasi tetap dapat menerapkan fit-out yang berorientasi keberlanjutan, guna mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Rahmat Alam, Head of Project Management Colliers Indonesia, menyampaikan bahwa, “Organisasi yang mengoptimalkan ruang kerjanya melalui desain hijau dan fit-out yang efisien berada pada posisi tidak hanya untuk menurunkan biaya, tetapi juga memperkuat kredensial ESG mereka.”

baca juga: Green Office Sudah Jadi Standar Minimum Preferensi Pasar Perkantoran di CBD Jakarta

Strategi Negosiasi

strategi

Insentif fit-out kini menjadi salah satu elemen penting dalam negosiasi sewa di pasar perkantoran Indonesia. Di tengah persaingan yang meningkat, pemilik gedung merespons dengan menawarkan insentif fit-out yang lebih luas untuk menarik dan mempertahankan penyewa. Rahmat juga menambahkan bahwa, “Dengan opsi pembiayaan fit-out yang fleksibel, perusahaan dapat mengelola pengeluaran secara lebih efektif sekaligus menempati ruang kerja baru lebih cepat.”

Gedung perkantoran bersertifikasi hijau di Indonesia sendiri memprioritaskan Kualitas Lingkungan Dalam Ruangan (IEQ) sebagai prinsip desain inti dan akustik untuk menciptakan lingkungan yang secara aktif mendukung kesejahteraan manusia, yang sangat penting di iklim tropis negeri ini, serta tantangan kualitas udara perkotaan.

Penelitian menunjukkan bahwa IEQ yang baik, dapat lebih meningkatkan fungsi kognitif, menurunkan tingkat absensi, dan meningkatkan kepuasan karyawan. Bagi perusahaan Indonesia yang bersaing di pasar talenta yang ketat, berinvestasi dalam kesejahteraan karyawan melalui ruang kerja berkualitas tinggi, akan secara langsung mendukung hal tersebut.

Namun apapun pilihannya, baik melalui pemilihan gedung bersertifikasi hijau maupun penerapan fit-out berkelanjutan dalam aset non-sertifikasi, kunci keberhasilannya terletak pada penerapan pendekatan strategis yang berbasis data. Colliers merekomendasikan agar penyewa mengadopsi strategi tempat kerja yang disesuaikan dan berbasis data untuk mengevaluasi pola kerja, tingkat utilisasi, dan kebutuhan karyawan. Dengan mendasarkan keputusan pada metrik ESG yang terukur dan wawasan organisasi yang nyata, bisnis dapat menciptakan solusi ruang kerja yang tangguh guna mendukung kinerja, ekuitas merek, dan pertumbuhan jangka panjang.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *