
Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyabet dua penghargaan dalam ajang UI GreenMetric Indonesia 2025. ITB mendapat penghargaan sebagai “Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan Ke-8 di Indonesia”, serta sebagai “Perguruan Tinggi Terbaik yang Kembali Berpartisipasi di Indonesia”.
Pencapaian ini menjadi peningkatan yang signifikan bagi ITB sejak terakhir kali mengikuti pemeringkatan UI GreenMetric pada tahun 2020. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Herto Dwi Ariesyady, S.T., M.T. (Sekretaris Bidang Penjaminan Mutu Layanan Prima – Satuan Penjaminan Mutu ITB), saat memberikan sambutan mewakili ITB dalam penyerahan penghargaan, yang diselenggarakan di Universitas Diponegoro, Semarang, (16/12).
“ITB terakhir mengikuti UI GreenMetric pada tahun 2020. Pada saat itu ranking kami sangat rendah, hanya 336 sedunia atau 22 di Indonesia terbaik. Alhamdulillah pada tahun ini kita telah mencapai peningkatan yang sangat signifikan. Sekarang menjadi delapan terbaik se-Indonesia atau mungkin 53 terbaik se-dunia,” ujar Herto.
Guru Besar FTSP itu mengatakan, hasil ini berkat dukungan dari semua sivitas akademika ITB yang telah kerja keras menata kembali, membenahi kembali keberlanjutan di kampus ITB. “Tentunya ini perlu kami lanjutkan, semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi kampus-kampus lainnya untuk berikan terbaik untuk mencapai Indonesia yang lebih maju dan dunia yang lebih lestari. Terima kasih kepada UI GreenMatric yang telah memberikan apresiasi ini,” ucapnya.
ITB meraih skor menempati peringkat ke-53 dunia dan peringkat ke-8 nasional, dengan perolehan skor pada masing-masing indikator sebagai berikut: , dengan total skor mencapai 8.835.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi ITB untuk terus bertransformasi dan berkembang sebagai kampus ramah lingkungan yang berkelanjutan.
baca juga: Wujudkan Komitmen Sustainability Green Toll Road, Jasa Marga Raih Penghargaan MURI
Penyelenggaran Penghargaan Ke-15
Diprakarsai oleh Universitas Indonesia pada tahun 2010, UI GreenMetric World University Rankings adalah peringkat universitas pertama di dunia yang didedikasikan untuk kampus berkelanjutan. Melalui penilaian berbasis bukti tentang komitmen dan tindakan lingkungan, UI GreenMetric kini telah menjadi jaringan global terbesar di dunia untuk kampus berkelanjutan.
Tahun ini adalah penyelenggaraan ke-15, menampilkan 1.745 institusi di 105 negara, atau melebihi partisipan pada tahun lalu, sebanyak 1,477 universitas di 95 negara. “Pertumbuhan partisipasi yang luar biasa ini mencerminkan komitmen kolektif universitas di seluruh dunia untuk memajukan keberlanjutan melalui penelitian, pendidikan, dan inisiatif kampus,” kata Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono.
Mengusung tema baru, “Mendorong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Pendidikan Tinggi: Kisah dari Institusi dan Komunitas Kita”, penyelenggara menyatakan akan terus mendorong partisipasi yang lebih besar dari universitas-universitas di seluruh dunia, memupuk komitmen kolektif untuk membangun kampus berkelanjutan untuk masa depan.
Penghargaan ini bertujuan menarik perhatian para pemimpin universitas dan pemangku kepentingan untuk perhatian yang lebih besar pada perubahan iklim global, energi bersih, konservasi air, daur ulang limbah, transportasi hijau, serta pendidikan dan penelitian keberlanjutan.
Peringkat 5 Besar UI GreenMetric

Peringkat pertama secara global diberikan kepada Wageningen University & Research (WUR), Belanda dengan total skor 9.600. Kampus yang berlokasi di kota Wagenigen ini memang dikenal sebagai kampus yang menggabungkan penelitian dan pendidikan mutakhir di bidang iklim, keanekaragaman hayati, nutrisi, dan lingkungan hidup.
“Ini adalah upaya bersama dari semua orang di WUR — staf, mahasiswa, semua orang berkontribusi. Bersama-sama, kita berupaya untuk mencapai keberlanjutan, sejalan dengan misi kita ‘Untuk mengeksplorasi potensi alam untuk meningkatkan kualitas hidup’,” ujar Rektor WUR Magnificus Carolien Kroeze, dalam rilisnya.
Kroeze juga menyampaikan bahwa dalam rencana strategis baru, WUR berkomitmen pada perubahan yang bertanggung jawab. “Dalam pendidikan kami, kami ingin mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang bertanggung jawab di masa depan. Mereka adalah generasi yang akan membuat perbedaan untuk planet yang lebih hijau dan berkelanjutan serta masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tandasnya.
Mengekor di bawah Wageningen University & Research, secara berurutan adalah University College Cork (Irlandia), Nottingham Trent University (Inggris), Umwelt-Campus Birkenfeld (Jerman) dan Universidade de São Paulo (Brazil).
Adapun peringkat pertama di kawasan Asia diraih oleh Universitas Indonesia (secara global berada di peringkat 19), sekaligus teratas secara nasional. Masuk dalam peringkat lima besar di Indonesia adalah Universitas Diponegoro (global 23), Universitas Gadjah Mada (global 26), Universitas Negeri Semarang (global 28) dan IPB University (global 33).
Di Asia, peringkat lima besar di bawah UI adalah National Pingtung University of Science & Technology, Taipei – Taiwan (global 21), Kasetsart University, Thailand (global 22), Universitas Diponegoro (global 23), dan Universitas Gadjah Mada (global 26).
Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menekankan bahwa untuk periode 2025–2029, UI memajukan semangat “Unggul Impactful”. Fokus utamanya bukan lagi hanya pada publikasi akademis, tetapi pada penyebaran hasil penelitian untuk memberikan solusi nyata bagi tantangan sosial dan lingkungan. “UI berkomitmen untuk menciptakan dampak nyata dengan menerapkan pengetahuan keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Heri.












