JUMBO Bawa Karakter Film ke Ruang Hotel Lewat Pengalaman Tematik

Bagikan

JUMBO x Discovery Ancol Hotel
JUMBO x Discovery Ancol Hotel

Pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal kini tidak hanya dilakukan melalui film, animasi, atau produk turunannya. Kolaborasi JUMBO x Discovery Ancol Hotel menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah IP dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman ruang dan sektor hospitality, sehingga karakter serta dunia cerita dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kolaborasi antara Visinema dan Discovery Ancol Hotel tersebut menghadirkan pengalaman menginap bertema JUMBO dengan membawa berbagai elemen visual dan karakter dari film ke lingkungan hotel. Konsep ini memperlihatkan peluang pengembangan IP lokal Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor, sekaligus memperluas cara masyarakat berinteraksi dengan sebuah karya kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa pengembangan IP tidak harus berhenti pada karya awal. Menurutnya, sebuah IP dapat terus dikembangkan menjadi berbagai bentuk pengalaman dan produk kreatif yang memberikan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi kreatif.

“Sejak awal ketika berbicara dengan Mas Angga, mimpi yang disampaikan adalah bagaimana Indonesia memiliki IP yang dapat menjadi evergreen dan tidak hanya berhenti pada satu jenis karya. Hari ini kita melihat bagaimana sebuah IP Indonesia dapat dikembangkan menjadi karya dan pengalaman baru yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Irene Umar saat menghadiri peluncuran kolaborasi JUMBO x Discovery Ancol Hotel di Discovery Ancol Hotel, Jakarta, pada Senin (21/9).

Menurut Irene, pengembangan IP membutuhkan ekosistem yang dapat mempertemukan kreator dengan industri dan pasar yang tepat. Kolaborasi dengan sektor lain menjadi salah satu ruang bagi IP lokal untuk memperluas pemanfaatannya sekaligus menjangkau audiens melalui pengalaman yang berbeda.

“Peran kami adalah membuka ruang agar para kreator dapat bertemu dengan industri dan pasar yang tepat. Dengan begitu, IP Indonesia memiliki kesempatan untuk berkembang melalui berbagai sektor,” imbuh Irene.

Founder dan CEO Visinema Group, Angga Dwimas Sasongko, mengatakan JUMBO sejak awal dibangun dengan keinginan menghadirkan cerita Indonesia yang dekat dengan masyarakat, terutama anak-anak. Menurutnya, agar sebuah cerita dapat terus berkembang, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa.

“JUMBO berawal dari mimpi untuk melihat anak-anak Indonesia tumbuh dengan cerita dari tanah mereka sendiri, dengan karakter dan dunia yang dekat dengan keseharian mereka. Untuk membuat cerita tersebut terus berkembang, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak yang memiliki visi yang sama,” ujar Angga.

Pengalaman JUMBO Hadir hingga ke Interior Hotel
JUMBO x Discovery Ancol Hotel
JUMBO x Discovery Ancol Hotel

Melalui kolaborasi ini, karakter dan dunia JUMBO diterjemahkan ke dalam berbagai elemen interior dan area hotel. Sebanyak 53 kamar tematik JUMBO tersedia di lantai 5 Discovery Ancol Hotel, dengan dekorasi lorong dan interior kamar yang dirancang mengikuti dunia dalam film.

Pengalaman tersebut tidak hanya ditemui di dalam kamar. Sejumlah area publik hotel turut membawa elemen cerita JUMBO, salah satunya Diorama South Lobby yang menampilkan Kamar Don, Ruang Tamu Oma, dan Sepeda Nurman. Sementara itu, area Kampung Seruni dan Panggung juga dihadirkan di North Lobby untuk memperkuat pengalaman tematik bagi pengunjung.

Direktur Utama PT Marina Ancol Green Hotel, Peni Rahmawati, mengatakan konsep tersebut dirancang dengan membawa elemen cerita film ke dalam ruang fisik melalui pendekatan hospitality.

“Melalui kolaborasi ini, Discovery Ancol Hotel menghadirkan pengalaman menginap dengan konsep tematik yang membawa karakter dan elemen visual JUMBO ke lingkungan hotel, sehingga pengunjung dapat merasakan atmosfer cerita secara langsung,” ujar Peni.

Selain desain ruang, pengalaman JUMBO juga diperluas melalui berbagai menu kuliner bertema yang menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi. Kehadiran elemen visual, karakter, interior hingga kuliner membuat IP JUMBO tidak hanya tampil sebagai tontonan, tetapi berkembang menjadi pengalaman yang dapat dinikmati secara langsung.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana IP lokal Indonesia dapat dikembangkan melalui berbagai sektor di luar industri film. Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa karakter dan cerita dalam sebuah karya dapat diterjemahkan menjadi konsep ruang, pengalaman menginap, hingga produk pendukung lainnya.

Bagi sektor hospitality, pemanfaatan IP melalui konsep tematik dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Sementara bagi kreator dan pemiliki IP, kolaborasi lintas sektor membuka ruang untuk memperpanjang perjalanan sebuah karya sekaligus memperluas interaksi dengan audiens.

Dengan demikian, kolaborasi JUMBO x Discovery Ancol Hotel tidak hanya menghadirkan kamar bertema, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sebuah IP lokal dapat berkembang dari layar ke ruang fisik. Dunia yang sebelumnya hadir melalui cerita film kini diterjemahkan menjadi pengalaman tematik yang dapat dirasakan langsung oleh pengunjung hotel.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *