Perluas Pasar Produk Kreatif Lokal, Lippo Mall Nusantara Gelar “Styles AsikFest”

Bagikan

kreatif

Dalam rangka menyemarakkan Hari Ekonomi Kreatif Nasinal (Hekrafnas) 2025, Kementerian Ekraf bersama Lippo Mall Nusantara, Jakarta menggelar Styles AsikFest. Festival yang berlangsung selama satu minggu (20-26 Oktober 2025) ini, menampilkan 20 jenama lokal terkurasi.

Gelaran di mall yang berlokasi di kawasan Semanggi ini, menjadi pilot project yang akan direplikasi di 69 mal Lippo Malls di 36 kota. Diharapkan perhelatan ini dapat membuka akses pasar nasional bagi pelaku UMKM kreatif, sekaligus mempertemukan mereka langsung dengan konsumen.

Dalam acara pembukaan Styles AsikFest, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara ini menjadi ruang promosi dan interaksi bagi pegiat ekonomi kreatif dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, desain, hingga gim dan film animasi.

“Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, yang dibutuhkan saat ini adalah ruang untuk menunjukkan apa saja yang dimiliki Indonesia. Banyak yang belum tahu kalau kita punya board games, sepatu, dan jenama fesyen lokal yang luar biasa. Melalui festival ini, semua itu bisa ditampilkan dan diakses langsung oleh masyarakat,” ujar Irene, di Lippo Mall Nusantara, (21/10).

Styles AsikFest (sebelumnya bernama ZU Festival), menghadirkan jenama-jenama di antaranya Butter Baby, La Moringa, Andaliman Pulo Samosir, Roemah Koffie, dan Havilla Tea dari subsektor kuliner; KAR Jewelry dari kriya; Khinz, Mora & Olfi, dan Wanaloka dari desain; Sovlo, Kasual, Pala Nusantara, dan Adrie Basuki dari fesyen; Tenka Street dari seni rupa; Impian Studio dari gim; serta Tentang Anak dari subsektor film animasi. Selain pameran produk, festival ini juga menghadirkan enam penampil utama yang akan mengisi panggung hiburan pada 24–25 Oktober 2025.

Wamen Ekraf menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut MoU antara Kementerian Ekraf dan Lippo Malls Indonesia untuk pemanfaatan infrastruktur dan aset pegiat bisnis dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.

“Festival ini adalah bagian dari kampanye Oktoberkreasi, yang kami jalankan sepanjang bulan Oktober. Tujuannya agar masyarakat di seluruh Indonesia bisa merasakan semangat belanja produk ekraf lokal. Festival ini juga menjadi pilot project kami bersama Lippo Malls, dan ke depan kami harap kolaborasi ini bisa diperluas ke seluruh jaringan Lippo Mall di berbagai kota,” tutur Irene.

baca juga: Kemenekraf Gelar ‘Oktoberkreasi’ Sambut Hekrafnas 2025

Promosi Produk Kreatif Lokal

Chief Marketing Lippo Malls Indonesia, Santiwati Basuki, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung promosi dan perluasan pasar bagi produk ekonomi kreatif lokal. Saat ini, Lippo Malls Indonesia memiliki 69 mal di 36 kota dan 17 provinsi, yang dapat menjadi kanal strategis untuk mempertemukan pelaku ekraf dengan konsumen.

“Kami siap mendukung langkah ini hingga ke tahap selanjutnya, termasuk ke kota-kota lainnya. Festival ini tidak hanya menyediakan ruang berjualan, tapi juga menghadirkan berbagai aktivitas di panggung utama agar pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para pegiat ekraf,” ujar Santiwati.

kreatif

Santiwati menjelaskan bahwa Lippo Malls Indonesia telah mengembangkan platform bernama “Styles” yang menjadi wadah keterlibatan aktif pengunjung dalam berbagai kegiatan promosi kreatif.

“Kami menamakan event ini Styles AsikFest sebagai bagian dari inisiatif platform Styles yang kami miliki. Di sini, pengunjung tidak hanya bertransaksi, tetapi juga engage melalui berbagai program interaktif. Pengunjung dapat mengumpulkan poin belanja yang dapat ditukar dengan voucher menarik dan ikut serta dalam berbagai permainan di lokasi acara,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan Styles AsikFest, Kemenekraf menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pasar bagi pelaku ekraf dan meningkatkan kebanggaan terhadap produk kreatif lokal. Festival ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas akses pasar karya kreatif lokal, sekaligus memperkuat ekosistem kreatif nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, pegiat industri, dan masyarakat.

 

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *