Pengelola Pusat Belanja Asia Kumpul di Jakarta 3 Hari, Bahas Kolaborasi Antar Negara

Bagikan

jakarta

Council of Asian Shopping Centers (CASC) sedang menggelar konferensi di Jakarta. Selama tiga hari (24-26 September), asosiasi pusat perbelanjaan dari negara-negara Asia, yaitu Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Tiongkok, Taiwan, Jepang, India, plus Rusia, membahas hal-hal terkait dengan bisnis ritel dan pusat belanja sesuai dengan kondisi ekonomi global mukhtahir.

CASC 2025 mengusung tema “Creating Engaging Experience: Attracting and Retaining Shoppers”. Dengan semangat tersebut, ajang yang mempertemukan para pemimpin dari Indonesia dan negara-negara Asia, mulai dari menteri, gubernur, hingga pelaku industri, untuk membahas tren dan inovasi di sektor pusat perbelanjaan, termasuk pemanfaatan teknologi dan peningkatan pengalaman pelanggan.

Ketua Umum APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) Alphonzus Widjaja, menjelaskan, bahwa penyelenggaraan CASC Conference tahun ini memiliki peran lebih penting di tengah situasi dan kondisi global yang dipengaruhi banyak ketidakpastian. “Mempererat hubungan dan peningkatan kerjasama juga menjadi salah agenda utama dalam membuka pasar sektor ritel bagi berbagai merek global dari negara-negara anggota CASC,” ucapnya.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan forum resmi bagi pusat-pusat perbelanjaan di Asia plus Rusia tersebut, yakni mendorong kolaborasi dalam berbagai bidang untuk dimanfaatkan secara luas oleh para anggotanya dalam memajukan industri bisnis pusat perbelanjaan di masing-masing negara.

Konferesi ini adalah pertemuan tahunan, yang berlangsung di negara-negara anggota secara bergiliran. Setelah pandemi COVID – 19, pada tahun 2023, CASC Conference diselenggarakan di Taipei, Taiwan dan tahun 2024, CASC Conference diselenggarakan di Shanghai, Tiongkok. Tahun depan, konferensi tersebut akan diselenggarakan di Hong Kong. Pada tahun 2027, konferensi ini akan diselenggarakan di India, dan pada tahun 2028, akan diselenggarakan di Rusia.

Bisnis Ritel Tulang Punggung Jakarta

jakartaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang hadir pada hari kedua CASC Conference 2025 menyampaikan, “Konferensi ini menjadi simbol kolaborasi yang telah terjalin lebih dari satu dekade sejak CASC berdiri pada 2014. Kolaborasi tumbuh dari keyakinan bahwa ritel bukan hanya soal transaksi ekonomi, melainkan tentang membangun destinasi yang menghadirkan pengalaman, ruang interaksi, dan citra sebuah kota.”

Pramono menambahkan, Asia saat ini menjadi episentrum pertumbuhan industri ritel global. Karena itu, forum CASC yang beranggotakan negara-negara Asia diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pelaku ritel nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Pramono menjelaskan, Jakarta sebagai pusat ekonomi Indonesia menunjukkan kontribusi signifikan dengan menyumbang 16,61% terhadap perekonomian nasional pada triwulan II tahun ini. Pertumbuhan ekonomi Jakarta juga tercatat positif sebesar 5,18% (year-on-year), melampaui pertumbuhan nasional yang setinggi 5,12%.

“Sektor perdagangan besar dan eceran tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi 18,14% terhadap PDRB Jakarta. Sektor ini tidak hanya berperan signifikan dalam perputaran ekonomi, tetapi juga menjadi magnet investasi, mendorong industri kreatif, sekaligus memperkuat daya saing kota,” ungkap Pramono.

baca juga: Rampung Tepat Waktu, Paradise Indonesia Resmikan 23 Paskal Extension Bandung

Sepanjang 2025, Jakarta telah menjadi tuan rumah berbagai agenda meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) berskala internasional, antara lain Jakarta International Investment, Trade, Tourism and SMEs Expo (JITEX), Jakarta International Collaboration Expo (JICE), Festival Jakarta Great Sale (FJGS), hingga Jakarta International Marathon.

“Capaian ini menegaskan potensi besar industri ritel dan MICE dalam menjadikan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif. Keduanya saling menopang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat peran Jakarta sebagai kota yang Nice for MICE,” ucapnya.

Untuk itu, Pramono mengajak para pelaku ritel, pengelola pusat belanja, serta sektor MICE untuk terus berinovasi dalam menciptakan pengalaman berkesan, membangun destinasi gaya hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional di tengah persaingan, termasuk dengan perdagangan digital.

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *