
PT Pakuwon Jati Tbk kembali meraih penghargaan dari Deloitte Private sebagai salah satu Indonesia’s Best Managed Companies 2025. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan swasta terbaik atas kinerja unggul, kepemimpinan, serta kontribusi mereka bagi industri dan komunitas. Program ini menilai organisasi berdasarkan lima pilar utama yaitu strategi, kapabilitas, inovasi, budaya, dan tata kelola.
Sebagai penerima penghargaan selama lima tahun berturut-turut, PT Pakuwon Jati Tbk kembali meraih predikat Gold Winner, untuk tahun kedua secara beruntun. Pengakuan ini menegaskan visi jangka panjang perusahaan pengembang ini, disiplin dalam tata kelola, serta kontribusinya dalam membentuk perkembangan kawasan urban di Indonesia.
“Dalam perjalanan 43 tahun, Pakuwon Jati telah tumbuh melampaui ekspektasi, membangun kredibilitas melalui pencapaian yang konsisten, kegigihan, dan integritas,” ujar Alexander Tedja, Pendiri dan Komisaris Utama PT Pakuwon Jati. “Perjalanan ini didorong oleh dedikasi semua pihak yang telah berjalan bersama kami—karyawan, tenants, mitra bisnis, dan komunitas—yang masing-masing mewujudkan visi Pakuwon: ‘Together We Grow.’ Ke depan, tantangan kami adalah terus memperkuat komitmen untuk terus berusaha, beradaptasi, dan membangun warisan yang dapat dibanggakan oleh generasi mendatang.”
Sebagai salah satu penghargaan bisnis paling terkemuka, program “Best Managed Companies” menyoroti peran penting perusahaan swasta sebagai inovator dan penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Setiap tahun, perusahaan-perusahaan aspiratif menjalani proses evaluasi ketat dan independen berdasarkan kerangka kerja global Best Managed Companies dari Deloitte, yang membandingkan performa mereka dengan lebih dari 1.700 perusahaan swasta terbaik di seluruh dunia.
“Sebagai pemenang Best Managed Companies, PT Pakuwon Jati Tbk telah membuktikan diri sebagai perusahaan swasta terdepan di Indonesia—mendorong pertumbuhan berkelanjutan, mengakselerasi inovasi, dan memberikan dampak berarti bagi pelanggan dan karyawan,” kata DIONISIUS Damijanto, Best Managed Companies Leader, Deloitte Indonesia.
“Pengakuan ini merupakan bukti keunggulan dan visi strategis Perusahaan. Kami menantikan keberlanjutan pertumbuhan dan kesuksesan mereka di Indonesia maupun di tingkat global,” tandasnya
Program Best Managed Companies adalah inisiatif utama Deloitte Private, sebuah divisi Deloitte yang berfokus pada pelayanan bagi bisnis swasta dan perusahaan keluarga.
Kontributor Pendapatan Pakuwon
Sebelumnya, perusahaan publik yang berkode PWON ini juga memaparkan kinerjanya yang dinyatakan makin solid selama sembilan bulan di tahun 2025.
Pengembang ini mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 5,12 triliun, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,79 triliun. Laba kotor tercatat sebesar Rp 2,84 triliun, naik 4% dibandingkan Rp 2,72 triliun pada tahun sebelumnya, sementara EBITDA tumbuh 5% menjadi Rp 2,74 triliun dari Rp 2,62 triliun. Secara khusus, Laba Bersih yang Disesuaikan meningkat 21% menjadi Rp 2,28 triliun dibandingkan Rp 1,88 triliun tahun lalu, mencerminkan kekuatan dan ketahanan strategi pengembangan properti terpadu dan portofolio recurring income yang tangguh.

Recurring revenue Perseroan selama sembilan bulan pertama tahun 2025 meningkat 8% menjadi Rp 4,1 triliun dibandingkan Rp 3,81 triliun periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini terutama didorong oleh segmen pusat perbelanjaan ritel, yang mencatat pendapatan sebesar Rp 2,92 triliun, naik 15% dari Rp 2,54 triliun tahun lalu. Sementara itu, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp 211 miliar, turun 23% dari Rp 275 miliar, dan pendapatan dari bisnis perhotelan mencapai Rp 966 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp 987 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Development revenue Perseroan meningkat sebesar 4%, terutama disebabkan oleh serah terima dua kondominium tower di Bekasi.
Rincian pendapatan berdasarkan segmen menunjukkan bahwa sewa ritel memberikan kontribusi sebesar 57%, diikuti oleh hotel dan serviced apartment sebesar 19%, sewa perkantoran sebesar 4%, penjualan kondominium sebesar 13%, penjualan rumah tapak sebesar 6%, dan penjualan perkantoran sebesar 1%.
baca juga: Pakuwon Resmikan Hotel Fairfield by Marriott Pertama di Bekasi
Efek PPNDTP
Hingga akhir September 2025, Perseroan mencatat marketing sales sebesar Rp 903 miliar, terutama berasal dari penjualan unit apartemen di Pakuwon Residences Bekasi, Pakuwon Mall Surabaya, Eastcoast Mansion Surabaya dan Tunjungan City, serta didukung oleh penjualan rumah tapak di dua townships-nya, Grand Pakuwon dan Pakuwon City.
Sekitar 73% dari total marketing sales Perusahaan berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak triwulan 4 tahun 2023. Komposisi penjualan terdiri dari landed houses 41% serta condominium dan office sebesar 59%.
Sementara itu, Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp 769 miliar, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Superblok Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3.












