
Dalam rangka ikut merayakan Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day), Co-branding Wonderful Indonesia menggelar sebuah program aktivasi daring berhadiah jutaan rupiah bertajuk “COBAIN!” (Co-branding Wonderful Indonesia Nanya-nanya!). Aktivasi ini merupakan hasil kolaborasi dengan para mitra co-branding yang telah berkolaborasi mendukung kemajuan pariwisata Indonesia.
“Momentum Hari Pariwisata Sedunia ini kami jadikan ajakan kepada masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan pariwisata yang bukan hanya jalan-jalan, tapi juga peduli terhadap lingkungan dan masa depan, melalui kegiatan pariwisata yang lebih bertanggung-jawab. Langkah kecil yang kita lakukan saat berwisata, bisa membuat destinasi lebih lestari untuk generasi nanti,” ujar Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Hari Pariwisata Sedunia diperingati setiap tanggal 27 September. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pariwisata dalam aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik, serta peranannya dalam mendorong pembangunan dan mempromosikan perdamaian dunia.
Peringatan ini sudah digelar oleh UN World Tourism Organisation (UNWTO) sejak tahun 1980. Tahun ini, UNWTO mengusung tema global ‘Pariwisata dan Transformasi Berkelanjutan’. Konsep ini bertujuan meminimalkan kerusakan lingkungan, mendukung budaya lokal, dan menciptakan manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat setempat, serta memastikan pengalaman positif bagi semua pihak.
Aktivasi daring ini berhadiah total senilai Rp5.000.000,00 untuk 15 orang pemenang. Cara mengikuti kegiatan ini, cukup mudah. Peserta harus menjawab semua pertanyaan yang ada pada tautan di sorotan akun Instagram @pesona.Indonesia berjudul COBAIN! Lalu repost konten promo COBAIN! ke Instagram story-mu.
Jawaban ditunggu sampai dengan tanggal 1 Oktober 2025. Setelah menjawab semua pertanyaannya kamu tinggal tunggu pengumuman pemenangnya di Instagram story @pesona.Indonesia pada tanggal 6 Oktober 2025. Detailnya juga bisa dibaca di tautan ini.
baca juga: 10 Bandara di Indonesia Raih Penghargaan “Best Airport” di Asia Pasifik dari ACI World
“Aktivasi ini merupakan upaya kami untuk turut serta menyemarakkan Hari Pariwisata Sedunia sekaligus meningkatkan awareness terhadap program co-branding Wonderful Indonesia. Program tersebut telah berkolaborasi dengan berbagai jenama dari beragam industri untuk mendukung kemajuan pariwisata Indonesia,” kata Firnandi Gufron, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Perayaan Dipusatkan di Malaka
Tahun ini perayaan internasional dipusatkan di Malaka, Malaysia, yang juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan 7th World Tourism Conference.
Dalam sambutannya yang disampaikan pada pembukaan acara, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa António Guterres, menekankan, “Pariwisata adalah pengendali yang sangat kuat untuk transformasi. Karena sektor tersebut menciptakan lapangan kerja, menggerakan ekonomi lokal dan membangun jembatan antarbudaya. Namun, hal itu juga harus berkelanjutan untuk melindungi tempat dan komunitas di mana kegiatan itu berlangsung. Untuk itu, mari kita memanfaatkan pariwisata sebagai kekuatan untuk ketahanan, keberlanjutan, dan kemajuan bersama.”

Zurab Pololikashvili, Sekretaris Jenderal UN Tourism menambahkan, “Hari Pariwisata Dunia 2025 di Melaka ini menunjukkan kepada dunia bahwa turisme dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan jika dilandasi oleh hal keberlanjutan dan inklusivitas. Dengan bekerja sama kita dapat mengubah pariwisata sebagai alat pemberdayaan, pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan.”
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Haji Fadillah bin Yusof, mewakili Perdana Menteri Malaysia menyoroti peran pariwisata sebagai kekuatan pemersatu, yang menekankan bahwa pertumbuhan harus inklusif dan tangguh, didukung oleh keberlanjutan, inovasi, dan kerja sama global.
Fadillah menjabarkan inisiatif-inisiatif yang sudah dilakukan Malaysia, mulai dari perluasan segmen wisata bernilai tinggi dan pengembangan digital nomad hubs hingga investasi dalam penggunaan bahan bakar berkelanjutan untuk penerbangan, serta ekowisata berbasis komunitas. Itu semua sebagai contoh penyeimbangan kemajuan ekonomi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang baik.
Pada kesempatan yang sama, Fadillah juga mengumumkan bahwa Malaysia akan bergabung dengan UN Tourism International Network of Sustainable Tourism Observatories (INSTO) PBB dengan proyek percontohan di Mersing, Johor.












