
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya menerima penghargaan “The National Person Supports the Enhancement of the Creative Economy” pada 20th Annual Indonesia Property&Bank Award (IPBA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi Teuku Riefky Harsya dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional, sekaligus menempatkan kreativitas, inovasi, kekayaan intelektual, dan pelaku industri kreatif sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri Riefky dinilai memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) yang lebih terintegrasi, khususnya melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan nilai kekayaan intelektual, pengembangan industri kreatif, serta pembukaan ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan berbagai sektor industri.
Penghargaan ini sebagai apresiasi terhadap upaya bersama untuk membangun ekosistem ekraf Indonesia. Ekonomi kreatif bukan hanya tentang karya dan kreativitas, tetapi juga bagaimana karya tersebut dapat memiliki nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing, serta membawa produk dan kekayaan intelektual Indonesia ke pasar global.
Perluas Apresiasi Ekosistem
Dalam penyelenggaraan ke-20, IPBA tidak hanya memberikan apresiasi kepada pelaku industri properti dan perbankan, tetapi juga memperluas penghargaan kepada figur dan institusi yang dinilai memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekosistem ekonomi nasional.
CEO Journalist Media Network (JMN), Indra Utama, mengatakan bahwa penyelenggaraan IPBA ke-20 menjadi momentum penting untuk memperluas perspektif terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Menurutnya, industri properti dan perbankan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor ekonomi lainnya. Karena itu, IPBA tidak berhenti pada apresiasi terhadap perusahaan atau proyek properti, tetapi juga memberikan penghargaan kepada figur yang mempunyai kontribusi lebih luas bagi perkembangan ekosistem ekonomi Indonesia.
“Dalam usianya yang ke-20, IPBA tidak lagi sekadar menjadi ajang penghargaan bagi industri properti dan perbankan. Kami juga memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di sektor ekonomi kreatif. Kreativitas, inovasi dan kekayaan intelektual merupakan kekuatan baru yang semakin penting bagi Indonesia,” ujar Indra Utama.
Ia menambahkan, pemberian penghargaan kepada Teuku Riefky Harsya merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah dalam membangun ekraf yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan karya, tetapi juga bagaimana kreativitas dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki nilai tambah.
“Kami melihat ada konsistensi dalam upaya memperkuat ekosistem ekraf, mulai dari pengembangan talenta, penguatan kekayaan intelektual, akses pembiayaan hingga membuka peluang pasar yang lebih luas. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan kami memberikan penghargaan tersebut kepada Bapak Teuku Riefky Harsya,” tegas Indra.
baca juga: Menteri Ara Apresiasi Ekosistem Perumahan dengan 60 Tiket Umroh di Acara IPBA XX -2026
Kolaborasi Sektor Kreatif

Teuku Riefky mengatakan, Property&Bank memiliki jejaring yang kuat di sektor properti dan perbankan. Oleh karena itu, terbuka peluang kolaborasi untuk memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif, termasuk penggiat dari desa.
“Ini bisa menjadi ruang yang baik untuk mempertemukan talenta ekonomi kreatif, khususnya arsitektur, desain, dan kriya, dengan kebutuhan industri. Karya-karya mereka tidak hanya bisa dipublikasikan, tetapi juga kita dorong untuk masuk ke proyek dan pasar yang lebih luas,” ujar Teuku Riefky saat menerima audiensi tim Journalist Media Network di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, (7/9).
Tak hanya itu, peluang kolaborasi juga dapat diperkuat melalui publikasi karya talenta kreatif, pengembangan produk, peningkatan kemasan, sertifikasi halal, hingga pemanfaatan ekosistem digital. Kolaborasi juga diarahkan untuk membuka akses karya kreatif ke berbagai proyek dan kawasan properti, khususnya di subsektor arsitektur dan desain. Selain itu, kolaborasi ini juga terbuka dengan jaringan Srikandi Jaga Desa yang selaras dengan salah program di kementerian ini yakni Desa Kreatif.
“Kita juga bisa membuat forum yang mempertemukan pelaku ekraf dengan perbankan, sehingga pembahasan mengenai kekayaan intelektual dan pembiayaan tidak berhenti pada konsep. Pelaku ekraf perlu memahami bagaimana aset intelektual yang mereka miliki dapat dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi,” kata Menteri Ekraf.
Sementara itu, Indra Utama, mengatakan bahwa melalui audiensi ini, pihaknya melihat peluang untuk bersama-sama memperkenalkan karya dan talenta kreatif ke pasar properti yang lebih luas.
“Kami melihat ada ruang yang sangat besar untuk mempertemukan semua pihak yang terlibat di ekraf dengan industri properti. Arsitektur, desain interior, desain produk, dan kriya bukan hanya menjadi bagian dari sebuah bangunan atau kawasan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan identitas bagi proyek-proyek properti,” tutupnya.












