
Starwood Hotels baru saja membuka jenama 1 Hotel perdana di Asia, yakni di Tokyo, Jepang. Dirancang bak a sanctuary in the sky, hotel ini berlokasi di Menara Akasaka Trust. Jenama akomodasi mewah yang didirikan oleh visioner perhotelan Barry Sternlicht pada tahun 2015 ini, menghadirkan desain khas jenama 1 Hotel yang berlandaskan alam, konsep makanan dan minuman yang inovatif, pengalaman yang berfokus pada kesehatan, dan etos keberlanjutan yang mewah ke salah satu kota paling dinamis di dunia.
Properti ini merupakan hasil kolaborasi antara 1 Hotel dan Mori Trust, pengembang real estat di Jepang, dan menjadi pusat Tokyo World Gate Akasaka, sebuah proyek multifungsi generasi baru yang menggabungkan perkantoran, ritel, dan budaya dalam lingkungan yang ramah pejalan kaki. Untuk itu Akasaka digadang-gadang sebagai lokasi ideal untuk menjelajahi semua yang ditawarkan Tokyo. Selain karena lokasinya strategis, dekat dengan sejumlah kedutaan besar, dan kawasan-kawasan ikonik seperti Ginza, Roppongi, dan Shibuya juga mudah diakses dari sini, pun taman dan kuil.
Filosofi Jepang
Berada di dalam gedung berarsitektur modern, 1 Hotel Tokyo dirancang dengan mengadopsi filosofi hidup ala Jepang yang harmonis dengan alam. Di mana craftmanship, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap material terjalin dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu terlihat mulai dari area lobby, fasilitas hingga 211 kamarnya plus 20 suite dan tiga penthouses yang dirancang sebagai tempat istirahat yang menenangkan. Semua ruang seakan dekat dengan alam, dengan alam melalui material berkelanjutan, tanaman hijau yang dipilih dengan cermat, dan detil-detil yang dibuat dengan teliti.
Barry Sternlicht, Founder of 1 Hotels dan Chairman of Starwood Hotels, mengungkapkan bahwa dalam beberapa kali perjalanannya ke Jepang, dirinya sangat terkesan dengan suasana taman dan penghormatan yang tinggi terhadap alam. Inilah yang mendasari pihaknya membuka hotel ini.

“Tokyo World Gate Akasaka dirancang sebagai distrik yang menyatukan bisnis, budaya, dan ruang hijau dengan cara yang mencerminkan masa depan Tokyo,” terang Miwako Date, President and CEO Mori Trust. “1 Hotel Tokyo memperkuat visi tersebut dengan memperkenalkan pengalaman perhotelan yang berfokus pada kinerja lingkungan dan integritas desain. Kami percaya hotel ini akan memberikan kontribusi yang berarti bagi evolusi Akasaka dan pertumbuhan berkelanjutan Tokyo sebagai destinasi global.”
Konsep Biofilik dan Craftman Jepang
Menempati lantai 38 hingga 43, hotel ini memadukan pemandangan cakrawala kota dengan desain berfilosofi biofilik khas 1 Hotels. Dari lantai-lantai tinggi tersebut, para tamu akan menikmati pemandangan taman Istana Kekaisaran, Menara Tokyo, dan cakrawala kota. Desain biofiliknya diterapkan di setiap sudut ruang, mulai dari instalasi botani vertikal di lobby, hingga tanaman hijau yang diawetkan.
“Mendesain 1 Hotel Tokyo adalah tentang menemukan harmoni antara filosofi jenama kami dan budaya materialitas, serta kerajinan tangan khas Jepang yang luar biasa,” kata Raul Leal, CEO Starwood Hotels. “Mulai dari penggunaan material daur ulang hingga ketelitian operasional yang memungkinkan kami mencapai sertifikasi lingkungan tertinggi di Jepang, hotel ini menunjukkan bagaimana keunggulan desain dan keberlanjutan dapat saling meningkatkan satu sama lain pada tingkat kemewahan tertinggi.”
Interior hotel ini dirancang oleh studio arsitektur dan desain global CRÈME. Pintu utamannya berada di lantai dasar gedung, yang ditandai dengan dindingnya yang dilapis tanaman hijau, seakaan menandai transisi menjauh dari energi dinamis kota ke area tenang. Menjadi bagian dari narasi desain, ketika naik, tamu seolah-olah menyusuri batang pohon dan muncul di kanopi yang rimbun, saat tiba di lobi lantai 38.
Sentuhan alami terintegrasi di seluruh properti, mulai dari detil langit-langit kayu serupa kulit pohon, hingga dinding bertekstur halus yang mengingatkan pada udara yang bergerak. Dinding batu Oya yang menjadi ciri khasnya, mengacu pada ukiran batu di sekitar parit Istana Kekaisaran, menghubungkan desain hotel dengan lansekap dan sejarah Tokyo.
Pepohonan hijau itu juga mencerminkan etos 1 Hotel dalam menghadirkan alam ke dalam ruangan. Dinding yang rimbun, tanaman yang melimpah di seluruh ruang publik, dan tata letak yang menekankan pemandangan menciptakan rasa menyatu dengan jantung kota.

Hotel ini dilengkapi Bamford Wellness spa yang menawarkan perawatan yang terinspirasi oleh tradisi Jepang dan Barat, serta gym & fitness center The Field House, yang buka 24 jam. Lalu, kolam renang dalam ruang dengan akses ke taman di luar ruangan, dan Lobby Lounge & Bar yang buka sepanjang hari dan berubah menjadi bar gin Jepang di malam hari. Di sini terdapat tiga restoran dengan suasana dan menu berbeda, yakni NiNi, Spotted Stone, dan Neighbors Café. Selain itu juga terdapat ruang multifungsi di lantai 38, seluas 460 m2 yang bisa ditata fleksibel, sesuai kebutuhan tamu.
baca juga: Perluas Jaringannya di Indonesia, Radisson Hotel Group Tambah Portofolio Baru di Canggu, Bali
Hotel Besertifikat Hijau
Disampaikan bahwa 1 Hotel Tokyo mencerminkan komitmen jangka panjang Starwood Hotels terhadap keramah-tamahan yang mengutamakan kelestarian Bumi, dipadukan dengan tradisi hidup penuh kesadaran khas Jepang.
Mengadopsi sistem operasional yang cerdas dan efisien, termasuk dalam konservasi air, hotel ini juga memiliki sudah menerapkan penggunaan plastik sekali pakai, mengutamakan material daur ulang dan dari sumber yang bertanggung jawab. 1 Hotel Tokyo pun menyediakan Audi Electric Vehicle Experience, yang bisa diakses gratis oleh para tamunya pengguna mobil listrik Audi Q6 e-tron. Dengan keberlanjutan sebagai landasan desain dan operasional, hotel ini telah meraih sertifikasi CASBEE S, peringkat tertinggi di Jepang untuk kinerja lingkungan.












