
Sudah merambah di delapan kota di Indonesia, tahun ini PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) (Paradise Indonesia), akan masuk ke Balikpapan, Kalimantan Timur, yakni dengan mengembangkan proyek mixed-use bertajuk 88 Plaza Balikpapan.
Di lahan seluas delapan hektar, pengembangan akan dibagi dua. Pada tahap pertama, selapang tiga hektar dirancang sebagai area komersial, berupa bangunan ruko setinggi 2-3 lantai dengan dua muka. Dibagi dalam tiga blok, pada fase pertama akan dipasarkan sebanyak 44 unit.
“Di sini rencananya juga akan dibangun hotel,” ungkap Presiden Direktur sekaligus CEO Paradise Indonesia, Anthony Prabowo Susilo. Adapun pada tahap kedua akan berupa residensial low rise dan area komersial.
88 Plaza Balikpapan dirancang oleh Anggara Architeam, arsitek untuk sejumlah proyek ternama di kota-kota besar di Indonesia, seperti Two Sudirman – Jakarta, Epiwalk Lifestyle – Jakarta, dan Summarecon Mall Bandung. Ditujukan sebagai destinasi gaya hidup urban modern yang digadang-gadang perdana di Kota Minyak ini, ruang komersial baru ini didesain dengan konsep hexa terrace.
Memiliki open plaza sebagai area interaksi yang menghadirkan suasana terbuka, nyaman, dan ramah bagi pengunjung. Bangunannya dirancang dengan gaya arsitektur modern, cerdas dan fungsional, seperti langit-langit tinggi, mengutamakan sirkulasi udara silang dan pencahayaan alami yang baik. Tampil dengan bentuk susunan blok persegi terbuka yang sarat dengan garis dan bidang geometris, dari paduan serasi tiga material, beton, metal dan kayu.

Berlokasi di jalan Syarifudin Yoes, Sepinggan Baru atau di pusat bisnis Balikpapan, ruang komersial baru ini dikelilingi sejumlah tengara kota, seperti Balikpapan Sport & Convention Center (Dome), Taman Tiga Generasi dan Gedung Kesenian Balikpapan. Berjarak tempuh sekitar lima menit dari Bandara Sepinggan, dan satu jam dari IKN Nusantara.
Transformasi Paradise
Bagi Paradise Indonesia, pengembangan 88 Plaza Balikpapan adalah salah satu wujud transformasinya yang dicanangkan sebagai strateginya di tahun 2026. Tenar sebagai pengembang proyek multifungsi dalam wujud gedung-gedung tinggi, 88 Plaza Balikpapan adalah langkah besar bagi Paradise. Biasa mengembangan proyek gedung tinggi, baru kali ini pihaknya masuk ke mid-to-low rise building.
Anthony mengakui, bahwa dibandingkan dengan mengembangkan gedung-gedung tinggi, membangun ruko setinggi tiga lantai menjadi terlihat mudah. Namun hal tersebut tidak dimaksudkan sebagai langkah “turun kelas”. “Mini cooper, walaupun mobil kecil tetap juga berkelas kan, nah ini yang akan kami hadirkan di proyek ini,” terangnya.
Wujudnya memang bisa dikategorikan ruko, tetapi proyek ini akan dikelola secara khusus, menggunakan jasa estate management dan memiliki house rules ketat, agar konsepnya terjaga. Karena itu jenis usaha yang bisa hadir di sini akan dikurasi dengan baik, seperti coffee shop, restoran, atau gadget store.
baca juga: 2026, Paradise Indonesia Siap Kembangkan 2 Proyek Komersial Baru
Lebih lanjut Anthony memaparkan, transformasi yang akan dilakukan oleh pihak Paradise Indonesia bukan sekadar dalam skala proyek, namun lebih pada perubahan mindset dan sistem internal. “Dulu, omzet kami hanya bernilai Rp 600 miliar, tetapi sekarang sudah Rp 2,5 triliun. Dulu nilai proyek hanya sekitar Rp 500 miliar, sekarang berkisar Rp 700 miliar – 1 triliun. Dengan nilai investasi yang membesar maka harus pula dibarengi dengan perubahan pada cara dan sistem kerjanya, agar tetap efisien dan memberi hasil baik, juga membuat perusahaan ini terus tumbuh,” terangnya.

Disampaikan juga bahwa Paradise Indonesia mampu menutup tahun buku 2025 dengan kinerja positif. Hingga periode kuartal III 2025, perusahaan ini berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,31 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 49,8% (YoY), dengan peningkatan laba bersih mencapai Rp493,9 miliar.
Pada tahun ini, selain membangun proyek baru, Paradise Indonesia pun akan mengembangkan proyeknya Mall 23 Semarang. Yakni dengan meningkatkan net leasable area (NLA) dari rencana awal 37 ribu m2 menjadi 48 ribu m2, sebagai respon tingginya minat pasar. Mall ini direncanakan akan beroperasi di tengah tahun 2026.
Hal ini dilakukan sebagai strategi perusahaan untuk menjaga porsi recurring income dari portofolio properti tetap stabil di kisaran 70%, selain juga untuk terus mengoptimalkan kinerja operasional dan meningkatkan kualitas aset guna memperkuat fundamental bisnis.












