
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil meraih penghargaan dalam ajang “Anugerah Ekonomi Hijau 2025” yang diselenggarakan oleh media daring Detik. Penghargaan ini diberikan atas komitmen PNM dalam mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan desa wisata Kampung Madani Wukirsari, Bantul.
Pengembangan Kampung Madani oleh PMN adalah sebagai bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam menciptakan ekosistem usaha terintegrasi yang tidak hanya menumbuhkan ekonomi masyarakat, tetapi juga peduli pada aspek sosial dan lingkungan. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pelatihan kerajinan, peningkatan literasi, serta layanan kesehatan gratis yang memberi manfaat langsung bagi warga desa wisata.
Sekretaris Perusahaan PT PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyampaikan apresiasinya, bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen PNM untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan. Dodot juga berharap Kampung Madani menjadi pemicu dari lahirnya ekonomi kerakyatan yang dimulai dari desa.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak untuk Detik atas apresiasinya kepada program Kampung Madani, sebagai salah satu langkah strategis PNM dalam mendukung kekuatan ekonomi dan sosial budaya lokal. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan yang lebih hijau,” ujar Dodot, di Jakarta, (4/10).

Lebih lanjut, PNM meyakini bahwa keberadaan Kampung Madani mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus inspirasi bagi daerah lain. Dengan semangat “Tumbuh, Peduli, dan Menginspirasi”, PNM optimistis inisiatif ini akan terus berkembang dan memberi dampak positif, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi masa depan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Penghargaan BUMN Sehat
Sebelumnya, PNM juga meraih penghargaan sebagai The Best State-Owned Enterprise (SOE) 2025 dengan predikat “Sangat Baik”. Penghargaan ini diberikan pada acara “Indonesia Economic Summit 2025” yang didasarkan pada hasil riset “Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2025”, yang diselenggarakan oleh The Asian Post Research. Penilaiannya didasarkan pada kinerja keuangan BUMN tahun 2023 – 2024, dan melalui proses kurasi serta pengelompokan 160 perusahaan ke dalam tiga cluster yaitu BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, dan anak perusahaan BUMN.
baca juga:Ulang Tahun ke-80 KAI, Kereta Makin Jadi Andalan Konektivitas Antar Daerah
Sebagai anak perusahaan BUMN, kinerja keuangan PNM dinilai sehat dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Indonesia di tengah situasi yang menantang. Keberhasilan program PNM juga selaras dengan misi Asta Cita dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pembangunan desa.
Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan pemerataan akses pembiayaan kepada lapisan masyarakat prasejahtera.
“PNM akan terus memberikan modal usaha dan mengelola portofolio bisnis secara baik agar dapat terus menyalurkan pembiayaan kepada mereka yang unbankable, karena di sana banyak perempuan yang punya mimpi untuk memperbaiki kehidupannya. Kami ingin memastikan dapat terus hadir membantu mereka menggapainya,” jelas Arief, saat menerima penghargaan, (2/10).
Sejak didirikan pada tahun 1999, PNM mengemban tugas yang mulia sebagai jasa keuangan non bank yang bukan sekadar memberikan modal finansial, namun juga memberikan nilai tambah intelektual dan sosial.








