Jelajah Desain di Bintaro

Bagikan

Sebuah festival desain bertajuk Bintaro Design District kembali digelar. Selama 10 hari ke depan hingga 24 September 2022, penyuka desain, warga dan publik bisa melihat aneka karya desain dari sejumlah desainer di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Gelaran tahun ini mengusung tema “Berbagi Masa Depan”. Seperti dijelaskan oleh Budi Pradono (Budi Pradono Architecture), salah satu inisiator dan kurator BDD, “Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana kita harus berpikir untuk maju dan berubah menjadi lebih baik, untuk kehidupan ke depan yang lebih baik,” katanya.

Dalam Bintaro Design District (BDD) kali ini, kami ingin mengumpulkan pikiran dan gagasan, imbuh Budi, mengenai masa depan kita bersama. “Kami ingin membagikan bermacam pikiran dari teman-teman ini, kepada khalayak yang lebih luas. Semata agar realisasi dari pikiran-pikiran ini dapat memiliki kesempatan untuk bisa diupayakan bersama, dan menjadi awal dari masa depan yang lebih menyenangkan untuk kita semua,” tandasnya.

Tema ini akan membungkus, mendokumentasikan dan juga memamerkan karya-karya terkini dan pemikiran-pemikiran terbaru dalam menghadapi dunia baru pasca pandemi yang dinamis, spiritual dan penuh kewaspadaan. “Karena itu kami tidak menerima karya lama, melainkan hal baru yang relavan dengan situasi terkini,” terang Budi. Dinamai BBD 2020 juga mengingat situasi muktahir, di mana gelaran tahun ini adalah program yang tertunda, tidak bisa dilaksanakan pada waktunya.

Prosesi pembukaan festival ini dilakukan oleh Wakil Walikota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, di Kopi Manyar, salah satu venue BDD 2020. “Pemerintah Kota Tangerang Selatan sangat mendukung para pelaku industri kreatif, termasuk yang dilakukan para desainer melalui kegiatan Bintaro Design District ini. Salah satu kegiatan kami juga masuk dalam program BDD 2020, yakni sayembara desain arsitektur Bundaran Maruga, yang juga bekerja sama dengan IAI Banten,” papar Pilar.

Open House

BBD 2020 ini berisi antara lain Open Studio Architecture, Exhibition 1×1, pameran instalasi, dan online masterclass dengan para arsitek ternama. Lalu pameran “Kursi”, sebagai peringatan Satu Abad Desain Kursi di Indonesia, dan tribut untuk desainer Jaya Ibrahim. Pameran ini digelar di Graha Paramitha II, sebuah gedung yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, dan dirancang jadi ruang pamer yang kreatif.

Diikuti oleh sekitar 80 arsitek dan desainer, selain di gedung tersebut, pameran (termasuk tinjuan  dan acara BDD 2022 tersebar lebih 30 titik lokasi. Mulai dari rumah karya arsitek macam Ohio House, Verde House, lalu studio biro arsitek seperti HAP, bitte design studio dan atelier riri.  Juga ruang publik antara lain Anindhaloka, Koridor Stasiun Kereta Pondok Ranji, pedestrian di tepi Boulevard Utama, Taman Menteng dan Taman Kebayoran. Sampai tempat ngopi dan kafe, seperti di Kopi Manyar yang didesain oleh arsitek yang juga salah satu inisiator BBD, Andra Matin, lalu petak 25 (Jurangmangu), Turning Point Coffee di Pakulunonan Barat dan Kandank Jurank/Workshopiknik. Semua itu berlokasi di dalam dan seputaran Bintaro. Lokasi lainnya di South 78 (Gading Serpong), Bottega Artisan dan Open Door (Alam Sutera).

Salah satu program BBD 2022 ini adalah juga sayembara desain BDD Center. Dibangun di dalam kawasan Bintaro Jaya, “Kami menyiapkan lahan seluas satu hektar di area Bintaro Creative Village, Sektor 3A, untuk BBD Center ini,” ungkap General Manager PT Jaya Real Property Tina Hadisumarto. “Kami, sebagai pengembang kawasan Bintaro Jaya, tentu saja sangat mendukung komunitas industri kreatif dan semoga bidang industri ini dapat berkembang terus,” ucapnya. Diharapkan, tahun depan aktivitas BDD akan dipusatkan di sini.

Detil program dan jadwal masing-masing kegiatan dapat dilihat melalui aplikasi atau instagram BDD 2020. Acara ini berbayar Rp100.000 per orang yang berlaku selama 10 hari penyelenggaraan dan dapat dibeli secara daring maupun luring di beberapa titik lokasi pameran.

Festival Kreatif

BBD adalah acara tahunan yang digelar oleh Yayasan Bintaro Design District (BDD), sebuah perkumpulan nirlaba yang lahir dari kebersamaan dan kolaborasi berbagai bidang kreatif di wilayah Bintaro di Tangerang Selatan dan sebagian Jakarta Selatan yang berbatasan dengan area Bintaro.

Diawali dengan pertemuan informal para pendirinya (Andra Matin, Budi Pradono, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil) pada acara London Design Biennale di Inggris tahun 2016, berlanjut menjadi kegiatan berbagi ide tentang desain dan diskusi informal tentang karya karya terbaru, serta open house dan kritik karya.

Yayasan Bintaro Design Distrik resmi didirikan pada tahun 2018 bersamaan penyelenggaraan festival Bintaro Design District yang pertama. Dengan tema permeable society, gelaran perdana itu diikuti oleh 70 desainer, seperti arsitek, desainer interior, desainer grafis, juga fotografer dan pekerja seni di bidang film dan musik. BBD tahun 2019, yang digelar selama 10 hari dengan 116 acara, mendapat penghargaan Good Design Indonesia dari Kementrian Perdagangan.

Visi BDD adalah membangun komunitas yang lebih baik dan mendorong para penggiat industri kreatif, untuk selalu responsif pada nilai nilai aktual saat ini dan juga mendorong generasi muda untuk lebih sensitif, sekaligus kreatif dengan insting dan ketajaman dalam membaca fenomena terkini. Yakni, tidak hanya hal-hal yang terkait dengan self distancing, independen, hibrid mandiri dan spiritual saja, tetapi juga eco critic dan metaverse.

“Melalui kegiatan ini kami, desainer bisa saling sharing ilmu, menjalin silahturahmi sekaligus mengedukasi masyarakat,” kata Danny Wicaksono (Studio Dasar) inisiator lainnya. BBD didorong menjadi kegiatan kolaborasi yang inklusif, baik dari masyarakat, pengembang korporasi, maupun pemerintah. Bersifat festival, “Kami harap masyarakat dapat lebih mudah mengakses dan menikmati hasil karya desainer,“ tandas Hermawan Tanzil.

Artikel Terkait

Leave a Comment