
Aksi demonstrasi yang sempat dinodai dengan tindakan anarkis di beberapa kota yang terjadi di akhir Agustus 2025, yang berujung lahirnya 17+8 Tuntutan Rakyat kepada Pemerintah dan DPR, ternyata tidak menyurutkan minat sebagian masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Terutama dari wilayah Jabodabek ke kota-kota besar di pulau Jawa.
Ini bisa dilihat dari lonjakan jumlah penumpang angkutan umum berbasis kereta selama hari libur panjang peringatan Maulid Maulid Nabi Muhammad SAW (5-7 September 2025). KCIC mencatat sekitar 19 ribu tiket Whoosh terjual untuk keberangkatan hari Kamis (4/9). Okupansi sejumlah kereta pada keberangkatan malam hari bahkan mencapai 100 persen. Jika dibandingkan dengan minggu lalu, jumlah tersebut meningkat hingga 20 persen.
Pada hari Jumat (5/9), berdasarkan data penjualan hingga Jumat pagi sekitar 10 ribu tiket telah terjual. Satu hari berikutnya, tiket yang sudah terjual mencapai sekitar 19 ribu. Sementara di hari akhir libur, KCIC memprediksi total penumpang bisa menembus 20 ribu orang.
Menurut General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, makin disukanya moda kereta cepat ini karena dukungan konektivitas intermoda di setiap stasiun Whoosh, sehingga makin memudahkan mobilitas penumpang.
“Tingginya penumpang Whoosh pada periode ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta cepat yang aman, nyaman, dan efisien. Hadirnya layanan Intermoda yang dapat diandalkan baik di Jakarta maupun Bandung menjadi faktor penting penting karena semakin mempermudah perjalanan penumpang,” ujar Eva.
baca juga: Perjalanan Liburan Eksklusif Makin Berkesan Naik Kereta Luxury dan Suite Class Compartment
Di Stasiun Halim, penumpang Whoosh dapat terkoneksi dengan berbagai moda transportasi umum di Jakarta. Antara lain LRT Jabodebek menuju Dukuh Atas atau Jatimluya, Transjakarta, Damri ke PIK 2 dan Bandara Soekarno-Hatta, hingga T-Shuttle menuju Bandara Halim Perdanakusuma. Taksi dan transportasi online juga tersedia untuk memudahkan mobilitas penumpang.
Di Stasiun Karawang, penumpang Whoosh dapat menggunakan shuttle gratis menuju The Grand Outlet sebagai salah satu destinasi belanja utama. Selain itu, tersedia juga layanan taksi dan transportasi online yang memudahkan akses masyarakat Karawang dan sekitarnya.
Di Stasiun Padalarang, konektivitas semakin lengkap dengan tersedianya KA Feeder menuju Kota Bandung dan Cimahi, Commuter Line lintas Garut maupun Cicalengka, Metro Jabar Trans, serta berbagai shuttle menuju destinasi wisata, seperti Mason Pine Hotel di Kota Baru Parahyangan dan Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat. Dukungan taksi dan transportasi online pun turut memudahkan mobilitas penumpang di kawasan ini.
Sementara di Stasiun Tegalluar Summarecon, tersedia layanan Damri menuju pusat Kota Bandung dan kawasan pendidikan Jatinangor, bus menuju Summarecon Mall Bandung, serta shuttle bus ke Jatinangor Golf, pun transportasi online untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan.
“Konektivitas antarmoda yang lengkap di setiap stasiun membuat perjalanan dengan Whoosh semakin efisien dan nyaman, baik bagi penumpang individu maupun yang melakukan perjalanan bisnis maupun wisata,” tutup Eva.
Pasar Senen Jadi Pilihan Stasiun Akhir
Hal serupa pun terjadi pada moda kereta untuk rute jarak jauh. Selama periode 4–6 September 2025, KAI telah melayani 558.002 pelanggan KA Jarak Jauh maupun KA Lokal yang dikelola KAI di seluruh Jawa dan Sumatra. Khusus di hari Minggu (7/9), yang diperkirakan menjadi puncak arus balik libur panjang akhir pekan lalu, KAI menyiapkan 166.685 tempat duduk diperkirakan terjual habis atau terokupansi 100 persen.
Secara keseluruhan, pada periode 4–8 September 2025, jumlah tiket yang telah dipesan mencapai 842.409 tiket atau 102,86% dari total 818.959 tempat duduk yang disediakan KAI.

Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada momen akhir pekan lalu, KAI menyiapkan 44.434 tempat duduk tambahan yang terangkai dalam 24 perjalanan KA per hari. Kehadiran tambahan perjalanan ini menjadi komitmen KAI menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, sekaligus dapat diandalkan.
Berdasarkan data Top 10 stasiun, Pasar Senen (PSE) menjadi stasiun awal keberangkatan dan tujuan/kedatangan pilihan pengguna kereta, dengan masing-masing sebanyak 58.011 pelanggan dan 57.954 pelanggan.
Stasiun Bandung menjadi stasiun keberangkatan paling sedikit untuk rute kereja jarak sedang/jauh, dengan jumlah 24.415 pelanggan. Hal ini dimungkinkan karena kota ini memiliki pilihan moda transportasi yang lebih beragam.
Adapun Stasiun Solo menjai stasiun kedatangan paling sedikit, dengan jumlah 24.396 pelanggan. Hal ini dimungkinkan pengguna kereta memilih stasiun Yogyakarta sebagai tujuan akhir perjalanan keretanya. Ini sesuai dengan jumlah pelanggan kereta yang datang ke stasiun di DIY mencapai jumlah 49.036 pelanggan.
“Peningkatan pelanggan pada arus balik ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan kereta api. Di usia ke-80 tahun, KAI berkomitmen untuk terus mempersembahkan perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh makna bagi seluruh pelanggan,” tutup Anne.
Dalam rangka ultahnya yang ke delapan dekade, KAI menggelar promo diskon tiket KA Jarak Jauh sebesar 20%. Promo ini berlaku untuk pembelian dan perjalanan hingga 30 September 2025, dan dapat dengan mudah dipesan melalui aplikasi Access by KAI.












