
Kian gencar berekspansi di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, Delonix Group, meresmikan hotel business travel Model J di BSD City, Tangerang. Peresmian hotel ini merupakan langkah penting dalam strategi grup di wilayah ini, serta membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan proyek perhotelan dengan sangat efisien, di area dengan pertumbuhan yang tinggi.
Delonix Group adalah grup usaha asal Tiongkok, yang bergerak di sektor perhotelan internasional dan experiential consumption di Asia Pasifik. Jenama yang dikembangkannya adalah Grand New Century Hotel, Maison New Century Hotel, Found Retreat, Grand House, Wonderland Resorts, CANARY, Ruby Hotels, Model J Hotel, YIJU LIFE and MORA SPACE. Berada di peringkat ke-14 dunia, berkolaborasi dengan Marriott, Delonix Group telah meluncurkan dua merek hotel mewah, yakni MajesTang Hotel • A Tribute Portfolio Hotel—serta, MaisonLee, merek hotel premium business travel yang terinspirasi dari era Tang. Telah hadir di 200 kota di seluruh dunia, portofolio (pemegang saham) Delonix mencakup Swiss-Belhotel, Artotel, hotel MONday, dan merek-merek lain.
Sebelumnya, perusahaan ini sudah mengoperasikan Model J Hotel Jakarta Soekarno-Hatta Airport. Hotel Model J Cartenz – BSD City diharapkan bisa semakin memperkuat jangkauan regional Delonix sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang grup perhotelan ini, untuk menghadirkan terobosan di industri perhotelan Asia Tenggara, melalui inovasi berkelanjutan dan pengembangan merek yang selaras dengan pasar lokal.
Bersamaan dengan peluncuran Model J Cartenz – BSD City, Delonix juga menghadirkan platform loyalitas pelanggan Betterwood ke pasar Indonesia. Platform ini menawarkan layanan perjalanan yang berbeda dari program loyalitas konvensional hotel management lain yang mengutamakan nilai belanja, Betterwood menjadi pelopor di industri dengan sistem perhitungan poin berdasarkan durasi menginap, bukan nominal pengeluaran.
Ini menggeser fokus dari, seberapa besar tamu membelanjakan uangnya, menjadi seberapa lama mereka menikmati pengalaman menginap. Konsep ini dinilai lebih adil, karena tidak hanya memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan, tetapi juga menetapkan tolok ukur baru bagi pengalaman business travel di Asia Tenggara.
baca juga: Aloft Hotel Pertama di Surabaya Siap Buka Agustus 2025
Strategi Delonix
Selain investasi dalam bentuk modal kerja, Delonix juga berkontribusi terhadap konsep operasional yang komprehensif dan terintegrasi. Hal ini meliputi model bahasa besar AI yang dirancang khusus, metodologi layanan yang telah teruji, serta kemampuan organisasional dalam memperluas skala bisnis di pasar Tiongkok. Dengan peluncuran Model J Cartenz – BSD City, sejumlah keahlian grup ini dihadirkan di pasar lokal sebagai momentum berkelanjutan, pada sisi pengembangan SDM dan standardisasi layanan hotel di Indonesia.
“Mulai dari aktivitas operasional hingga produk dan pengembalian investasi, segala hal yang ditempuh Delonix berlandaskan kejelasan, skalabilitas, dan efisiensi,” ujar Alex Zheng, Executive Chairman & CEO, Delonix Group. “Kami tak sekadar membangun hotel yang lebih baik, namun juga menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi dan terpadu — pengalaman yang lebih nyaman, cerdas, hangat, dan andal.
Keunggulan usaha grup ini bukan sekadar teknologi, jelas Zheng, tetapi hasil dari bertahun-tahun merumuskan pendekatan sistemik dan keunggulan operasional. “Dengan membawa standar perhotelan terdepan dari Tiongkok ke pasar yang tengah berkembang pesat seperti Indonesia, kami berkomitmen untuk meningkatkan standar industri pariwisata lokal, sekaligus menciptakan manfaat positif jangka panjang bagi masyarakat”

Strategi ekspansi global Delonix mengacu pada dua misi, yakni mencapai kesuksesan bisnis sekaligus meningkatkan sistem infrastruktur perhotelan lokal. Ketimbang menyasar keuntungan jangka pendek, perusahaan ingin menghasilkan valuasi bisnis secara struktural dalam jangka panjang — mengubah keahlian operasional menjadi pertumbuhan berskala luas dan berkelanjutan.
Di Indonesia, Delonix menjadi pemegang saham Indies Hospitality Investments (IHI), platform manajemen perhotelan terbesar di Indonesia, serta menguasai saham mayoritas Swiss-Belhotel dan Artotel. Seperti disebut di atas, Delonix juga bermitra strategis dengan pemimpin industri perhotelan global, termasuk Marriott. Kedua inisiatif tersebut memadukan sinergi global dengan penguasaan pasar lokal dan inovasi digital, guna meningkatkan kecepatan di berbagai pasar dan memperkuat daya tahan strategis yang menggerakkan pertumbuhan Delonix di Asia Tenggara.












