
Banyak rumah di Indonesia tidak selalu memiliki ruang bermain khusus, dan sejatinya memang tidak harus selalu ada. Sebab ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras bisa (bahkan sering) menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi, sambul berkumpul bersama keluarga. Berangkat dari pengamatan inilah, IKEA Indonesia baru saja menghadirkan koleksi playful GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain di rumah.
Koleksi ini terdiri atas berbagai produk yang mengundang senyum, sekaligus tetap menyatu dengan rumah. Hal ini sejalan dengan visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.
“IKEA melihat banyak keluarga sebenarnya ingin menghadirkan lebih banyak momen bermain di rumah, tetapi sering kali tidak tahu harus mulai dari mana. Padahal, aktivitas bermain tidak selalu harus direncanakan atau membutuhkan ruang khusus. Lewat GREJSIMOJS, kami ingin menghadirkan produk yang secara alami mengundang rasa ingin tahu, interaksi, dan kebersamaan, sehingga momen itu bisa hadir sebagai bagian yang menyatu di rumah,” ujar Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia.

Pandangan tersebut sejalan dengan temuan IKEA Play Report yang menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang tua (54%) ingin lebih sering bermain bersama anak-anak mereka. Namun, banyak yang merasa terkendala oleh waktu, ruang, inspirasi, maupun biaya. Temuan ini menunjukkan bahwa momen tersebut tidak selalu membutuhkan aktivitas yang rumit. Justru melalui benda-benda yang digunakan setiap hari, keluarga dapat lebih mudah menghadirkan interaksi dan kebersamaan di rumah.
“Temuan pada IKEA Play Report menyebutkan anak-anak dan orang tua sama-sama ingin lebih banyak momen seru dan keceriaan di rumah. Karena aktivitas tersebut menyenangkan, menyatukan keluarga, dan membuat belajar menjadi sesuatu yang alami dan menyenangkan seumur hidup, kami menciptakan GREJSIMOJS agar setiap hari bisa lebih penuh tawa dan kreativitas,” ujar Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Bermain dengan Desain Playful
Koleksi GREJSIMOJS menghadirkan berbagai produk yang menggabungkan fungsi sehari-hari dengan bentuk, tekstur, dan warna ekspresif dan playful. Setelah waktu playing selesai, produk-produk ini tetap menjadi bagian dari rumah, bukan sekadar benda dolanan yang disimpan kembali.

Salah satunya adalah pouffe dengan penyimpanan yang mengubah kegiatan merapikan menjadi bagian dari bermain. Anak-anak dapat memasukkan dolanannya ke dalam pouffe seolah-olah sedang “memberi makan” pouffe tersebut. Cara sederhana ini membantu membangun kebiasaan merapikan dengan lebih menyenangkan.
Selain itu, koleksi ini menghadirkan lampu berbentuk jerapah dan lampu berbentuk anjing yang menemani rutinitas sebelum tidur, cushion dengan warna-warna ekspresif yang menambah karakter pada ruang, serta gantungan berbentuk kaktus yang memberi anak tempat khusus untuk menyimpan tas, jaket, maupun aksesori favoritnya. Setiap produk dirancang untuk menghadirkan momen penh keceriaan, tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai bagian dari rumah.
“Kami juga melihat bahwa momen bermain akan lebih mudah menjadi bagian dari keseharian ketika areanya berada dekat dengan penyimpanan. Dengan begitu, anak-anak dapat bermain sekaligus belajar mengembalikan mainannya setelah selesai digunakan. Kebiasaan sederhana seperti ini bisa tumbuh secara alami ketika rumah memang dirancang untuk mendukungnya,” tambah Alfinda.
baca juga: IKEA dan Wonderwhy: Ruang Beristirahat Tidak Selalu di Kamar Tidur
GREJSIMOJS juga dikembangkan berdasarkan IKEA Playtypes, sebuah kerangka yang membantu memahami berbagai cara orang bermain, melalui lima karakter utama, yaitu Explore, Create, Imagine, Move, dan Compete. Pendekatan ini menjadi dasar dalam merancang produk yang mendukung berbagai cara keluarga menikmati waktu bersama di rumah.
Melalui GREJSIMOJS, IKEA mengajak lebih banyak keluarga melihat rumah sebagai ruang yang hidup seperti tempat belajar, bekerja, beristirahat, berkumpul, dan bermain. Karena itu, menghadirkan ruang untuk bermain tidak selalu berarti menambah ruang baru, melainkan memanfaatkan ruang yang sudah ada agar dapat mengikuti kehidupan penghuninya.












