
PT Brantas Abipraya (Persero) sudah menuntaskan pembangunan Hunian ASN-4 di Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengembangan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) atau smart building. Ini adalah wujud komitmen BUMN di bidang kontruksi ini dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional, sejalan dengan visi asta cita untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur Indonesia, dengan kualitas yang unggul.
“Seiring dengan telah dituntaskannya pembangunan fisik Hunian Vertikal ASN-4 di IKN, Brantas Abipraya tentunya memastikan keunggulan dan kualitas bangunan yang mumpuni. Kami upayakan berstandar tinggi dengan menerapkan konsep Bangunan Gedung Cerdas (BGC),” ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Dijelaskannya lagi, BGC adalah Bangunan Gedung Hijau (BGH) yang menerapkan sistem manajemen bangunan pintar yang responsif terhadap konteks kawasan, lingkungan, kearifan lokal, dan kebutuhan pengguna yang memenuhi standar teknis Bangunan Gedung dan sistem keamanan. Pengembangan BGC ini mengacu pada Peraturan Menteri PUPR No.10 Tahun 2003 sehingga menerapkan sistem manajemen cerdas, responsif terhadap konteks kawasan, lingkungan, kearifan lokal, serta kebutuhan pengguna.
“Proyek Hunian ASN-4 mengusung konsep bangunan hijau yang komprehensif. Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan, mengoptimalkan pencahayaan dan ventilasi alami untuk mengurangi konsumsi energi, serta menerapkan sistem penampungan dan pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan non-potable,” ujar Purnomo, Direktur Operasi II Brantas Abipraya, yang disampaikan pada akhir tahun lalu.
Proyek Hunian ASN-4 ini dibangun di atas lahan seluas 4,8 hektar, digadang-gadang menjadi salah satu ikon pembangunan hunian di IKN. Dengan total delapan menara, merangkum 480 unit tipe 98m2. Setiap tower terdiri atas 12 lantai, di mana hunian dimulai dari lantai 3 ke atas. Adapun lantai 1 dan 2 dijadikan sebagai podium yang berfungsi sebagai area fasilitas umum yang berisi antara lain, fasilitas kebugaran, area publik, coffee shop, dan lainnya.
Salah satu keunikan dari proyek ini adalah digunakannya sistem prefabrikasi pada kamar mandinya. Sistem ini terbukti mempercepat proses pembangunan, juga meningkatkan kualitas dan efisiensi. Lainnya adalah mengadopsi sistem lean construction, guna memastikan proyek selesai tepat waktu dan berkualitas tinggi. Karena metode ini memungkinkan tim proyek untuk bekerja lebih efisien, mengurangi limbah, dan menghasilkan output yang optimal.
baca juga: Arumaya Financial Center, Gedung Hijau Baru di TB Simatupang Siap Operasi 2026
Cerdas dan Berkelanjutan
Pembangunan BGC bertujuan sebagai solusi terhadap tantangan urbanisasi dan kebutuhan efisiensi operasional bangunan di masa depan. Konsep ini dirancang untuk memenuhi standar teknis bangunan gedung dan sistem keamanan berbasis teknologi tinggi, yang bekerja secara otomatis dan terintegrasi, sesuai prinsip keberlanjutan, fungsi, dan klasifikasi di setiap tahap penyelenggaraan.
Sebagai bentuk implementasi konsep Bangunan Gedung Hijau yang terintegrasi dengan sistem manajemen pintar, Brantas Abipraya menjadikan BGC sebagai solusi terhadap tantangan urbanisasi dan kebutuhan efisiensi operasional bangunan di masa depan.
Bangunan Gedung Cerdas dilengkapi dengan berbagai elemen sinergis untuk menciptakan lingkungan bangunan yang lebih hijau, aman, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. BGC dirancang dengan berbagai elemen kunci yang mendukung kinerja bangunan secara optimal, meliputi sistem alarm dan pemberitahuan masal, kamera pengawas dan control akses yang terintegrasi, papan informasi digital serta audio visual, hingga pengelolaan kelistrikan dan pencahayaan otomatis.
Selain itu, juga dilengkapi dengan sistem pengkondisian udara dan ventilasi cerdas, pengelolaan air minum, air limbah, serta sampah yang efisien, dukungan transportasi vertikal seperti lift dan eskalator beserta area parkir terpadu, serta infrastruktur jaringan utilitas dan akses komunikasi berbasis kabel dan antena. Seluruh elemen ini bekerja secara sinergis untuk menciptakan lingkungan bangunan yang lebih hijau, aman, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penerapan smart building pada Hunian ASN 4 IKN tersebut menjadi bukti nyata teknologi dapat menyatu dengan prinsip keberlanjutan untuk mendukung pembangunan infrastruktur masa depan Indonesia.
“Langkah strategis ini juga merupakan wujud upaya Brantas Abipraya dalam mendorong transformasi digital di sektor konstruksi serta menjadi wujud nyata kontribusi kami dalam membangun Indonesia yang lebih hijau dan berteknologi,” tutup Dian Sovana.












