
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney resmi menghidupkan kembali hotel legendaris di gerbang utama Jalan Malioboro, Yogyakarta, dengan mengembalikan nama historisnya, Grand Hotel De Djokja. Momentum ini menandai babak baru kebangkitan salah satu ikon hotel bernuansa heritage Indonesia yang telah berdiri sejak 1911.
Pengembalian nama Grand Hotel De Djokja bukan sekadar rebranding, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan identitas historis hotel tersebut, sekaligus memperkuat posisinya sebagai tengara budaya dan destinasi kelas dunia di jantung Yogyakarta.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan bahwa revitalisasi Grand Hotel De Djokja merupakan bagian dari strategis InJourney dalam menghadirkan wajah Indonesia melalui penguatan identitas budaya dan warisan bangsa sebagai fondasi utama pengembangan pariwisata nasional.
Menurutnya, InJourney tak hanya membangun destinasi, namun juga merangkai ekosistem pariwisata yang berkarakter dan mengangkat nilai-nilai luhur Indonesia, sehingga setiap aset yang dikelola menjadi representasi kebanggan nasional sekaligus daya tarik berkelas dunia.
“Sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney memiliki mandat tidak hanya untuk mengelola aset, tetapi juga menghidupkan kembali nilai sejarah dan identitas bangsa. Grand Hotel De Djokja adalah simbol perjalanan panjang Indonesia. Melalui revitalisasi ini, kami ingin memastikan warisan tersebut tidak hanya terjaga, tetapi juga relevan dan kompetitif di tingkat global, sehingga mampu menjadi katalis penguatan pariwisata Yogyakarta dan nasional,” tutur Maya Watono.
Hidupkan Sejarah
Hotel ini merupakan salah satu hotel tertua dan paling prestisius di kawasan paling tenar di Kota Gudeg tersebut. Dalam lintasan sejarahnya, hotel ini telah mengalami berbagai transformasi nama, mulai dari Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), hingga Grand Inna Malioboro (2017), sebelum akhirnya kembali ke nama aslinya sebagai bentuk penghormatan terhadap akar sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.
Grand Hotel De Djokja juga memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Pada periode 1945–1946 saat Yogyakarta menjadi ibu kota Republik Indonesia, sejumlah ruang di hotel ini pernah difungsikan sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat di bawah kepemimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Salah satu ruang bersejarah tersebut kini diabadikan sebagai “Sudirman Suite” (Room 291), yang masih menyimpan artefak peninggalan bersejarah.

Revitalisasi hotel ini berada di bawah pengelolaan anak perusahaan InJourney, InJourney Hospitality sebagai bagian dari portofolio strategis InJourney dalam pengembangan hotel-hotel bersejarah nasional.
Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menambahkan bahwa transformasi ini sejalan dengan inisiatif strategis dalam menghidupkan kembali “The Heritage Collection”, yang bertujuan untuk mengangkat kembali hotel-hotel bersejarah Indonesia menjadi destinasi hospitality yang tak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga menghadirkan narasi, identitas, dan pengalaman budaya yang otentik.
“Kami percaya kebangkitan Grand Hotel De Djokja akan menjadi katalis penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata Yogyakarta. Lebih dari sekadar tempat menginap, hotel ini kami hadirkan sebagai destinasi budaya, landmark kemewahan, dan ruang pertemuan bagi kreativitas, bisnis, serta pariwisata global di jantung Malioboro,” jelas Christine.
baca juga: Dua Hotel di Indonesia Masuk Jajaran “The World’s 50 Best Hotels”
Revitalisasi Total
Secara resmi, Grand Hotel De Djokja sudah menyambut tamu sejak 16 Maret 2026, dalam fase soft opening dengan penawaran tarif spesial IDR 1.911.000 nett per kamar per malam, termasuk sarapan untuk dua orang. Angka 1911 merepresentasikan tahun berdirinya hotel ini, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan sejarah dan masa depan. Momentum pembukaan ini juga bertepatan dengan periode libur Idul Fitri, menjadikannya pilihan istimewa bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap di hotel legendaris di pusat Kota Yogyakarta.

Sebagai hotel bintang lima yang telah melalui revitalisasi menyeluruh, Grand Hotel De Djokja menghadirkan fasilitas premium yang dirancang untuk tamu bisnis maupun wisatawan, antara lain 210 kamar dan suite dengan desain elegan yang memadukan sentuhan klasik dan modern serta dilengkapi teknologi terkini.
Hotel ini memiliki 18 ruang pertemuan, dua ballroom, dan satu hall yang bisa ditata fleksibel, sesuai dengan kebutuhan rapat bisnis, konferensi, hingga pernikahan dan acara berskala besar. Fasilitas lain yang melengkapinya Wiji All-Day Dining Restaurant dengan sajian Pan-Asia, serta Djati Lounge, gin bar pertama di pusat Kota Yogyakarta dengan suasana berkelas. Lalu Ragajiwo Gym, pusat kebugaran modern, Lulu Kids Club untuk ruang bermain anak yang aman dan nyaman serta kolam renang dan Sagara Pool Bar.
Fasilitas baru yang masih disiapkan adalah Wening Spa and Wellness, restoran baru, serta Heritage Suites di bangunan utama dan sayap.












