Ada 4,4 Juta Pelanggan Naik MRT Sepanjang September 2026

Bagikan

naik

PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat, sepanjang September 2026 ada sebanyak 4.416.609 pelanggan naik kereta massal ini. Pada bulan tersebut pula, tercatat rata-rata 147.220 pelanggan menggunakan MRT setiap hari dari target 139.867 pelanggan. Pada hari kerja Senin—Jumat, rata-rata 165.423 pelanggan naik MRT dari target 156.276 pelanggan. Dan rata-rata 104.748 pelanggan pada akhir pekan Sabtu—Minggu dari target 101.580 pelanggan.

Konsistensi angka keterangkutan saat hari kerja mencapai 160–170 ribu pelanggan per hari menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat menggunakan transportasi publik saat hari-hari tersebut.

Selain itu, pada September, Stasiun Dukuh Atas BNI melayani hingga 746.836 pelanggan, diikuti oleh Stasiun Lebak Bulus BSI dengan 462.730 pelanggan. Sedangkan Stasiun Blok M BCA dan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta mencatatkan masing-masing 442.249 dan 442.144 pelanggan.

Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, data pada September 2026 ini juga menunjukkan relasi favorit pelanggan pada perjalanan Stasiun Istora Mandiri dan Dukuh Atas BNI. Berbagai aktivasi event dan kegiatan di sekitar dua stasiun tersebut, seperti di Stadion Gelora Bung Karno serta event gaya hidup lainnya seperti pertunjukan musik dan olahraga, mendorong peningkatan angka keterangkutan di Stasiun Istora Mandiri.

Sedangkan Stasiun Dukuh Atas BNI merupakan stasiun transit yang terkoneksi dan integrasi dengan berbagai moda transportasi massal lainnya, seperti Stasiun Commuterline Sudirman, kereta bandara, dan Stasiun LRT Jabodebek Dukuh Atas BSI.

Kolaborasi Naikkan Keterangkutan

Untuk menaikkan angka keterangkutan, PT MRT Jakarta (Perseroda) bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama dari industri wisata seperti sektor kuliner, aktivitas, hingga pusat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan, hingga promo tiket di sejumlah tempat wisata.

Kolaborasi dengan sejumlah operator transportasi publik pengumpan (feeder) juga mendorong peningkatan angka keterangkutan. Lebih jauh lagi, moda pengumpan ini juga mengangkut dari kawasan hunian langsung menuju stasiun terdekat.

Kehadiran angkutan pengumpan ini akan berdampak tidak saja terhadap kenaikan angka keterangkutan, namun juga mendorong kebudayaan menggunakan platform berbagi kendaraan (ride sharing). Secara angka, operator pengumpan ini menyumbang sekitar 25 persen angka keterangkutan dari total ridership MRT Jakarta.

baca juga: Arsa Homes, Rumah Bagi Kaum Urban Aktif, Berjarak 3 Km Dengan Stasiun MRT Lebak Bulus

Terhitung sejak Mei 2023, waktu operasional ratangga dan stasiun saat akhir pekan yang biasanya mulai pukul 6 dan berakhir pada pukul 24.00, menjadi pukul 5 hingga 24.00 sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas masyarakat pada akhir pekan di sepanjang jalur MRT Jakarta. Penambahan jam operasional pun dilakukan saat penyelenggaraan event dengan massa yang besar di sepanjang jalur MRT Jakarta seperti festival seni budaya atau perayaan pergantian tahun baru.

naik

Naiknya pengguna tak bisa dipungkiri, karena semakin banyak cara membeli tiket Ratangga. Salah satunya melalui aplikasi MRT Jakarta di ponsel pintar yang bahkan menawarkan aneka promosi. Antara lain menggunakan poin penggunaan untuk ditukar dengan berbagai promo, menonton film dan bermain gim ponsel. Untuk yang bepergian secara rombongan pun bisa menggunakan aplikasi tersebut, dengan maksimal lima tiket per akun. Perusahaan juga menyediakan mesin top up uang elektronik keluaran bank di setiap stasiun.

Tak hanya itu, di hampir setiap stasiun juga sudah tersedia mesin tiket kertas berkode QR. Pada versi mobile, seperti mesin EDC, pengguna MRT dapat memesan, membayar, dan mencetak tiket kertas melalui alat mobile yang dibawa oleh petugas stasiun saat kondisi sedang ramai. Yang terbaru, pelanggan dapat langsung melakukan pengetapan pada passenger gate menggunakan kartu kredit Mastercard dan Visa tanpa membeli tiket perjalanan terlebih dahulu.

Yang terbaru, MRT Jakarta menyediakan merchadise tiket yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan. Hadir dalam bentuk gantungan lucu (charm), lanyard, pop-socket, dan lainnya. Kelebihannya, allride dapat terhubungkan (pairing) dengan aplikasi MyMRTJ dan allride wallet by GoPay. Masyarakat yang ingin mendapatkan charm, dapat berkunjung ke MRT Merch Market yang berlokasi di Stasiun Blok M BCA.

Integrasi Sistem Pembayaran

Terhitung mulai 12 Oktober 2026, pelanggan MRT Jakarta yang menggunakan Kartu Uang Elektronik (KUE) yang dikeluarkan oleh bank seperti E-money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, Flazz BCA, JakCard Bank Jakarta, dan kartu multitrip commuterline (KMT) dapat melakukan pengetapan di reader JakLingko yang tersedia di passenger gate stasiun. Untuk jenis kartu lainnya, pelanggan tetap melakukan tapping pada perangkat yang sesuai, yaitu Kartu Single Trip MRT Jakarta pada Gate MRT Jakarta dan kartu EMV/contactless pada Reader EMV.

naik, pengguna

“Migrasi sistem pengetapan pembayaran tiket ini memperkuat integrasi transportasi publik bersama JakLingko. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan tanpa hambatan, khususnya bagi pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik, ” jelas Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo.

Rendy juga menyebutkan bahwa integrasi pembayaran ini juga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan tarif integrasi, sesuai dengan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 773 Tahun 2022 tentang Besaran Tarif Layanan Angkutan Umum Massal. “Dalam ketentuan tersebut, pelanggan yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi publik dapat dikenakan tarif maksimal Rp10.000 per 3 jam dengan perjalanan lebih dari satu moda antara MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta BRT, ” tambahnya.

Selain kemudahan tarif, integrasi sistem pembayaran melalui JakLingko diharapkan dapat memberikan proses transaksi yang lebih cepat dan meminimalkan potensi kendala saat tapping, sehingga mendukung pengalaman perjalanan pelanggan yang lebih nyaman. Saat ini, infrastruktur pembayaran JakLingko telah tersedia di 13 stasiun MRT Jakarta, dengan 186 Reader JakLingko dan 60 Balance Check Terminal (BCT).

“Kami mencatat bahwa pada periode Januari 2025 hingga Agustus 2026, tercatat 40,86 juta perjalanan atau 51,10 persen dari total perjalanan pelanggan MRT Jakarta menggunakan Gate JakLingko, sementara 5,82 juta perjalanan atau 7,28 persen menggunakan tarif integrasi,” pungkasnya.

Dengan penguatan integrasi ini, ke depan MRT Jakarta terus mendorong terciptanya ekosistem transportasi publik yang semakin terintegrasi, inklusif, mudah digunakan, terjangkau, serta memberikan pengalaman perjalanan yang sempurna bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *