
Minat pasar global terhadap produk Indonesia terlihat semakin kuat menjelang penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Hingga akhir September, buyer dari 113 negara telah mendaftarkan diri untuk hadir. Di sisi lain, sebanyak 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah terdaftar sebagai ekshibitor.
TEI 2026 akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, ajang perdagangan internasional ini menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dan calon mitra bisnis dari berbagai negara.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan tingginya jumlah negara asal buyer dan ekshibitor menunjukkan minat yang besar terhadap platform bisnis B-to-B yang dihadirkan melalui TEI 2026.
“Banyaknya negara asal buyer dan ekshibitor yang mendaftar jelang TEI 2026 menunjukkan tingginya minat pelaku usaha mancanegara dan lokal untuk bertemu di platform business-to-business (B-to-B),” ujar Puntodewi setelah Konferensi Pers Technical Meeting TEI ke-41 di ICE BSD City, pada Rabu (30/9).
Buyer asing yang telah mendaftar paling banyak berasal dari India, kemudian Tiongkok, Nigeria, Malaysia, dan Mesir. Kehadiran buyer tersebut turut didukung jaringan KBRI, KJRI, serta perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri yang berperan menjaring sekaligus mengkurasi buyer potensial.
1.533 Ekshibitor Siap Buka Akses ke Pasar Global
Dari 1.533 ekshibitor yang telah mendaftar, produk dan jasa Indonesia akan dikelompokkan ke dalam 5 zona. Zona Food, Beverage, and Agriculture Products menjadi yang terbesar dengan 754 ekshibitor, disusul Fashion and Handicraft sebanyak 448 ekshibitor.
Sementara itu, Manufactured Products and Services diikuti 183 ekshibitor, Furniture and Home Decor sebanyak 85 ekshibitor, serta Industrial Estate sebanyak 63 ekshibitor.
Pengelompokan tersebut diharapkan memudahkan buyer menemukan produk sesuai kebutuhan sekaligus membuat proses penjajakan bisnis menjadi lebih terarah.
“Komposisi ekshibitor menunjukkan keberagaman produk dan jasa yang Indonesia tawarkan kepada para buyer. Melalui pengelompokan zona tersebut, kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk sesuai kebutuhan mereka,” kata Puntodewi.
TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 m² dengan target sekitar 1.500 ekshibitor dan 30.000 pengunjung. Pemerintah juga menargetkan potensi transaksi mencapai USD 17,5 miliar, sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis.
Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai persiapan sejak Maret 2026. Tahapannya mencakup perekrutan dan kurasi ekshibitor, penjaringan buyer, penyampaian daftar ekshibitor kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, business matching, hingga CEO Gathering.
Hingga 21 September 2026, telah terlaksana 17 sesi presentasi bisnis dan persiapan business matching yang melibatkan 17 perwakilan RI dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri.
Saat berlangsung, TEI 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk ekspor Indonesia. Sejumlah agenda bisnis juga disiapkan, mulai dari business counseling, business matching, forum bisnis, penandatanganan nota kesepahaman, kesepakatan dagang, hingga komitmen investasi.
Pemerintah juga akan memfasilitasi kunjungan menteri dari sejumlah negara mitra. Selain itu, Zimbabwe, Rusia, Uzbekistan, Inggris, dan Serbia turut menyampaikan permintaan undangan untuk menghadiri TEI 2026.
Dari sisi penyelenggara, lebih dari 200 kamar dipersiapkan untuk buyer yang telah melalui proses penjajakan dan memiliki potensi transaksi atau kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia.
Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan TEI 2026 juga diperkuat kolaborasi dengan lebih dari 154 media lokal dan internasional. Promosi dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah ajang perdagangan internasional di Rusia, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Australia.
Antusiasme terhadap TEI 2026 menjadi peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas pasar dan menjalin hubungan bisnis dengan mitra dari berbagai negara. Terlebih, TEI 2025 lalu mencatat potensi transaksi sebesar USD 22,83 miliar dengan 1.619 ekshibitor, 8.045 buyer, dan 34.550 pengunjung.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, sejumlah produk seperti pertambangan, logam mulia, minyak sawit dan turunannya, arang dan briket, serta suku cadang kendaraan mendapatkan permintaan cukup tinggi. Buyer terbanyak berasal dari Malaysia, Tiongkok, India, Nigeria, dan Mesir.
Dengan persiapan dan jumlah peserta yang telah terhimpun, TEI 2026 diharapkan dapat menjadi salah satu pintu bagi produk Indonesia untuk menjangkau pasar global sekaligus membuka lebih banyak peluang ekspor, investasi, dan kerja sama bisnis.











