7 Pengembang Dukung Pengembangan MRT Lin Timur Barat Rute Kembangan – Balaraja

Bagikan

pengembang

Pengembangan MRT Lin Timur Barat rute Kembangan – Balaraja sudah masuk ke fase berikutnya, yakni dilibatkannya pihak swasta di sekitar jalur kereta massal tersebut. Hal ini ditandai dengan ditanda-tanganinya nota kesepahaman terkait Studi Potensi Kontribusi MRT Lin Timur Barat Fase 2 Kembangan—Balaraja antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan tujuh pengembang.

Mereka adalah PT Serpong Cipta Kreasi (Summarecon Serpong), PT Alam Sutra Realty, Tbk (Alam Sutera), PT Lippo Karawaci (Lippo Land), PT Paramount Enterprise International (Paramount Land), PT Serpong Cipta Cahaya (Summarecon Tangerang), PT Sinar Puspapersada (Intiland Development Tbk), dan PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber Putri).

Seremoni penandatanganan tersebut berlangsung di Balai Kota Provinsi DKI Jakarta (4/2), dilakukan oleh perwakilan tujuh pengembang tadi dan Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud, disaksikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat.

“Hari ini, kita mencatat sejarah penting melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lin Timur–Barat rute Kembangan– Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan,” ungkap Pramono.

Pramono juga menyampaikan bahwa proyek ini akan memperkuat ekosistem ekonomi kawasan. “Jika apa yang ditandatangani hari ini dapat terwujud, ini akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan. Sesuatu yang dimulai dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan persahabatan. Saya yakin, kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. Semoga proyek ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global,” tambahnya.

Pengembangan Kawasan

Pengembangan MRT Lintas Timur–Barat diharapkan memperluas cakupan layanan transportasi publik, memperkuat sistem aglomerasi, serta meningkatkan daya saing kawasan. Dengan terhubungnya koridor utara–selatan hingga Kota Tua, serta barat–timur sampai Balaraja, sistem transportasi Jakarta dan sekitarnya akan semakin terintegrasi.

pengembang

Senada dengan Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa kedua pihak saling membutuhkan dan mutlak bekerja sama. “Banten membutuhkan Jakarta, dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama. Kami berharap MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten, sehingga manfaat pembangunan transportasi massal dapat dirasakan secara merata. Insyaallah, semoga hasil studi nantinya menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan bersama,” paparnya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif ini dan mendukung serta meyakini sepenuhnya bahwa pembangunan transportasi massal yang terintegrasi adalah fondasi bagi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Andra.

Dalam laporannya, Tuhiyat menyebutkan bahwa penjajakan ini merupakan komitmen PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam mendorong percepatan interkoneksi antarmoda transportasi publik lainnya.

“Penjajakan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong percepatan interkoneksi MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lainnya. Bagi MRT Jakarta, ini merupakan bentuk nyata dari mandat yang diberikan kepada kami untuk membangun, mengoperasikan, dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, dan andal, serta berkelanjutan,” jelasnya.

Tuhiyat menambahkan, “Kami menyadari untuk mewujudkan hal tersebut, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan bentuk, baik berupa pendanaan maupun sumber daya lainnya. Oleh karena itu, MRT Jakarta sangat memahami bahwa bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pengembang swasta yang memiliki visi sama dalam memberikan layanan terbaik dan sesuai kebutuhan masyarakat, mutlak dilakukan.”

baca juga: Jalur MRT Utara – Selatan Bakal Sampai Serpong, Tangerang Selatan

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pihak pengembang swasta yang terus mendukung upaya hadirnya sistem transportasi publik modern yang dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya. Disampaikan bahwa kinerja MRT Jakarta terus meningkat, dengan jumlah pelanggan mencapai 46,5 juta orang pada 2025 serta target 50 juta pelanggan pada 2026.

Ke depan, lanjut Tuhiyat, melalui penjajakan ini, akan dibentuk joint working group yang bertugas selama dua tahun ke depan untuk menyusun rencana kerja bersama, meliputi pengembangan jalur Kembangan – Balaraja, interkoneksi, dan integrasi kawasan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *