Apartemen Antasari Place Tutup Atap, Lebih Cepat dari Jadwal

Bagikan

Pada 31 Mei 2023, Apartemen Antasari Place sudah melakukan tutup atap. Proses topping off ini dilakukan lebih cepat satu bulan dari jadwal yang sudah ditetapkan pada keputusan homologasi. Bersama kita ketahui, apartemen yang dikembangkan oleh PT Prospek Duta Sukses (PDS), sejak 2021 sudah diambil alih dan dilanjutkan pembangunannya oleh PT Indonesian Paradise Property Tbk. (INPP).

Dalam sambutannya, Direktur Utama PDS, A.H. Bimo Suryono, menyampaikan “Dengan selebrasi topping off ini kami senantiasa menunjukkan komitmen kami kepada seluruh stakeholders terutama konsumen Antasari Place, yang sudah menunggu lama hingga tujuh tahun, karena proyek ini sempat mangkrak dari pengembang lama, sampai PT Indonesian Paradise Property Tbk masuk menjadi pemegang saham PDS dan membentuk manajemen baru, mengambil alih proyek ini melalui keputusan homologasi.”

Dengan lebih cepatnya proses tutup atap ini, imbuh Bimo, jadwal serah terima unit kepada konsumen juga bisa dilakukan lebih cepat dari waktu yang ditentukan, sebagai kewajiban PDS dalam memenuhi keputusan tersebut. Progres pembangunan Apartemen Antasari Place ini berlandaskan pada Putusan Pengadilan Niaga dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 140/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 16 Maret 2021. Untuk melanjutkan pembangunan proyek ini, INPP sudah mengucurkan dana sebesar Rp 500 miliar dari total nilai investasi senilai Rp 2 triliun.

Dikembangkan di area seluas 2,5 hektar, Antasari Place dirancang oleh PTI Architects, sebagai proyek multi fungsi. Terdiri atas dua tower apartemen—saat ini baru satu tower yang dibangun–dan tiga lantai podium yang difungsikan untuk retail arcade yang didominasi tenants food & beverages, serta lifestyle facilities. Fasilitas yang akan disediakan antara lain terrace park, amphitheater, water fountain, outdoor & indoor gym, business lounge dan riverside park.

Sekitar 70 persen areanya dijadikan sebagai ruang terbuka guna mendukung gaya hidup sehat, dengan integrasi akses yang mudah ke kedua tower apartemen. Merangkum total 1.600 unit, dengan tipe-tipe Studio (28-30 m2), 1 bedroom (42-46 m2, dan 2 bedroom (65 m2).  Setiap unit dijual dengan semi furnished, di mana harga jual sudah termasuk kitchen set (lower cabinet, table top dan stove), AC dan sistem smart home, termasuk smart card access.

Apartemen berlokasi di sudut simpang jalan tol Pangeran Antasari dan TB Simatupang. Berada di dalam area pusat bisnis Simatupang, apartemen ini juga mudah dicapai dari pusat bisnis Sudirman-Thamrin, bahkan bandara Soekarno-Hatta. Selain menggunakan jalan tol, penghuni apartemen juga bisa memanfaatkan moda transportasi MRT menuju pusat bisnis Jakarta, dari/ke stasiun MRT Fatmawati.

Komitmen Terus Berlanjut

Melalui Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, S.H., M.H., kuasa hukum PDS, disampaikan, acara topping off ini menunjukkan bukti bahwa developer telah melengkapi bagian kewajiban sesuai dengan putusan pengadilan. Pihak PDS mengakui bahwa masih ada sejumlah konsumen yang belum menyetujui putusan homologasi, dan tidak ingin memenuhi kewajiban keuangannya atau menandatangani PPJB, walaupun konsumen tersebut sudah melakukan pelunasan.

Terkait dengan hal tersebut, PDS menilai bahwa tindakan para konsumen tersebut dapat diartikan menghambat kegiatan perusahaan. Untuk itu, perusahaan telah memutuskan, bahwa konsumen harus memenuhi kewajibannya paling lambat tanggal 30 Juni 2023. Sebelum batas waktu tersebut, perusahaan memberikan kesempatan kepada konsumen yang masih ingin menyelesaikan kewajibannya, dengan menyampaikan opsi-opsi yang solutif yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Seluruh proses pengembangan Antasari Place di bawah manajemen baru PDS sendiri berjalan relatif cepat, walaupun dalam situasi pandemi COVID-19. Pada bulan Oktober 2021, INPP mengumumkan sebagai pemegang saham pengendali baru, baik secara langsung maupun tidak langsung dari PDS dengan susunan pengurus yang baru. Setelah mengambil alih proyek dari pemegang saham lama, PDS manajemen baru langsung bergerak cepat melakukan sosialisasi dengan tujuan menjaga kepentingan konsumen.

“Hasilnya bisa dilihat karena kami sangat terbuka dan menunjukkan keseriusan maupun komitmen terhadap proyek ini, melalui berbagai event maupun progres yang bisa dilihat di site. Kami ingin konsumen mengetahui perkembangan, aspek legal, maupun mendapatkan jawaban dari berbagai isu yang masih berkembang dan hari ini kami hadirkan bukti baru melalui event topping off yang berarti bahwa pembangunan konstruksi proyek telah selesai, bahkan dalam waktu lebih cepat dengan tetap menjaga kualitas yang baik,” tandas Gayus.

 

Artikel Terkait

Leave a Comment