Bersama IKA BOEDOET, Pemprov DKI Jakarta Tanam 7.500 Bibit Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Kapuk

Bagikan

tanam

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Ikatan Alumni SMAN 1 Jakarta (IKA BOEDOET) melakukan penanaman 7.500 bibit mangrove di Hutan Lindung Angke Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, (20/4). Kegiatan  ini juga didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) .

Gubernur DKI Jakarta,  Pramono  Anung yang hadir bersama  Wakil  Gubernur  DKI Jakarta,  Rano Karno, mengapresiasi IKA BOEDOET yang menginisiasi kegiatan penanaman mangrove ini dalam rangkaian reuni akbarnya yang akan diselenggarakan 26 April 2024.  “Reuninya sangat kreatif, dengan menanam 7.500 bibit mangrove di area seluas 44,7 hektare yang telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta. Secara khusus, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Chairul Tanjung dan teman-teman sekalian atas reuni yang luar biasa ini. Kami tentu sangat berterima kasih atas upaya yang telah dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua IKA BOEDOET, Chairul Tanjung, menegaskan, penanaman mangrove ini merupakan bagian dari rangkaian acara reuni akbar alumni SMAN 1 Jakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki dampak positif dari berbagai aspek.

 

tanam

“Ekosistem  mangrove  memiliki  manfaat  ekologis,  sosial,  dan  ekonomi  yang  sangat  besar.  Mangrove berperan penting  dalam  mencegah  abrasi  pantai,  memperkaya  keanekaragaman  hayati  ekosistem  laut, serta  berfungsi sebagai  penyerap  karbon  dioksida  (CO2)  yang  efektif,  sehingga  sangat  relevan  dalam mitigasi perubahan iklim,” ungkapnya.

Budaya Tanam Mangrove

Chairul berharap, kegiatan serupa bisa menjadi contoh dan diikuti oleh berbagai pihak di masa mendatang. “Mudah-mudahan kegiatan  kami  ini  bisa  menginspirasi  komunitas  lain  untuk  turut  serta  menanam mangrove, sehingga menjadi budaya yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya.

baca juga: Penanaman 6.250 Pohon oleh NEC Indonesia di Bogor, Sudah Berdampak Positif

Kegiatan ini juga diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2025. Menurut Pramono, upaya meningkatkan penghijauan ini mendapat dukungan dari Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri yang juga ikut melakukan penanaman mangrove.

Hutan  Lindung  Angke  Kapuk,  Jakarta  Utara,  merupakan  salah  satu  kawasan  dengan  keanekaragaman hayati yang  tinggi,  dihuni  oleh  berbagai  jenis  tanaman  dan  satwa.  Kawasan  ini  mencakup  beberapa ekosistem penting, termasuk hutan mangrove, hutan rawa, dan hutan daratan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hutan Lindung Angke Kapuk mengalami tekanan yang cukup besar akibat perubahan  lahan  dan  aktivitas  manusia.  Oleh  karena  itu,  upaya  konservasi  dan  perlindungan  terus dilakukan untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir Jakarta ini.

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *