
Strategi ekspansi Paradise Indonesia di tahun ini adalah fokus pada pengembangan portofolio aset yang menghasilkan pendapatan berulang secara berkelanjutan. Untuk itu perusahaan mengandalkan portofolio hotel dan ruang ritel, dengan yang terbaru adalah proyek 23 Semarang.
Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia, Anthony P Susilo mengungkapkan 23 Semarang akan dibuka secara resmi pada tanggal 23 Mei 2026. Mall ini memiliki nett saleable area seluas 49.000 m2 dan diisi dengan 250 tenant. Tidak heran jika 23 Semarang digadang-gadang sebagai pusat belanja terluas di wilayah Jawa Tengah.
Mall tersebut berlokasi di kawasan pengembangan komersial baru Semarang, bernama Pearl of Java City (300 hektar) di pesisir Pantai Marina, Semarang Utara. Dikembangkan oleh IPU Land, kawasan reklamasi ini dirancang dengan mengusung konsep one-stop living yang memadukan hunian mewah, area komersial, bisnis, dan pariwisata tepi laut.
Menempati kaveling 1 Pearl of Java, Paradise Indonesia mendesain mall ini bukan sekadar pusat belanja, melainkan sebagai leisure destination. Bangunannya tidak tinggi, dilengkapi banyak area terbuka dengan lansekap hijau yang meneduhkan. Untuk diketahui, daerah pesisir ini terhitung cukup terik dan berangin.
“Konsep ini masih baru di Semarang,” ungkap Anthony. Akan tetapi, pihaknya tetap yakin, proyek besutannya ini akan menjadi destinasi baru warga Semarang dan sekitarnya. “Kami tidak membangun big box mall tapi lebih experience. Yang kami hadirkan adalah leisure mall yang menjadi destination. Orang datang untuk menikmati pengalaman, dan pada akhirnya mereka juga berbelanja,” jelas Anthony.
Agar traffic pengunjung tetap terjaga, pengembang mengatur mulai dari tenant, tidak hanya peletakkan pun tenancy mix. “Peritel food & beverage akan mendominasi,” kata Surina, Direktur & Deputy CEO Paradise Indonesia, dan, tambahnya, banyak brand baru dan yang pertama hadir di Jawa Tengah. Selain itu drop off area ditempatkan di lantai dua, sehingga, “Walaupun besar, namun pengunjung tidak merasa berjalan jauh untuk menyusurinya,” terang Anthony.
Surina menyebut, sejumlah agenda aktivitas akan disiapkan, guna menarik pengunjung. Agenda ini akan selaras dengan program Pemerintah Kota Semarang yang memang ditujukan untuk mendukung pengembangan kawasan baru tersebut. Salah satunya adanya bus ulang alik dari/ke pusat kota ke/dari kawasan ini. “Kami menyediakan halte yang representatif,” kata Surina.
baca juga: Paradise Indonesia Targetkan Kontribusi Pendapatan Berulang 70%
88 Plaza Andalan Baru
Selain itu, Paradise Indonesia juga mengharapkan pendapatan lain dari penjualan proyek 88 Plaza Balikpapan, yang sudah dibesut sejak awal tahun. Bagi Paradise, proyek terbarunya ini bernilai khusus, karena juga menjadi “penanda” transformasi perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai pengembang proyek ruang komersial dan residensial dalam bangunan tinggi, sementara 88 Plaza adalah bangunan pendek dengan bentuk dasar rumah-toko. Namun tetap didesain unik dan ikonik.
“88 Plaza merupakan proyek di kota ke-delapan kami, dikembangkan di lahan seluas delapan hektar dan desainnya pun seperti bentuk segi delapan,” ungkap Anthony, menerangkan salah satu alasan penamaan proyek tersebut.
Dengan konsep yang baru bagi pasar Balikpapan khususnya, Paradise yakin 88 Plaza bisa diandalkan untuk memberi pendapatan positif baru perusahaan. Dan hal itu terbukti pada penjualan tahap pertama business loft Asthon yang pada row pertama, langsung sold out.
Melihat hal tersebut, Paradise meyakini bahwa hal dan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi pasar, memberi hasil positif bagi proyek-proyeknya. Dengan begitu, perusahan pun mampu meneruskan kinerja positif yang sudah didapat di periode-periode sebelumnya.
Untuk diketahui, pada kuartal 1 2026, perusahaan publik dengan kode INPP ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp326,91 miliar, atau tumbuh 14,14 persen (yoy). Semua lini bisnisnya tumbuh, namun segmen komersial menjadi kontributor terbesar, yakni Rp157,14 miliar, atau tumbuh 19% YoY. Menyusul kemudian dari segmen perhotelan sebesar Rp135,50 miliar, meningkat 4% YoY) dan segmen penjualan properti memberi pendapatan Rp34,26 miliar, meroket 38% dibandingkan periode sebelumnya. Pada segmen terjadi, peningkatan tersebut terutama didapat dari pengakuan pendapatan atas proses serah terima unit Antasari Place, yang masih berlangsung hingga awal tahun ini.
Dengan demikian, perusahaan sukses meraup laba bersih hingga Rp44,07 miliar, berbalik dari rugi bersih sebesar Rp132,87 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Kinerja laba bersih ini mencerminkan pertumbuhan organik perusahaan, yang didorong oleh kinerja segmen usaha komersial. Pertumbuhan segmen ini terutama didapat dari ekspansi 23 Paskal Shopping Center – Bandung yang sudah berlangsung tahun lalu dan tetap berdampak positif terhadap kinerja pada Kuartal I-2026.
Di tahun 2026 ini, Paradise telah memiliki total 26 unit bisnis, yang terdiri dari tujuh pusat perbelanjaan, 13 hotel, dan enam proyek property sales.












