Tak Hanya dari Semen, Tahun 2024 Penjualan SCG Indonesia Naik 8%

Bagikan

scgSCG Indonesia melaporkan, untuk tahun fiskal 2024, pendapatan dari penjualan mencapai Rp17,4 triliun (AS $1.099 juta), menandakan peningkatan sebesar 8% secara tahunan (year-on-year). Hal ini dipacu oleh pertumbuhan pendapatan di SCG Chemicals (SCGC), khususnya dari ekspor Thailand dan LSP di Vietnam, ke Indonesia.

Walau memang, pada kuartal 4 2024, pendapatan dari penjualan di Indonesia “hanya” sebesar Rp4.36 triliun (AS $277 juta). Atau ada penurunan 1% secara tahunan, yang dipengaruhi oleh SCG Distribution and Retail, SCG Cement and Green Solution, dan SCGP.

Pencapaian secara keseluruhan di tahun lalu itu sejalan dengan keberhasilan perusahaan ini secara global dalam mengelola EBITDA-nya (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) secara efektif. Yang mencapai Rp24,13 triliun (AS $1.528 juta), setara dengan pencapaian pada tahun 2023.

Hal ini didorong oleh adaptasi perusahaan terhadap berbagai tantangan, termasuk perlambatan siklus petrochemical, ketegangan geopolitik, fluktuasi biaya energi, serta suku bunga yang tinggi. Meskipun perusahaan dihadang dengan berbagai tantangan tersebut, SCG tetap mampu menjaga kekuatan finansialnya serta memastikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Dan perusahaan ini terus berkomitmen untuk memperkuat kesehatan finansialnya dengan mempertahankan EBITDA yang kuat sebagai prinsip utama dalam pengelolaan bisnis.

Perusahaan yang berbasis di Thailand ini juga menerangkan beberapa hal yang telah dilakukan sehingga terus tumbuh. Antara lain, anak usahanya yang mengurus distribusi produknya, yakni SCG Distribution & Retail telah mempercepat ekspansi bisnis perdagangan modern untuk material konstruksi dan bangunan, bekerja sama dengan Mitra 10 di Indonesia. Jaringan peritel khusus material bangunan ini telah memiliki 56 cabang di tahun 2024 dan melayani lebih dari 1 juta pelanggan per bulan. Mutra 10 sendiri mempunyai target mencapai 100 cabang pada tahun 2030.

Produk Rendah Karbon SCG

scg

Terus mengembangan produk yang ramah lingkungan, dengan Cement & Green Solutions yang tengan mempercepat ekspor Low Carbon Cement.  Pada tahun ini, proyeksi volume ekspornya mencapai sekitar 1 juta ton. Sementara itu, SCG Decor telah mengekspor ubin X-Porcelain berkekuatan tinggi dan mendapatkan respon positif dari pasar, di mana menargetkan pertumbuhan ekspor dua kali lipat pada tahun ini.

Adapun SCG Cleanergy akan memproduksi dan mendistribusikan 548 MW tenaga surya pada tahun 2024, menandai peningkatan sebesar 21,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan akan memperluas kapasitas produksi energi bersihnya hingga sekitar 3.500 MW pada tahun 2030.

“Kami akan terus beradaptasi dan berekspansi ke pasar baru. Pada tahun 2025, kami yakini bisa mempertahankan pengelolaan EBITDA yang kuat sekaligus memastikan komitmen berkelanjutan terhadap kepentingan para pemegang saham,” tutur Thammasak Sethaudom, Presiden dan CEO SCG.

Komitmen SCG pada ESG

Perusahaan ini menegaskan untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta kualitas hidup, dan keberlanjutan lingkungan, melalui berbagai inisiatif utama. Hal tersebut akan dilakukan mulai kuartal ini. Antara lain dengan meluncurkan pipa PP-R, yang dikembangkan oleh anak perusahaannya, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia. Produk ini ditujukan untuk sistem air bertekanan panas dan dingin, yang permintaannya semakin meningkat. Pipa ini terbuat dari polypropylene random copolymer (PP-R) canggih yang menawarkan ketahanan tinggi terhadap suhu, tekanan, dan korosi, sehingga memastikan daya tahan dan keandalan sebagai solusi pipa air.

baca jugaRoad Map Dekarbonisasi Industri Semen Diperlukan Demi Keberlanjutan

Sejalan dengan visi Inclusive Green Growth bersama visi Indonesia Emas 2045 serta Net Zero Carbon pada 2060, SCG menyelenggarakan sukses the ESG Symposium 2024 di Indonesia. Menghadirkan lebih dari 600 peserta, simposium ini membahas tantangan lingkungan dan mengeksplorasi solusi berkelanjutan. Dalam acara tersebut, produsen ini juga memperkenalkan Bezt Eco-Friendly Cement, sebuah produk rendah karbon yang berhasil mengurangi emisi CO2 lebih dari 300.000 tom atau setara dengan menanam 600.000 pohon.

Lalu melalui PT Semen Jawa, meluncurkan kampanye SCG Mentari untuk mendorong pengelolaan sampah dan rehabilitasi alam bersama komunitas lokal. Inisiatif ini melibatkan masyarakat dalam mengolah sampah yang dikumpulkan menjadi bahan bakar alternatif untuk produksi semen, guna mendukung keberlanjutan.

Pemberdayaan generasi muda juga menjadi fokusnya. Penerima beasiswa “SCG Sharing the Dream” telah menginisiasi program Wonderlearn untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Bantul, D.I. Yogyakarta, yang berkontribusi pada target daerah untuk menjadi wilayah bebas sampah pada tahun 2025.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *